Viking Persib Setuju Aturan Larangan Suporter Tamu Dicabut
Hayoo, siapa di sini yang udah kangen banget nobar di stadion lawan sambil dukung tim kesayangan? Buat kamu, para Bobotoh sejati, ada angin segar nih dari
Hayoo, siapa di sini yang udah kangen banget nobar di stadion lawan sambil dukung tim kesayangan? Buat kamu, para Bobotoh sejati, ada angin segar nih dari PSSI! Rencana penghapusan larangan suporter tamu secara bertahap finally dapet standing ovation dari salah satu kelompok suporter paling solid se-Indonesia: Viking Persib Club (VPC). Yes, mereka secara resmi bilang, "Let's go, away days is back on the menu!"
Jadi gini guys, selama ini kan kita semua dipaksa puasa dari yang namanya away trip demi alasan keamanan. Tapi menurut VPC, aturan itu udah kayak aplikasi error yang gak pernah di-update—gak efektif dan malah bikin klub kena getahnya. Ketua Umum VPC, Tobias Ginanjar, dengan santai tapi tegas menyampaikan bahwa budaya away itu bukan cuma soal tiga poin atau gengsi. Ini soal silaturahmi yang bikin hubungan antar-suporter makin erat kayak lem G.
"Sangat menyambut baik ya kalau memang itu benar terjadi. Karena kan bagaimanapun away itu sarana silaturahmi untuk mendekatkan antar suporter sebenarnya. Kalaupun ada risiko-risiko bentrok dan lain sebagainya kan sebenarnya itu bisa mitigasi," ujar Tobias Ginanjar.
Coba deh kita break down, logikanya simple banget: ngapain coba bikin aturan yang ujung-ujungnya cuma jadi pajangan? Tobias menyoroti fakta di lapangan yang bikin kita semua ngakak miris. Meskipun ada larangan, nyatanya banyak suporter—entah itu Bobotoh, Jakmania, atau Bonek—yang jiwa petualangannya tetap on fire. Mereka tetep aja gaspol traveling ke kandang lawan. Alhasil? Bukan suporter yang aman, tapi klub kesayangan kita yang kena denda. Kan jadi plot twist yang nyebelin banget tuh. Uang yang harusnya buat beli pemain bintang, malah ludes buat bayar penalti.
"Karena kan sekarang juga larangan away ada tapi kenyataannya di lapangan orang away-away aja, jadi buat apa bikin aturan tersebut kalau memang tidak efektif. Jadi sudah benar sekali kalau memang mau dicabut," tegasnya.
Solusi Ala VPC: Jangan Pukul Rata, Mitigasi Itu Kunci!
Poin paling penting yang disuarakan VPC adalah soal pendekatan keamanan. Mereka gak mau semua pertandingan diperlakukan sama kayak template postingan Instagram. Menurut Tobias, potensi kerawanan itu gak bisa dijadiin alasan buat sweeping seluruh suporter tandang. Kuncinya ada di koordinasi dan mitigasi cerdas dari aparat keamanan. Ibarat kata, kalau satu atau dua akun toxic, masa iya seluruh platformnya yang di-banned?
VPC berharap pencabutan aturan ini dibarengi dengan penyusunan mekanisme yang proper banget. Kolaborasi antara PSSI, iLeague, klub, suporter, dan kepolisian adalah dream team yang harusnya bisa bikin sistem keberangkatan away jadi aman, rapi, dan pastinya hype! Kebijakan ini dinilai selaras dengan semangat sepak bola modern yang lebih inklusif. So, gak ada lagi tuh cerita nonton di layar kaca sambil FOMO liat temen-temen di tribun lawan.
Buat kamu yang udah mulai cek tiket kereta dan apply cuti dadakan, sabar dulu ya, Gaes. Ini masih proses. Tapi setidaknya, suara dari Viking Persib Club ini jadi sinyal kalau rivalitas di lapangan gak harus mematikan silaturahmi di tribun. Sepak bola tanpa suporter tandang itu ibarat makan Indomie gak pake bumbu; hambar, gak ada gregetnya!
Menurut kamu gimana nih, Warkiners? Setuju gak kalau away day dibuka lagi? Atau jangan-jangan kamu punya trauma pengalaman away yang bikin jantung copot? Drop di kolom komentar ya! Pilih emoji atau polling di bawah: 👍 kalau setuju away dicabut, atau 🤔 kalau masih ragu sama keamanannya!
Comments (0)