Legenda bulu tangkis Indonesia, Tontowi Ahmad, membagikan pengalaman barunya yang penuh tantangan di luar arena pertandingan. Peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 ini kini mengemban peran penting sebagai tim pencari bakat dalam ajang Audisi Umum PB Djarum. Berada di kursi penilai ternyata memberi sudut pandang baru yang tidak kalah menguras pikiran dibandingkan saat dirinya masih aktif mengayunkan raket.
Pria yang akrab disapa Owi tersebut mengakui bahwa menyaring ribuan talenta muda dari berbagai pelosok Tanah Air bukanlah perkara mudah. Tanggung jawab moral untuk menemukan calon penerus tradisi juara dunia bulu tangkis Indonesia menjadi beban tersendiri bagi jajaran legenda yang bertugas.
Dilema Menilai Bakat Mentah di Karpet Hijau
Dalam proses seleksi ketat tersebut, Tontowi harus memeras konsentrasi demi melihat potensi terpendam para peserta usia dini. Menurutnya, pemain yang terlihat bagus saat ini belum tentu memiliki daya tahan mental dan perkembangan teknik yang konsisten di masa depan.
"Melihat bakat anak-anak itu gampang-gampang susah. Ada yang teknik dasarnya sudah rapi, tapi daya juangnya biasa saja. Sebaliknya, ada yang tekniknya masih mentah, tetapi semangat pantang menyerahnya luar biasa. Di situlah letak kesulitan kami dalam memilih," ujar Tontowi.
Berikut sejumlah parameter utama yang menjadi fokus pantauan tim pencari bakat:
- Karakter dan Daya Juang: Mental bertarung saat berada dalam posisi tertekan atau tertinggal poin.
- Kecerdasan Bermain: Kemampuan membaca arah bola dan mengambil keputusan cepat di lapangan.
- Kelenturan Fisik dan Footwork: Modal dasar gerak kaki yang lincah dan reflek pertahanan yang solid.
- Potensi Perkembangan: Ruang bagi atlet untuk terus dipoles teknik serta fisik jangka panjangnya.
Menakar Masa Depan Sektor Ganda Campuran
Selain bercerita tentang kesibukannya memantau bibit muda, Tontowi Ahmad juga menyoroti peta persaingan bulu tangkis internasional, khususnya di nomor ganda campuran. Sebagai mantan pemain nomor satu dunia, ia menaruh harapan besar terhadap perkembangan sektor yang pernah membesarkan namanya tersebut.
Owi turut menyinggung peran tangan dingin pelatih berpengalaman, Nova Widianto, yang kini melatih di kancah bulu tangkis regional. Tontowi berharap racikan strategi dan pola pembinaan berkualitas dapat terus menginspirasi regenerasi ganda campuran Indonesia agar kembali mendominasi podium tertinggi turnamen elite dunia.
- Evaluasi Pola Latihan: Mempercepat adaptasi pemain muda menuju standar kecepatan dan power bulu tangkis modern.
- Kematangan Komunikasi Pasangan: Membangun kekompakan non-teknis antara pemain putra dan putri di lapangan.
- Konsistensi di Turnamen BWF: Mendorong atlet muda untuk tampil stabil sepanjang kalender kompetisi.
Tontowi menegaskan bahwa proses mencetak seorang juara membutuhkan waktu panjang dan sinergi dari berbagai pihak. Ia optimistis, melalui sistem pembibitan yang berkesinambungan serta kerja keras para pelatih, Indonesia tidak akan pernah kehabisan amunisi pebulu tangkis kelas dunia di masa mendatang.
Comments (0)