58.000 Bangunan Rusak Akibat Gempa Kembar Venezuela

Caracas, Warkini.com - Pemerintah Venezuela mengonfirmasi bahwa lebih dari 58.000 bangunan mengalami kerusakan atau hancur total setelah serangkaian gempa dahsyat mengguncang negara tersebut pada Rab

Jul 06, 2026 - 13:23
0 1
58.000 Bangunan Rusak Akibat Gempa Kembar Venezuela

Caracas, Warkini.com - Pemerintah Venezuela mengonfirmasi bahwa lebih dari 58.000 bangunan mengalami kerusakan atau hancur total setelah serangkaian gempa dahsyat mengguncang negara tersebut pada Rabu (24/6) lalu. Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Venezuela menunjukkan bahwa gempa kembar berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 tersebut tidak hanya meluluhlantakkan permukiman penduduk, tetapi juga merobohkan rumah sakit, jembatan, dan fasilitas publik vital di sepanjang zona patahan.

Otoritas Caracas menyebutkan bahwa korban tewas sementara mencapai 1.700 orang, dengan ribuan lainnya masih dinyatakan hilang akibat tertimbun reruntuhan bangunan dan longsor yang dipicu oleh getaran. Kedua gempa yang terjadi dalam selang waktu kurang dari dua jam ini tercatat sebagai yang terkuat yang pernah mengguncang Venezuela dalam lebih dari satu abad terakhir, melampaui rekor gempa Cariaco tahun 1997.

Dampak di Zona Rawan Longsor

Laporan dari tim penyelamat yang dikerahkan ke wilayah terdampak menyebutkan bahwa kerusakan paling parah terjadi di negara bagian Sucre, Monagas, dan wilayah pesisir timur yang berbatasan langsung dengan episentrum gempa. Di daerah pegunungan, hujan deras yang turun pascagempa memperburuk situasi dengan memicu banjir bandang dan tanah longsor yang menutup akses jalan utama menuju sejumlah desa terisolasi.

"Lebih dari 58.000 bangunan tercatat rusak berat atau rata dengan tanah. Ini adalah bencana kemanusiaan paling masif yang pernah kami alami," ujar Menteri Koordinator Keamanan dan Pertahanan Venezuela dalam konferensi pers di Caracas, yang dikutip oleh media kami, Warkini.com.

Sejumlah rumah sakit lapangan dan tenda darurat mulai didirikan oleh Palang Merah Venezuela dan organisasi kemanusiaan internasional untuk menampung lebih dari 200.000 warga yang kehilangan tempat tinggal. Kebutuhan mendesak meliputi air bersih, selimut, obat-obatan, dan alat berat untuk evakuasi korban yang masih terjebak di bawah puing.

Bantuan Global Mengalir

Komunitas internasional merespons cepat bencana ini. Beberapa negara Amerika Latin seperti Kolombia, Brasil, dan Meksiko telah mengirimkan tim SAR dan bantuan logistik. Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui OCHA mengalokasikan dana darurat dan berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memetakan wilayah prioritas evakuasi.

Presiden Venezuela melalui akun resmi pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi palsu terkait gempa susulan. Ahli seismologi dari Universitas Los Andes memperingatkan potensi gempa susulan berkekuatan signifikan dalam beberapa hari ke depan, namun menegaskan bahwa tingkat intensitasnya akan terus menurun.

Warkini.com terus memantau perkembangan situasi pascagempa kembar Venezuela. Hingga berita ini diterbitkan, proses evakuasi masih berlangsung di beberapa titik terparah, dengan harapan jumlah korban selamat dapat bertambah seiring datangnya bantuan dan alat berat dari kota-kota besar. Pemerintah setempat memperkirakan kerugian material akibat dua gempa ini bisa mencapai puluhan miliar dolar AS, mengingat infrastruktur vital seperti pelabuhan dan jalur pipa minyak di timur negara turut terdampak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
jovan-pratama

Editor Sosial Media. Editor tren TikTok, Instagram, dan X.

Comments (0)

User