Tiga Putra Khamenei Hadiri Pemakaman Sang Ayah, Mojtaba Absen karena Ancaman Keamanan
Teheran – Suasana duka menyelimuti ibu kota Iran saat upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei digelar pada Minggu (5/7). Di tengah lautan pelayat yang memadati jalan-jalan Teheran, tiga putra mend
Teheran – Suasana duka menyelimuti ibu kota Iran saat upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei digelar pada Minggu (5/7). Di tengah lautan pelayat yang memadati jalan-jalan Teheran, tiga putra mendiang Pemimpin Tertinggi Iran itu terlihat hadir langsung dalam prosesi salat jenazah. Namun, satu nama penting justru tidak tampak di barisan keluarga: Mojtaba Khamenei, putra yang telah ditetapkan sebagai penerus tampuk kepemimpinan tertinggi negara tersebut.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, ketiga putra Khamenei yang hadir adalah Masoud, Meysam, dan Mostafa. Kehadiran mereka turut didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi militer dan politik Iran, termasuk Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mayor Jenderal Ahmad Vahidi. Keikutsertaan Vahidi dalam barisan terdepan pelayat menunjukkan kuatnya ikatan antara keluarga Khamenei dan institusi militer paling berpengaruh di Iran itu.
Mojtaba tidak hadir karena Iran menilai ada risiko keamanan di tengah ancaman Israel untuk membunuhnya.
Ketidakhadiran Mojtaba sontak memicu spekulasi dan perbincangan luas di kalangan pengamat politik Timur Tengah. Pasalnya, dialah sosok yang selama ini digadang-gadang sebagai suksesor ayahnya. Pria berusia 56 tahun itu telah lama memainkan peran kunci di balik layar pemerintahan Iran, mengendalikan biro kepemimpinan tertinggi dan memiliki pengaruh besar terhadap keputusan-keputusan strategis negara.
Sumber-sumber internal yang dekat dengan lingkaran kekuasaan Iran mengonfirmasi kepada media kami bahwa keputusan untuk tidak menghadirkan Mojtaba murni didasarkan pada pertimbangan keamanan tingkat tinggi. Dalam beberapa pekan terakhir, badan-badan intelijen Israel memang secara terbuka meningkatkan retorika ancaman terhadap para pemimpin Iran, khususnya menyasar penerus Khamenei yang dianggap mewarisi kebijakan konfrontatif terhadap Tel Aviv.
Kekhawatiran keamanan ini bukan tanpa dasar. Sejarah mencatat sejumlah upaya pembunuhan dan sabotase yang diduga dilakukan Israel terhadap tokoh-tokoh kunci Iran, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan berkumpulnya hampir seluruh elit politik dan militer Iran dalam satu lokasi, upacara pemakaman ini dinilai membuka celah kerentanan yang terlalu besar bagi figur sekaliber Mojtaba.
Meski demikian, ketidakhadiran Mojtaba tidak mengurangi khidmatnya prosesi pemakaman. Ratusan ribu warga Iran turun ke jalan, mengibarkan bendera hitam dan potret almarhum, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada pemimpin yang telah berkuasa selama lebih dari tiga dekade tersebut. Fokus publik kini beralih kepada transisi kekuasaan yang tengah berlangsung di balik pintu-pintu tertutup Majelis Ahli, lembaga yang bertugas memilih pemimpin tertinggi berikutnya.
Comments (0)