9 BUMN Logistik Akan Berada di Bawah PT Pos Indonesia, Begini Rencananya
Jakarta - Warkini.com — Rencana konsolidasi besar sektor logistik BUMN akhirnya terkuak. Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Daud Joseph, membeberkan peta jalan integrasi sembilan perusahaan
Jakarta - Warkini.com — Rencana konsolidasi besar sektor logistik BUMN akhirnya terkuak. Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Daud Joseph, membeberkan peta jalan integrasi sembilan perusahaan logistik pelat merah ke dalam satu entitas di bawah kendali Pos Indonesia. Pada tahap awal, tujuh perusahaan akan digabungkan ke PT Multi Terminal Indonesia (MTI) mulai 1 Juli 2026. "Ini adalah fondasi holding logistik nasional yang kami bangun secara bertahap," ujar Daud Joseph dalam paparan yang diterima media kami, Selasa (15/7/2025).
Tujuh Perusahaan Awal dalam Integrasi
Adapun tujuh perusahaan yang akan bergabung ke MTI pada tahap pertama meliputi PT Multi Terminal Indonesia (MTI) dan PT Prima Indonesia Logistik (PIL) yang saat ini di bawah naungan Pelindo; PT Pos Logistik Indonesia (Poslog) milik Pos Indonesia; PT Sarana Bandar Logistik (SBL) yang dimiliki PT Pelni; PT KBN Prima Logistik (KPL) milik Danareksa; PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS) dari SIG; serta PT Krakatau Jasa Logistik (KJL) yang merupakan bagian dari Krakatau Steel. Struktur kepemilikan sementara di MTI ditetapkan 73% oleh Pelindo, 9% oleh Pos Indonesia, dan 17% oleh lima perusahaan lainnya.
"Kami menargetkan pada tahun 2027 seluruh saham perusahaan hasil konsolidasi sepenuhnya beralih ke PT Pos Indonesia. Dengan demikian, sembilan BUMN logistik akan resmi berada dalam satu kendali strategis," tegas Daud Joseph.
Konsolidasi ini sejalan dengan arahan Kementerian BUMN untuk menciptakan ekosistem logistik nasional yang lebih efisien dan terintegrasi. Penggabungan aset diharapkan menghasilkan sinergi dari hulu ke hilir, mulai dari layanan pergudangan, transportasi multimoda, hingga distribusi akhir. Warkini.com akan terus memantau perkembangan rencana strategis ini dan dampaknya terhadap industri logistik di Tanah Air.
Comments (0)