warkini.
Viral

TOKYO — Pasar Saham Asia Anjlok Diseret Lonjakan Kasus Corona

Langkah para pejalan kaki di kawasan bisnis Tokyo terasa sedikit lebih berat pada Senin pagi itu. Tatapan mata mereka tertuju pada layar monitor raksasa mi

TOKYO — Pasar Saham Asia Anjlok Diseret Lonjakan Kasus Corona

Langkah para pejalan kaki di kawasan bisnis Tokyo terasa sedikit lebih berat pada Senin pagi itu. Tatapan mata mereka tertuju pada layar monitor raksasa milik perusahaan sekuritas yang memancarkan kilatan warna merah—sebuah warna yang paling dihindari para pelaku pasar modal. Indeks Nikkei 225 bergerak meluncur turun, mencerminkan ketakutan mendalam yang kini merayapi papan perdagangan di seluruh Asia. Hari itu, gelombang kecemasan kembali memukul pasar keuangan setelah otoritas kesehatan China melaporkan lonjakan tajam dalam kasus wabah virus corona yang kian tak terkendali.

Pasar finansial regional yang sempat berharap akan adanya stabilisasi, justru kembali terlempar ke dalam jurang ketidakpastian. Keputusan pemerintah China untuk memperpanjang masa libur Imlek serta mengisolasi puluhan juta warga di pusat wabah mulai memperlihatkan dampak nyatanya terhadap roda perekonomian. Para investor tak punya pilihan selain melepas aset-aset berisiko dan berbondong-bondong beralih ke instrumen aman di tengah ketakutan akan ancaman stagnasi ekonomi global.

Badai Merah Melanda Bursa Utama Asia

Tekanan jual melanda hampir seluruh bursa utama di kawasan Asia-Pasifik tanpa terkecuali. Indeks Nikkei 225 Jepang memimpin penurunan di kawasan dengan terkoreksi hingga lebih dari 1,2 persen pada penutupan sesi perdagangan. Nasib serupa dialami oleh pasar saham Hong Kong dan Shanghai yang terus membara akibat kekhawatiran atas terhentinya aktivitas manufaktur secara luas di daratan China.

Berikut adalah gambaran pergerakan beberapa indeks saham utama di Asia saat tekanan puncak terjadi:

Indeks Bursa Negara Pergerakan Harian
Nikkei 225 Jepang Turun 1,25%
Hang Seng Hong Kong Turun 0,90%
Shanghai Composite China Turun 0,60%
KOSPI Korea Selatan Turun 1,10%

Ketakutan Melumpuhkan Rantai Pasok Global

Dampak wabah virus ini tidak lagi sekadar angka statistik medis, melainkan telah merangsek masuk ke bilik-bilik pabrik dan pelabuhan internasional. Rantai pasokan global mulai mengalami kelumpuhan hebat mengingat posisi vital China sebagai pabrik dunia. Berbagai industri manufaktur mulai dari otomotif, elektronik, hingga barang konsumsi terpaksa menghentikan lini produksinya akibat kekurangan pasokan komponen pasokan utama.

"Pasar sedang berada dalam fase kepanikan karena belum ada kepastian kapan penyebaran virus ini akan mencapai puncaknya. Ketakutan terbesar pelaku pasar adalah terhentinya roda bisnis secara berkepanjangan yang berpotensi memicu krisis likuiditas global," ungkap seorang analis pasar keuangan senior dari lembaga sekuritas terkemuka di Tokyo.

Sentimen negatif ini turut menggerus harga komoditas utama dunia secara drastis. Harga minyak mentah jatuh ke level terendah dalam beberapa bulan terakhir karena menguapnya permintaan dari China. Di sisi lain, para investor merespons kondisi ini dengan memburu emas dan obligasi pemerintah AS, sementara bursa saham regional merintih di bawah bayang-bayang ketakutan krisis kesehatan global.

Bayang-Bayang Ketidakpastian Ekonomi Dunia

Ketidakpastian ini diperparah oleh langkah sejumlah lembaga keuangan internasional yang mulai merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi regional. Banyak pihak memangkas estimasi PDB China untuk kuartal pertama, yang diprediksi akan ikut menyeret pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Tenggara dan mitranya. Sektor pariwisata, penerbangan, dan ritel menjadi korban paling depan yang mengalami kehancuran pendapatan secara signifikan.

Para pengambil kebijakan di berbagai negara kini dituntut bergerak cepat untuk mengeluarkan stimulus fiskal maupun moneter guna menahan kejatuhan pasar lebih lanjut. Namun, selama penyebaran virus belum menunjukkan tanda-tanda mereda, pasar saham Asia diperkirakan akan tetap berada dalam rentetan tekanan ekstrem yang siap menguji ketahanan sistem finansial dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS wendy-anwar

Reporter Travel. Menjelajah destinasi Indonesia dan tips wisata.

Comments (0)

User