WADUK WONOREJO JAGA PASOKAN AIR IRIGASI DI TENGAH MUSIM KEMARAU

Warkini.com, Tulungagung - Ketersediaan air di Waduk Wonorejo dipastikan dalam kondisi aman hingga akhir tahun 2026. Pengelolaan dan pengaturan alokasi air yang dilakukan secara bertahap dinilai mamp

Jul 07, 2026 - 23:21
0 0
WADUK WONOREJO JAGA PASOKAN AIR IRIGASI DI TENGAH MUSIM KEMARAU

Warkini.com, Tulungagung - Ketersediaan air di Waduk Wonorejo dipastikan dalam kondisi aman hingga akhir tahun 2026. Pengelolaan dan pengaturan alokasi air yang dilakukan secara bertahap dinilai mampu menjaga kebutuhan irigasi bagi ribuan hektar lahan pertanian sekaligus memenuhi pasokan air baku bagi masyarakat di wilayah Tulungagung dan sekitarnya selama musim kemarau berlangsung.

Berdasarkan laporan tim media kami dari lokasi, kondisi waduk yang berada di wilayah Tulungagung masih menunjukkan volume air yang memadai. Pihak pengelola terus melakukan pemantauan debit air secara rutin untuk memastikan distribusi berjalan optimal. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi curah hujan yang berkurang drastis selama periode kemarau yang berpotensi berdampak pada kekeringan lahan pertanian dan kesulitan air bersih bagi warga.

Pengaturan Alokasi Air Bertahap

Untuk memastikan keadilan distribusi, skema pengaturan alokasi air diterapkan secara bertahap kepada para petani di bawah daerah irigasi Waduk Wonorejo. Prioritas utama tetap pada kebutuhan air baku untuk keperluan sehari-hari masyarakat, disusul dengan kebutuhan irigasi untuk lahan padi dan palawija. Sistem giliran ini diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan air tanpa menimbulkan perselisihan antar kelompok tani di sejumlah desa yang menjadi daerah layanan waduk.

"Kami pastikan pasokan air dari Waduk Wonorejo aman hingga akhir 2026. Pengaturan alokasi ini kami lakukan agar air bisa mengalir ke seluruh lahan pertanian dan memenuhi kebutuhan air baku masyarakat secara merata," ucap sumber terkait kepada Warkini.com.

Selain pengaturan alokasi, pihak berwenang juga terus menggencarkan sosialisasi efisiensi penggunaan air kepada para petani. Metode pertanian hemat air seperti sistem tetes atau sistem serapan langsung mulai diperkenalkan sebagai upaya diversifikasi dalam mengatasi musim kemarau yang semakin panjang dalam beberapa tahun terakhir. Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang menjaga ketahanan pangan daerah.

Dengan langkah antisipatif tersebut, diharapkan produktivitas pertanian di Tulungagung tetap terjaga meski dihadapkan pada musim kemarau yang cukup panjang. Masyarakat juga diimbau untuk tetap menggunakan air secara bijak demi keberlanjutan pasokan hingga masa tanam berikutnya tiba.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bobby-hartono

Editor Viral. Editor kurasi konten viral dan trending.

Comments (0)

User