UGM Expert Angkat Tinju Dukung Kortas Polri Berantas Mafia Listrik Padam
Bestie, pernah gak sih lagi enak-enak nonton drakor atau push rank MLBB, tiba-tiba mati lampu? HP lowbat, sinyal ilang, kerjaan berantakan. Nah, kejadian b
Bestie, pernah gak sih lagi enak-enak nonton drakor atau push rank MLBB, tiba-tiba mati lampu? HP lowbat, sinyal ilang, kerjaan berantakan. Nah, kejadian blackout yang bikin kita misuh-misuh itu ternyata bukan cuma masalah teknis ya, guys. Ada dugaan kuat ini ulah “mafia” batu bara yang main mata, dan akhirnya bikin si Genius (baca: Kortas Tipikor Polri) turun tangan. Suasana lagi panas-panasnya, dan seorang pakar gahar dari UGM baru aja kasih standing ovation buat langkah berani ini. Simak kronologinya biar gak cuma jadi penonton FYP doang!
Kronologi Si Gelap Gulita & Borok Tambang
Jadi gini ceritanya. Ketika kita semua panik nyari senter dan powerbank, ternyata ada permainan kotor di balik layar pasokan batu bara yang bikin pembangkit listrik PLN menjerit. Kortas Tipikor Polri pun gak tinggal diam dan mulai mengusut dugaan korupsi pemenuhan pasokan batu bara yang berujung petaka padamnya listrik di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Ini bukan sekadar technical error, ini adalah crime scene! Agar gak makin bingung, ini urutan kekacauan yang lagi diinvestigasi:- Modus Manipulasi 2022 Terulang: Pengamat Ekonomi Energi UGM, Fahmy Radhi, buka suara blak-blakan. Katanya, pola manipulasi ini bukan barang baru. Ia menyebut krisis serupa pernah bikin PLN kolaps di tahun 2022 dan menyebabkan blackout. Masa iya kejadian sama terulang? Curiga dong ya, ini repeat order kejahatan!
- Sumatera, Jawa, Kalimantan Jadi Korban Massal: Gak cuma satu pulau, bestie. Dampaknya masif! Mati lampu melanda di Sumatera, baru-baru ini juga menerjang Jawa dan Kalimantan. Kalau kata netizen, ini bukan lagi ujian, tapi sudah "azab" bagi para penikmat listrik gratis... eh, maksudnya pelaku korupsi!
- Dukungan Penuh untuk Kortas: Fahmy Radhi secara tegas menyatakan, “Saya sangat mendukung Kortas Tipikor Polri... Ini saya kira harus diusut tuntas siapa pelakunya.” Ini kode keras biar gak ada lagi istilah “damai” atau “salah input”. Tangkap dan penjarakan! Pernyataan ini disampaikan pada Rabu (8/7/2026).
Comments (0)