Airlangga Targetkan AI Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) akan menjadi motor baru penggerak ekonomi nasional. Dala

Jul 11, 2026 - 11:45
0 1
Airlangga Targetkan AI Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) akan menjadi motor baru penggerak ekonomi nasional. Dalam sebuah forum ekonomi digital di Jakarta, Airlangga mengungkapkan bahwa Indonesia tidak boleh ketinggalan dalam revolusi industri keempat. “Kita menargetkan kontribusi AI terhadap PDB bisa mencapai 10% pada tahun 2030,” ujarnya. Pemerintah saat ini tengah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis untuk menciptakan ekosistem AI yang kondusif.

Potensi AI dalam Perekonomian

Berdasarkan studi dari McKinsey, adopsi AI secara luas dapat menambah nilai ekonomi global hingga USD 13 triliun pada 2030. Bagi Indonesia, angka ini setara dengan peluang peningkatan PDB sebesar 1,2% per tahun. Sektor-sektor seperti manufaktur, kesehatan, pertanian, dan jasa keuangan diprediksi akan mengalami transformasi paling signifikan. Airlangga menekankan bahwa pemanfaatan AI bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing. “Ini bukan pilihan, ini keniscayaan,” kata Airlangga.

Strategi Pemerintah Mendorong AI

Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah telah menyusun Peta Jalan Strategi Nasional Kecerdasan Artificial 2020-2045. Beberapa pilar utama meliputi peningkatan infrastruktur digital, pengembangan talenta AI, dan penguatan regulasi. Airlangga menyebutkan bahwa pemerintah akan mengalokasikan dana riset sebesar Rp5 triliun untuk pengembangan teknologi AI dalam lima tahun ke depan.

“Kami ingin memastikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga produsen inovasi AI,” tegas Airlangga.

Tantangan dan Peluang

Meski prospeknya cerah, implementasi AI di Indonesia menghadapi tantangan seperti kesiapan infrastruktur, kesenjangan literasi digital, dan kekhawatiran terhadap hilangnya lapangan kerja. Namun, Airlangga optimistis bahwa AI justru akan menciptakan banyak pekerjaan baru yang lebih berkualitas. “Transformasi pasti ada, tapi kita harus mempersiapkan SDM agar bisa memanfaatkan peluang tersebut,” ujarnya. Pemerintah juga bekerja sama dengan universitas dan industri untuk menyediakan pelatihan AI bagi 100.000 tenaga kerja Indonesia pada 2025.

Proyeksi dan Dampak Nyata

Beberapa proyek percontohan telah dijalankan, seperti penggunaan AI dalam diagnosis penyakit di rumah sakit daerah terpencil dan sistem irigasi pintar di sektor pertanian. Hasil awal menunjukkan peningkatan efisiensi hingga 30%. Berikut perbandingan potensi sektor dengan dan tanpa AI:

SektorKontribusi PDB Saat Ini (%)Potensi Tambahan dengan AI (%)
Manufaktur19+2,5
Pertanian13+1,8
Keuangan4,5+3,2

Airlangga berharap dengan dukungan semua pihak, AI bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonomi hingga 7% per tahun, jauh di atas rata-rata saat ini. Komitmen ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang menargetkan Indonesia sebagai ekonomi terbesar kelima di dunia.

[SOCIAL_TWEET]: Menko Airlangga bidik AI jadi mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia. Target kontribusi 10% dari PDB pada 2030. Pemerintah siapkan Rp5 triliun untuk riset AI. #AIIndonesia #EkonomiDigital #AirlanggaHartarto[SOCIAL_TG]: 🚀 Menko Airlangga: AI bakal jadi motor ekonomi Indonesia. Targetnya, 10% PDB dari AI di 2030. Riset disiapkan Rp5 triliun. Siap-siap era baru!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User