82 UMKM di Daerah Dapat Pendampingan Bisnis, Ada yang Omzetnya Naik 25%
Warkini.com, Subang - Sebanyak 82 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari 19 desa di Kabupaten Subang, Jawa Barat, berhasil meningkatkan kinerja bisnis mereka setelah mengikuti program pe
Warkini.com, Subang - Sebanyak 82 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari 19 desa di Kabupaten Subang, Jawa Barat, berhasil meningkatkan kinerja bisnis mereka setelah mengikuti program pendampingan intensif. Program bertajuk UMKM Untuk Indonesia ini digelar oleh Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK) bersama program keberlanjutan "Sampoerna untuk Indonesia", dan telah memberikan dampak nyata berupa kenaikan omzet hingga 25% pada sejumlah peserta.
Selama program, para peserta yang mayoritas bergerak di sektor makanan dan minuman mendapatkan pelatihan komprehensif yang memadukan pendekatan konvensional dan teknologi terkini. Dalam tiga sesi yang dilaksanakan secara daring maupun luring, pelaku usaha dibekali berbagai materi esensial untuk memperkuat fondasi bisnis mereka.
Materi Pelatihan dan Pendampingan
Adapun cakupan pelatihan meliputi penguatan pola pikir kewirausahaan, pengurusan legalitas usaha, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar, serta penyusunan unique selling proposition (USP) dan strategi merek. Tak hanya itu, peserta juga diajarkan cara mengemas produk secara menarik, menerapkan pemasaran digital secara efektif, hingga memanfaatkan kecerdasan artifisial (AI) untuk mendukung operasional bisnis.
"Kami ingin para pelaku UMKM di daerah tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan naik kelas. Untuk itu, materi pelatihan dirancang sedemikian rupa agar aplikatif dan bisa langsung diterapkan," ujar perwakilan program dalam keterangan tertulis yang diterima Warkini.com.
Dampak Positif terhadap Omzet
Hasil dari pendampingan tersebut mulai terlihat. Beberapa peserta melaporkan peningkatan omzet yang signifikan, dengan kenaikan mencapai 25% setelah mereka mengimplementasikan strategi yang dipelajari, terutama di bidang pemasaran digital dan pengemasan produk yang lebih modern. Peningkatan ini diyakini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara yayasan, korporasi, dan pelaku usaha lokal dapat mendorong pertumbuhan ekonomi akar rumput.
Program ini diharapkan dapat direplikasi di daerah lain agar lebih banyak UMKM Indonesia yang mendapatkan akses terhadap pendampingan berkualitas dan teknologi terbaru.
Comments (0)