Wajah Baru Kampung Kota Keranggan, Tangsel Genjot Infrastruktur Dasar

Kawasan permukiman padat di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, kini bersolek. Setelah bertahun-tahun identik dengan lingkungan kumuh, jalan becek saat hujan, dan minim penerangan, Pemerintah Kota Ta...

Jul 12, 2026 - 07:38
0 0
Wajah Baru Kampung Kota Keranggan, Tangsel Genjot Infrastruktur Dasar

Kawasan permukiman padat di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, kini bersolek. Setelah bertahun-tahun identik dengan lingkungan kumuh, jalan becek saat hujan, dan minim penerangan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan akhirnya menurunkan tim untuk melakukan penataan besar-besaran. Proyek yang menyasar Kampung Kota ini bukan sekadar bedah fisik, melainkan upaya strategis mengubah wajah kawasan sekaligus meningkatkan kualitas hidup warganya melalui pembangunan fondasi utama: infrastruktur dasar.

Bukan Sekadar Aspal dan Semen

Jika melintas di Keranggan hari ini, Anda mungkin tak lagi mengenalinya. Dinas terkait telah memulai pengerjaan yang meliputi peningkatan jalan lingkungan, perbaikan drainase, pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU), hingga penyediaan titik sanitasi komunal. Seluruh proyek dirancang menjawab keluhan klasik warga soal banjir ringan yang kerap muncul selepas hujan deras karena saluran air yang mampet.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Tangsel, dalam keterangannya, menegaskan bahwa pendekatan ini tidak asal tuang beton. “Kami menghitung kapasitas resapan, kemiringan kontur, dan titik genangan. Jadi, drainase baru nanti benar-benar mengalirkan air ke pembuangan utama. Selain itu, material jalan menggunakan paving block berpori agar air tetap bisa masuk ke tanah,” ujarnya. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah kota terhadap pembangunan yang ramah lingkungan, bukan hanya proyek instan.

Dari Rumah Petak ke Kampung Produktif

Keranggan sendiri selama ini dikenal sebagai kantong permukiman pekerja pabrik dan sektor informal. Rumah-rumah petak berdempetan, gang sempit, dan ruang terbuka hijau yang nyaris hilang. Melalui program penataan ini, pemerintah tidak hanya membangun fisik, tetapi juga mendorong warga untuk menata ruang secara partisipatif. Sejumlah titik disulap menjadi area interaksi warga, lengkap dengan tempat duduk dan tanaman hias hasil swadaya masyarakat.

Warga seperti Ningsih (47), yang sudah dua dekade tinggal di RT 03, mengaku terharu. “Dulu kalau malam, gang gelap banget. Anak-anak main cuma pakai senter HP. Sekarang terang, rasa aman. Jalan juga mulus, cucu saya udah bisa main sepeda roda tiga di depan rumah,” tuturnya antusias. Cerita Ningsih bukan satu-satunya. Banyak warga yang mulai berani membuka usaha kecil seperti warung kopi atau kios pulsa di teras rumah karena akses dan kenyamanan pelanggan meningkat.

Dana dan Target Waktu

Proyek ini dikucurkan melalui APBD Perubahan 2024 dan didukung sebagian oleh dana alokasi khusus dari pusat untuk penanganan kawasan kumuh. Nilai kontrak mencapai miliaran rupiah dengan target rampung dalam dua tahap. Tahap pertama—yang mencakup jalan utama, drainase, dan penerangan—ditargetkan selesai sebelum penghujung tahun. Sedangkan tahap kedua yang meliputi instalasi pengolahan air limbah domestik dan pengecatan fasad seragam akan berlanjut pada kuartal pertama 2025.

Pengamat tata kota dari Universitas Terbuka, Dr. Rahmat Hidayat, menilai langkah Tangsel sebagai respon tepat atas pertumbuhan penduduk yang pesat. “Kampung Kota itu fenomena organik. Jangan digusur, tapi ditata. Infrastruktur dasar adalah hak warga. Dengan jalan bagus, listrik memadai, dan air bersih mengalir, potensi ekonomi lokal otomatis naik dua kali lipat,” jelasnya. Ia menambahkan, penataan fisik tanpa pemberdayaan hanya akan kembali kumuh dalam dua tahun. Oleh karena itu, sinergi dengan komunitas lokal, seperti kelompok sadar lingkungan dan karang taruna, menjadi kunci keberlanjutan.

Penataan Kampung Kota Keranggan menjadi bukti bahwa pembangunan tak selalu berarti betonisasi besar-besaran. Cukup dengan menghadirkan akses yang manusiawi, ruang-ruang kecil berubah jadi sumber penghidupan dan kebahagiaan baru. Warga kini menanti rampungnya proyek dengan senyum, sambil berharap program serupa menjangkau kelurahan tetangga yang masih berebut satu meter jalan tak berlubang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User