Suasana fajar di sejumlah sudut Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tampak berbeda pada Kamis pagi. Deretan kendaraan roda dua maupun roda empat sudah mengular panjang di area pintu masuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Rasa cemas akan potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) memaksa ratusan warga keluar rumah jauh lebih awal demi mendapatkan jatah pengisian bahan bakar.
Kepanikan warga ini memicu antrean kendaraan yang meluber hingga ke badan jalan utama, mengakibatkan arus lalu lintas pagi hari sempat tersendat di beberapa titik strategis di wilayah ibu kota provinsi Sulawesi Selatan tersebut.
Kronologi Antrean Panjang di Sejumlah SPBU
Pemandangan antrean BBM sejak dini hari tersebut berlangsung secara bertahap dan terpantau makin padat menjelang jam kerja kantor dimulai:
- Pukul 04.30 WITA: Pengendara sepeda motor dan mobil mulai berdatangan serta memarkirkan kendaraan mereka tepat di depan dispenser SPBU sesaat setelah azan subuh berkumandang.
- Pukul 06.00 WITA: Barisan antrean mulai mengular hingga ke bahu jalan raya, terutama di SPBU yang berlokasi di ruas jalan protokol seperti Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Urip Sumoharjo, dan Jalan Sultan Alauddin.
- Pukul 07.30 WITA: Kepadatan mencapai puncaknya bersamaan dengan waktu berangkat kerja dan sekolah, memicu kemacetan arus lalu lintas di sekitar area pengisian BBM.
- Pukul 09.00 WITA: Petugas kepolisian dan dinas perhubungan setempat turun tangan membantu mengatur alur keluar-masuk kendaraan agar jalur utama tidak lumpuh total.
Kekhawatiran Warga dan Cerita Pengendara
Bagi sebagian besar warga, antre berjam-jam menjadi pilihan yang tak terhindarkan ketimbang kehabisan bensin di tengah padatnya rutinitas harian. Isu keterlambatan pasokan BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar membuat masyarakat memilih langkah antisipatif sejak subuh.
"Saya sengaja datang tepat setelah salat subuh karena mendengar kabar stok cepat habis kalau sudah siang. Kalau tidak dapat bensin pagi ini, saya tidak bisa narik ojek online seharian," ungkap Ruslan (38), salah seorang pengemudi ojek daring di Makassar.
Keluhan serupa disampaikan warga lain yang harus menempuh perjalanan kerja lintas kabupaten/kota. Mengantre lebih awal dinilai sebagai cara paling aman agar tidak terjebak kekosongan bahan bakar di jalan raya.
Fakta Lapangan Situasi Antrean BBM
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, ada beberapa poin penting terkait dinamika antrean bahan bakar di Makassar:
- Jenis Bahan Bakar yang Diburu: Mayoritas antrean panjang terjadi di jalur pompa pengisian Pertalite dan Solar bersubsidi.
- Panjang Antrean Kendaraan: Di beberapa SPBU besar, panjang antrean mobil mencapai 300 hingga 500 meter di sepanjang badan jalan.
- Waktu Tunggu Rata-rata: Setiap pengendara harus menghabiskan waktu rata-rata 45 menit hingga 1,5 jam hanya untuk mencapai mesin dispenser BBM.
Menanggapi kepanikan masyarakat, pihak terkait mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying, mengingat distribusi pasokan BBM ke SPBU di Makassar masih terus diupayakan berjalan normal dan mencukupi kebutuhan harian masyarakat.
Comments (0)