warkini.
Travel

5.236 UMKM di Bantul Rambah Pasar Digital, Dongkrak Omzet Penjualan

Langkah percepatan transformasi digital terus membuahkan hasil manis bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa

5.236 UMKM di Bantul Rambah Pasar Digital, Dongkrak Omzet Penjualan

Langkah percepatan transformasi digital terus membuahkan hasil manis bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tercatat, sebanyak 5.236 UMKM Bantul kini telah resmi merambah ekosistem digital dan aktif berjualan secara daring melalui berbagai platform e-commerce maupun media sosial. Perubahan pola dagang ini terbukti efektif mendongkrak omzet penjualan serta memperluas jangkauan pasar hingga ke luar daerah.

Peralihan menuju ruang digital bukan sekadar tren sesaat, melainkan strategi bertahan sekaligus berkembang di tengah perubahan perilaku konsumen modern. Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul terus menggenjot program pendampingan literasi usaha dan pemanfaatan teknologi informasi bagi para pelaku usaha lokal.

Transformasi Digital Buka Akses Pasar Lebih Luas

Sebelum memanfaatkan ekosistem daring, sebagian besar pelaku usaha di Bantul hanya mengandalkan penjualan konvensional dari mulut ke mulut atau mengandalkan kunjungan wisatawan lokal. Namun, kehadiran teknologi digital membuka peluang tanpa batas bagi produk unggulan daerah, mulai dari kerajinan tangan, fesyen batik, hingga kuliner khas.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan sampingan, melainkan keharusan bagi UMKM agar mampu bersaing. Kami melihat antusiasme pelaku usaha di Bantul sangat tinggi dalam mempelajari cara promosi daring, manajemen toko online, hingga pengelolaan transaksi digital,” ujar perwakilan DKUKMPP Bantul dalam keterangannya.

Dengan beralih ke ranah digital, para perajin dan produsen makanan olahan kini bisa menerima pesanan dari berbagai kota di Indonesia bahkan mancanegara tanpa perlu membuka cabang fisik baru yang memakan biaya besar.

Langkah Strategis DKUKMPP Dorong Literasi Usaha

Keberhasilan ribuan UMKM Bantul menembus pasar daring tak lepas dari intervensi berkelanjutan yang dilakukan pemerintah daerah. DKUKMPP Bantul merancang sejumlah program inkubasi terarah guna memastikan pelaku usaha tidak hanya sekadar membuat akun toko online, melainkan mampu mengelolanya secara profesional.

Berikut sejumlah program kunci yang dijalankan untuk memperkuat kapasitas digital UMKM Bantul:

  • Pelatihan Foto Produk dan Copywriting: Membekali pelaku usaha dengan keterampilan visual serta teknik penulisan deskripsi produk yang memikat calon pembeli.
  • Manajemen Toko dan Marketplace Onboarding: Pendampingan teknis dalam membuka etalase digital, mengatur stok, hingga memanfaatkan fitur promosi berbayar.
  • Integrasi Pembayaran Nontunai: Mendorong penggunaan QRIS dan sistem perbankan digital untuk mempermudah transaksi keuangan yang aman dan transparan.
  • Standarisasi Mutu dan Kemasan: Membantu perbaikan kemasan agar tahan kirim serta pendampingan sertifikasi izin edar resmi.

Menjaga Konsistensi Mutu Menghadapi Persaingan

Meski ribuan pelaku usaha telah mencatatkan kenaikan omzet yang menjanjikan, tantangan baru tetap membayangi. Di ruang digital, persaingan harga dan kualitas berlangsung sangat ketat. Oleh sebab itu, DKUKMPP Bantul terus mengingatkan pentingnya menjaga customer trust melalui konsistensi mutu barang dan kecepatan layanan pengiriman.

Pemerintah Kabupaten Bantul optimistis angka UMKM yang go digital akan terus bertambah seiring membaiknya infrastruktur internet pedesaan dan tumbuhnya ekosistem logistik lokal yang kian kompetitif.

Sebanyak 5.236 pelaku usaha di Bantul resmi beralih ke penjualan daring. Program pendampingan literasi digital dari DKUKMPP Bantul membuka pintu pasar nasional bagi produk kerajinan dan kuliner lokal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS wendy-anwar

Reporter Travel. Menjelajah destinasi Indonesia dan tips wisata.

Comments (0)

User