Ajaib Cetak Laba, TipTip Untung, Danantara Masuk GoTo
JAKARTA — Ekosistem teknologi Indonesia menutup kuartal pertama 2026 dengan serangkaian sinyal positif yang saling berkelindan. Platform investasi ritel Aj
JAKARTA — Ekosistem teknologi Indonesia menutup kuartal pertama 2026 dengan serangkaian sinyal positif yang saling berkelindan. Platform investasi ritel Ajaib mencatatkan lompatan kinerja yang mengesahkan profitabilitas, sementara platform monetisasi kreator TipTip membalikkan kondisi keuangan menjadi untung. Di saat yang sama, entitas investasi Danantara secara tenang telah menempatkan diri di tabel kapitalisasi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Pekan yang padat ini dikuatkan oleh rilis laporan Money20/20 Future of Fintech in APAC 2026 yang memotret tren dominasi Asia Tenggara, serta persiapan B2B Tech Asia Expo 2026 yang akan digelar 1–2 Juli di Jakarta.
Ajaib Dorong Pertumbuhan Jadi Profitabilitas
Laporan internal Ajaib yang dirilis Kamis pekan lalu menunjukkan bahwa platform manajemen kekayaan itu membukukan laba bersih perdana pada kuartal I-2026. Pendapatan operasional perseroan melonjak 110% secara tahunan menjadi Rp1,2 triliun, ditopang oleh jumlah investor ritel yang kini melewati 10 juta pengguna terdaftar. CEO Ajaib, Anderson Sumarli, mengatakan kepada wartawan bahwa efisiensi dari otomatisasi reksa dana bertenaga AI dan ekspansi layanan saham AS telah menjadi kunci. “Pertumbuhan tidak lagi kami kejar dengan bakar uang. Ajaib kini berada di fase di mana skala dan disiplin operasional saling mendorong profitabilitas kontributif,” ujarnya. Margin laba operasi mencapai 18%, menjadikan Ajaib salah satu dari segelintir fintech Indonesia yang tidak lagi bergantung pada subsidi pembukaan rekening.
TipTip Balik Modal, Transformasi Jadi Platform Berlangganan
Setelah beberapa kuartal mencatat rugi, TipTip — platform donasi dan dukungan untuk kreator konten di bawah Telkomsel — mengumumkan bahwa mereka mencetak EBITDA positif pada kuartal IV-2025 dan bertahan sepanjang Maret 2026. Volume transaksi kotor (GTV) menembus Rp520 miliar, dengan basis kreator aktif mencapai 3,2 juta orang. Direktur Utama TipTip, Sari Dewi Lestari, menuturkan bahwa perubahan model bisnis dari “tip sukarela” menjadi langganan bulanan premium berhasil meningkatkan pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) sebesar 40%. “Kreator kini mendapatkan kepastian pendapatan, sementara kami mendapatkan aliran dana yang lebih stabil,” katanya di sela acara Money20/20 APAC. TipTip juga memanfaatkan infrastruktur 5G Telkomsel untuk live streaming berdefinisi tinggi yang menambah durasi menonton.
Danantara Masuk GoTo, Suntikan Kepercayaan Baru
Langkah paling mengejutkan terjadi di balik layar pasar modal. Danantara, anak usaha investasi dari grup besar nasional, secara diam-diam mengakuisisi sekitar 5% saham GoTo melalui pembelian di pasar sekunder dan negosiasi langsung dengan pemegang saham awal. Informasi yang dihimpun dari dua sumber dekat proses menyebutkan nilai transaksi diperkirakan sekitar Rp3,8 triliun. Masuknya Danantara dipandang sebagai sinyal bahwa investor strategis domestik melihat titik balik valuasi GoTo pasca efisiensi besar-besaran dan pencapaian EBITDA positif yang dijadwalkan tahun ini. Analis Ciptadana Sekuritas, Aditya Pratama, menilai aksi korporasi tersebut dapat “menyerap tekanan jual dari investor asing dan mendongkrak sentimen lokal.” GoTo sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi, namun saham GOTO langsung menguat 4% pada sesi perdagangan pagi setelah kabar beredar.
Laporan Money20/20: Asia Pasifik Pimpin Inovasi Keuangan Digital
Rilis laporan “Future of Fintech in APAC 2026” oleh Money20/20 pada awal pekan memperlihatkan bahwa kawasan Asia Pasifik menyumbang 43% dari total pendanaan fintech global senilai USD 32 miliar. Indonesia disebut sebagai pasar dengan pertumbuhan transaksi uang elektronik tercepat, dengan volume naik 35% pada 2025 menjadi USD 278 miliar. Laporan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara bank dan startup dalam skema embedded finance. “Indonesia akan menjadi medan uji model bisnis fintech 3.0, di mana agregasi, bukan originasi, yang menjadi kunci,” tulis laporan tersebut.
B2B Tech Asia Expo 2026: Solusi Perangkat Lunak untuk 10 Zona Industri
Di sektor B2B, B2B Tech Asia Expo 2026 akan digelar pada 1–2 Juli di AXA Tower – Kuningan City Grand Ballroom, Jakarta. Acara yang digagas VRIGroup dan DailySocial ini mengusung format baru berupa 10 zona industri khusus yang mempertemukan penyedia solusi dengan perusahaan dari sektor keuangan, logistik, kesehatan, ritel, dan lainnya. Sponsor dan eksibitor seperti AWS, Salesforce, SoftBank, SMBC, Jenius, Mekari, dan Zoho akan memamerkan teknologi SaaS terbaru yang langsung bisa diintegrasikan oleh bisnis. “Ini bukan sekadar pameran, tetapi laboratorium bisnis di mana keputusan pembelian perangkat lunak terjadi di tempat,” kata koordinator acara, Rini Andriani. Diperkirakan 5.000 profesional hadir untuk melihat otomatisasi proses, cloud ERP, dan keamanan siber yang menjadi prioritas investasi TI tahun ini.
[SOCIAL_TWEET]: Pekan penuh sinyal positif dari ekosistem tech Indonesia: Ajaib cetak laba, TipTip meraup untung, dan Danantara diam-diam masuk saham GoTo senilai Rp3,8T. Laporan Money20/20 juga menempatkan RI sebagai pasar uang elektronik tercepat. #Ajaib #GoTo #FintechIndonesia[SOCIAL_TG]: 🚀 Ajaib untung, TipTip balik modal, Danantara masuk GoTo. Pekan ini penuh optimisme di ekosistem tech Tanah Air. Baca detailnya di sini.
Comments (0)