warkini.
Travel

Turki Gelar Operasi Besar Anti-LGBT, Puluhan Aktivis Ditangkap

Pemerintah Turki melancarkan aksi penindakan besar-besaran terhadap komunitas LGBTQ+ di berbagai penjuru negeri. Dalam operasi serentak yang diberi nama sa

Turki Gelar Operasi Besar Anti-LGBT, Puluhan Aktivis Ditangkap

Pemerintah Turki melancarkan aksi penindakan besar-besaran terhadap komunitas LGBTQ+ di berbagai penjuru negeri. Dalam operasi serentak yang diberi nama sandi "My Family is Safe" (Keluargaku Aman), aparat keamanan menargetkan puluhan organisasi, tempat hiburan, hingga kantor advokasi hak asasi manusia.

Langkah represif ini menandai eskalasi terbaru dari sikap keras Presiden Recep Tayyip Erdogan terhadap kelompok minoritas gender, yang berulang kali ia sebut sebagai ancaman terhadap nilai keluarga tradisional dan pemicu penurunan angka kelahiran nasional.

Kronologi Operasi dan Eskalasi Penindakan

Penindakan terkoordinasi ini berlangsung secara bertahap dalam beberapa hari terakhir dengan rangkaian peristiwa sebagai berikut:

  1. Pemblokiran Akun Media Sosial: Sehari sebelum penggerebekan fisik dimulai, otoritas siber Turki memerintahkan pemblokiran akun X (sebelumnya Twitter) milik lebih dari selusin organisasi hak LGBTQ+ di seluruh negeri.
  2. Penggerebekan Kantor LSM dan Ruang Komunitas: Pada hari Minggu, aparat kepolisian dan gendarmerie mendatangi kantor-kantor advokasi, termasuk kelompok pembela hak LGBTQ+ terkemuka, Kaos GL.
  3. Penyisiran Tempat Hiburan: Di Istanbul, polisi merazia sejumlah bar ramah gay, kelab malam, hingga sebuah pemandian air panas pria (hammam) yang dituding terlibat praktik terlarang.
  4. Penangkapan Massal: Otoritas kejaksaan di tiga kota utama—Ankara, Istanbul, dan Izmir—mengonfirmasi puluhan orang langsung dijebloskan ke tahanan untuk proses interogasi lebih lanjut.

Ratusan Orang dan Belasan Entitas Masuk Radar Hukum

Menteri Kehakiman Turki, Akin Gurlek, mengumumkan melalui media sosial bahwa operasi gabungan ini mencakup wilayah yurisdiksi di 15 provinsi. Langkah ini diklaim sebagai bagian dari implementasi program nasional bertajuk "Decade of the Family".

"Sebagai bagian dari operasi 'Keluargaku Aman' yang dijalankan bersama kepolisian dan gendarmerie, proses hukum telah dimulai terhadap 162 tersangka, 9 organisasi, dan 13 perusahaan di 15 provinsi guna melindungi anak-anak, institusi keluarga, serta ketertiban sosial," tegas Gurlek.

Berdasarkan data kantor kejaksaan setempat, sedikitnya 63 orang telah resmi ditahan. Sebagian besar penangkapan terpusat di kawasan metropolitan Istanbul dan ibu kota Ankara.

Organisasi HAM Kecam Tuduhan Otoritas

Kelompok advokasi Kaos GL menyatakan bahwa para pemimpin dan staf mereka turut diamankan dalam operasi ini. Pihak kejaksaan menuding organisasi tersebut menyebarkan konten bermuatan pornografi di situs web dan media sosial yang dapat diakses oleh anak di bawah umur.

  • Klaim Aktivis: Kaos GL menyebut hampir 50 pembela hak asasi manusia telah diperiksa atau ditahan tanpa dasar hukum yang transparan.
  • Status Hukum: Hubungan sesama jenis sejatinya bukan tindak pidana menurut hukum positif Turki sejak era modern. Namun, retorika anti-LGBTQ+ kian menguat seiring agenda politik konservatif yang diusung pemerintah sejak 2002.

Aktivis HAM menilai tindakan keras ini semakin mempersempit ruang kebebasan sipil di Turki, sekaligus memanfaatkan isu moralitas untuk mengalihkan perhatian publik dari tekanan ekonomi dan dinamika politik domestik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bobby-hartono

Editor Lifestyle. Mantan editor majalah lifestyle. Fokus pada tren, gaya hidup urban, dan budaya pop.

Comments (0)

User