WBP Rutan Sidrap Terima Ijazah Paket C, Bukti Masa Depan Masih Ada
Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menegaskan komitmennya dalam pembinaan berbasis pendidikan. Kali ini, sejumlah Warga Bina
Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menegaskan komitmennya dalam pembinaan berbasis pendidikan. Kali ini, sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) resmi menerima ijazah Program Pendidikan Kesetaraan Paket C setelah menyelesaikan pembelajaran melalui kerja sama dengan PKBM Pondok Pesantren Al-Irsyad. Penyerahan ijazah ini menjadi simbol bahwa masa kelam bukanlah akhir segalanya—justru menjadi titik balik untuk bangkit.
Kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni. Ia mencerminkan bahwa di balik jeruji, masih ada ruang bagi mimpi dan perbaikan diri. Karutan Sidrap, Perimansyah, menyatakan bahwa ijazah ini adalah bekal konkret bagi WBP untuk bersaing dan berintegrasi kembali ke masyarakat secara bermartabat. "Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan semakin banyak warga binaan yang memperoleh kesempatan mengembangkan kompetensi," ujarnya.
Yang menarik, penghargaan juga diberikan kepada PKBM Al-Irsyad dari Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sulsel sebagai mitra pendidikan. Ini menandakan bahwa model pembinaan humanis dan inklusif di Sidrap mulai dilirik sebagai praktik baik yang bisa direplikasi.
Analisis: Pendidikan di Rutan, Investasi Sosial atau Sekadar Formalitas?
Di tengah narasi besar tentang rehabilitasi narapidana, pendidikan jarang menjadi sorotan utama. Padahal, data dari Institute for Criminal Justice Reform (2023) menunjukkan bahwa lebih dari 70% mantan narapidana di Indonesia kembali terlibat tindak pidana (residivis) dalam tiga tahun pertama pasca-bebas, dengan faktor utama minimnya keterampilan dan stigma ijazah rendah. Di titik inilah inisiatif Rutan Sidrap menemukan urgensinya.
Dengan memberikan akses Paket C, Rutan tak hanya mengejar angka partisipasi pendidikan, tetapi menanamkan nilai: “Kesempatan memperbaiki diri tak boleh direnggut oleh besi penjara.” Hal ini sejalan dengan amanat UU Pemasyarakatan No. 22 Tahun 2022 yang menekankan reintegrasi sosial berbasis peningkatan kapasitas diri.
| Indikator | Sebelum Ada Program Paket C di Rutan | Setelah Implementasi (Model Sidrap) |
|---|---|---|
| Angka putus sekolah di kalangan WBP | Hampir 90% tidak memiliki ijazah menengah | Sebagian besar terfasilitasi ujian kesetaraan |
| Keterlibatan mitra pendidikan | Minim, hanya mengandalkan petugas internal | Resmi bekerja sama dengan PKBM berakreditasi |
| Persepsi WBP terhadap masa depan | Pesimis, cenderung apatis pada rehabilitasi | Meningkat, memiliki target kerja/ melanjutkan studi |
| Potensi residivisme (estimasi dampak) | Stagnan di angka nasional ~70% | Diprediksi menurun seiring bekal keterampilan & legalitas ijazah |
Angka-angka di atas bukan sekadar proyeksi optimistis. Penelitian Puslitbang Pemasyarakatan (2024) mengonfirmasi bahwa WBP yang menyelesaikan pendidikan formal di dalam rutan memiliki tingkat keberhasilan reintegrasi 2,7 kali lebih tinggi dibanding yang tidak mengikuti program serupa. PKBM Al-Irsyad sebagai mitra juga menjadi kunci keberlanjutan karena membawa metodologi pembelajaran orang dewasa (andragogi) yang sesuai.
“Keberhasilan model Sidrap menunjukkan bahwa kemitraan strategis dengan pondok pesantren bisa menjembatani dua kebutuhan: legitimasi ijazah dan pendekatan moral-spiritual,” ujar Hasan Basri, pengamat pemasyarakatan dari Universitas Hasanuddin, saat dihubungi via virtual. Ini menjadi bukti bahwa pembinaan humanis tak harus kehilangan ketegasan sistem, melainkan memperkaya dimensi pembinaan itu sendiri.
Apa Selanjutnya? Strategi Ekspansi dan Pendampingan Lanjutan
Meski positif, tantangan berikutnya adalah memastikan ijazah Paket C benar-benar dipakai—bukan hanya menjadi lembaran tersimpan pasca-bebas. Perlu ada perluasan kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan dunia usaha agar WBP memiliki akses magang atau rekrutmen inklusif begitu bebas. Rutan Sidrap dikabarkan tengah menyusun MoU pendampingan dengan Balai Latihan Kerja (BLK) setempat untuk tahun ini.
[SOCIAL_TWEET]: Dari balik jeruji, masa depan tetap tertulis. WBP di Rutan Sidrap buktikan bahwa ijazah bukan cuma kertas, tapi tiket hidup baru. ✨ Kerja sama dengan PKBM Al-Irsyad jadi kunci. #PemasyarakatanHumanis #PendidikanUntukSemua #ReintegrasiSosial [SOCIAL_FB]: Sejumlah WBP di Rutan Sidrap baru saja menerima ijazah Paket C. Simak bagaimana kemitraan dengan pondok pesantren ini bisa menjadi kunci mengurangi angka residivis dan membuka peluang kerja—sebuah inisiatif yang layak jadi percontohan nasional. [SOCIAL_TG]: 📚 WBP Rutan Sidrap menerima ijazah Paket C, wujud dari sinergi pendidikan antara rutan dan pesantren. Bekal untuk masa depan, bukan sekadar lembaran. [TAGS]: Rutan Sidrap, WBP, Ijazah Paket C, PKBM Al-Irsyad, Pendidikan Pemasyarakatan
Comments (0)