Titiek Soeharto Dukung Produk Konveksi Napi Nusakambangan, Ingatkan Kualitas dan Masa Depan
Cilacap – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Siti Hediati Soeharto yang akrab disapa Titiek Soeharto, secara langsung turun tangan untuk mempromosikan produk-produ
Cilacap – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Siti Hediati Soeharto yang akrab disapa Titiek Soeharto, secara langsung turun tangan untuk mempromosikan produk-produk konveksi hasil karya para narapidana (napi) di Nusakambangan. Kunjungannya ke Balai Latihan Kerja (BLK) Konveksi Nusakambangan ini menjadi bukti nyata dukungannya terhadap program pembinaan kemandirian di balik jeruji besi.
Dalam kesempatan tersebut, Titiek Soeharto tidak hanya melihat-lihat hasil produksi, tetapi juga menyampaikan pesan penting kepada 175 orang warga binaan yang tengah mengikuti pelatihan. Ia menekankan agar setiap individu yang terlibat dalam proses produksi menjaga standar kualitas dari setiap helai kain yang mereka jahit. Menurut laporan media kami, kehadiran Titiek Soeharto di lokasi pada Sabtu (20/6/2026) itu disambut langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto.
Pesan Kualitas di Balik Jeruji
Di tengah hiruk-pikuk mesin jahit, Titiek Soeharto mengingatkan bahwa produk konveksi yang dihasilkan oleh para napi tidak hanya sekadar barang, namun merupakan cerminan dari proses perubahan diri. Ia mendorong agar karya mereka mampu bersaing di pasar yang lebih luas. “Ini bukan hanya soal menghasilkan pakaian, tapi juga tentang membangun kembali kepercayaan diri dan keterampilan. Kalau kualitasnya bagus, tidak menutup kemungkinan produk ini bisa menembus pasar yang lebih besar,” ujar Titiek, memberikan motivasi kepada para peserta pelatihan.
Langkah Titiek Soeharto dalam meng-endorse produk napi ini dianggap strategis. Dengan pengaruhnya sebagai tokoh nasional, produk-produk konveksi tersebut berpotensi menarik perhatian berbagai kalangan, termasuk instansi pemerintah yang kerap membutuhkan seragam atau pakaian dinas dalam jumlah besar.
Dialog Perdana: Premi untuk Masa Depan
Momen yang cukup personal terjadi dalam dialog singkat antara Titiek Soeharto dengan Menteri Imipas Agus Andrianto. Titiek tampak sangat peduli dengan masa depan ekonomi para napi selepas mereka menghirup udara bebas nanti. Hal itu terlihat dari pertanyaan spesifiknya kepada Menteri Agus.
“(Premi) buat mereka tabungan?” tanya Titiek Soeharto.
Pertanyaan tersebut langsung dijawab secara tegas oleh Menteri Agus Andrianto.
“Siap,” jawab Menteri Agus.
Potongan percakapan ini menegaskan bahwa sistem pengupahan bagi para napi yang bekerja di BLK Konveksi tersebut tidak hanya bersifat simbolis. Premi atau upah yang diterima dari hasil kerja keras mereka akan dialokasikan sebagai tabungan. Kebijakan ini diyakini mampu menjadi bekal awal yang sangat berarti bagi para warga binaan ketika mereka kembali ke tengah masyarakat, sehingga tidak lagi kembali ke jalur kriminal demi memenuhi kebutuhan ekonomi.
Balai Latihan Kerja Sebagai Garda Depan Rehabilitasi
Balai Latihan Kerja (BLK) Konveksi di Nusakambangan merupakan salah satu program unggulan dalam transformasi sistem pemasyarakatan di Indonesia. Di tempat ini, para napi tidak hanya menghabiskan waktu untuk menjalani hukuman, tetapi juga dibekali keterampilan teknis menjahit yang mumpuni, mulai dari mengoperasikan mesin industri, memotong pola, hingga pengemasan produk. Program ini diharapkan mampu memutus rantai residivisme dengan menciptakan sumber daya manusia yang produktif dan mandiri.
Dukungan dari tokoh seperti Titiek Soeharto memberikan legitimasi yang kuat bahwa karya para napi memiliki nilai jual dan patut diperhitungkan. Lebih dari sekadar bantuan promosi, kunjungan ini adalah pesan kuat bahwa masyarakat harus membuka ruang bagi mantan narapidana untuk memulai hidup baru yang lebih baik.
Comments (0)