4 Fakta Penyelundupan Sabu 325 Kg Jaringan Tailan-Aceh Dibongkar Polri

Jakarta - Upaya Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri dalam memberantas peredaran gelap narkotika kembali membuahkan hasil besar. Tim gabungan berhasil mengungkap jaringa

Jul 07, 2026 - 23:32
0 1
4 Fakta Penyelundupan Sabu 325 Kg Jaringan Tailan-Aceh Dibongkar Polri

Jakarta - Upaya Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri dalam memberantas peredaran gelap narkotika kembali membuahkan hasil besar. Tim gabungan berhasil mengungkap jaringan internasional Tailan-Aceh yang menyelundupkan sabu dalam jumlah fantastis, yakni 325 kilogram. Pengungkapan ini tidak hanya menjadi bukti nyata keseriusan Polri, tetapi juga hadiah istimewa di momen perayaan HUT ke-80 institusi kepolisian tersebut. Media kami (Warkini.com) merangkum empat fakta penting di balik operasi ini.

1. Kolaborasi Apik Lintas Lembaga

Keberhasilan ini bukan hanya kerja tunggal Polri. Dittipidnarkoba Bareskrim melalui Subdit IV dan Satgas NIC (National Information Center) yang dipimpin oleh Kombes Handik Zusen dan Kevin Leleury, bersinergi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, khususnya Kanwil Aceh dan Kantor Bea Cukai Lhokseumawe. Kolaborasi ini menjadi kunci pengungkapan kasus yang terorganisir dengan rapi. Para petugas melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan jaringan ini, hingga akhirnya berhasil mencegat sabu sebelum beredar luas di masyarakat. "Kami terus memperkuat sinergi demi negeri agar generasi muda Indonesia bisa terjauh dari ancaman narkotika," ujar salah satu petinggi Bea Cukai saat dimintai konfirmasi oleh Warkini.com.

2. Modus Operandi Jaringan Tailan-Aceh

Berdasarkan laporan yang dihimpun Warkini.com dari sumber internal kepolisian, jaringan Tailan-Aceh diduga menggunakan jalur laut tradisional untuk membawa sabu dari negara asal, yang disinyalir dari kawasan Asia Tenggara, masuk ke perairan Aceh. Aceh dikenal sebagai salah satu pintu masuk strategis penyelundupan narkoba karena garis pantainya yang panjang dan berbatasan langsung dengan Selat Malaka. Setelah mendarat, narkotika tersebut rencananya akan didistribusikan ke kota-kota besar seperti Medan, Jakarta, hingga Surabaya. Polri masih menelusuri siapa otak di balik jaringan ini dan apakah ada keterlibatan warga negara asing (WNA) atau murni jaringan lokal yang terkoneksi dengan sindikat internasional.

3. Sabu 325 Kg Senilai Ratusan Miliar

Barang bukti yang disita sangat mencengangkan: 325 bungkus sabu dengan total berat 325 kilogram. Setiap bungkus berisi 1 kilogram sabu berkualitas tinggi. Jika diuangkan, nilai transaksi gelap narkotika ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp 400 miliar. Jumlah tersebut tentu bisa merusak lebih dari satu juta jiwa jika sampai beredar. "Ini adalah pukulan telak bagi jaringan narkoba. Kami berhasil menyelamatkan anak bangsa dari potensi kecanduan dan kematian," tegas Brigjen Pol Eko Hadi, Dirtipidnarkoba, dalam keterangannya, Minggu (28/6/2026). Keberhasilan ini juga terjalin sempurna dengan agenda Operasi Bersinar yang tengah gencar dilakukan Polri.

4. Komitmen Polri Menjelang HUT ke-80

Menariknya, pengungkapan ini terungkap tepat menjelang puncak peringatan HUT ke-80 Polri pada 1 Juli mendatang. Momen ini menjadi penegasan bahwa meski di usia yang ke-80, Polri tetap aktif dan progresif dalam menjalankan tugas pokoknya. Brigjen Pol Eko Hadi menambahkan:

"Tim gabungan Subdit 4, Tim 1 Satgas NIC Dittipidnarkoba, Bea Cukai Kanwil Aceh, dan Bea Cukai Lhokseumawe berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu sebanyak 325 bungkus (325 kilogram). Ini adalah kado terbaik untuk HUT Polri dan seluruh masyarakat Indonesia."

Kasus ini akan terus dikembangkan untuk membongkar seluruh mata rantai jaringan. Polri juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan jika mendapati indikasi peredaran gelap narkoba di lingkungan tempat tinggal. Warkini.com akan terus memberikan perkembangan terbaru seputar penanganan kasus ini dan upaya pemberantasan narkotika di Tanah Air.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rangga-pradana

Reporter Lifestyle. Reporter kuliner, travel, dan gaya hidup.

Comments (0)

User