warkini.
Viral

APIC dan PWI Edukasi Pelajar Cengkareng Mempromosikan Ikan Hias

Warna-warni sirip ikan guppy dan anggunnya gerak ikan cupang di dalam akuarium kaca berhasil menyihir pandangan puluhan siswa sekolah di kawasan Cengkareng

APIC dan PWI Edukasi Pelajar Cengkareng Mempromosikan Ikan Hias

Warna-warni sirip ikan guppy dan anggunnya gerak ikan cupang di dalam akuarium kaca berhasil menyihir pandangan puluhan siswa sekolah di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Suasana riuh penuh rasa ingin tahu melingkupi kegiatan unik yang digagas oleh Asosiasi Pedagang Ikan Cengkareng (APIC) berkolaborasi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Langkah nyata ini diambil untuk mengenalkan potensi ekonomi kreatif sektor perikanan hias sejak dini kepada generasi muda.

Tidak sekadar melihat-lihat koleksi akuarium, para pelajar diajak menyelami dunia akuakultur yang selama ini kerap dipandang sebelah mata. Padahal, komoditas ikan hias Indonesia memiliki daya saing yang luar biasa tinggi di pasar internasional. Melalui pendekatan yang ramah anak dan komunikatif, para pedagang dan jurnalis bahu-membahu menanamkan rasa cinta lingkungan sekaligus jiwa kewirausahaan digital kepada para peserta.

Kolaborasi Strategis Media dan Pelaku Usaha Lokal

Keterlibatan PWI dalam agenda edukasi ini memberikan warna tersendiri. Jika APIC fokus memberikan edukasi teknis mengenai perawatan dan karakteristik fauna akuatik, maka jurnalis dari PWI membekali para siswa dengan kemampuan literasi media, teknik pemotretan menggunakan ponsel pintar, hingga cara merangkai narasi promosi yang menarik di platform media sosial.

"Kami ingin anak-anak muda tidak hanya menjadi konsumen konten di media sosial, tetapi juga mampu menjadi pencipta peluang usaha. Ikan hias lokal kita punya pesona luar biasa, dan jika dipadukan dengan literasi digital yang baik, nilai ekonominya bisa berlipat ganda," ujar salah satu perwakilan pengurus PWI di sela-sela kegiatan.

Pihak APIC juga menegaskan bahwa sentra perdagangan ikan hias Cengkareng memiliki ratusan spesies ikan air tawar yang berpotensi besar menembus pasar global. Namun, tantangan utama yang dihadapi pedagang tradisional saat ini adalah kebutuhan regenerasi pasar serta modernisasi strategi pemasaran secara digital.

Membedah Potensi Budidaya Ikan Hias Populer

Dalam sesi pelatihan praktis, para siswa diperkenalkan pada berbagai jenis ikan hias air tawar yang tidak hanya indah tetapi juga relatif mudah dipelihara oleh pemula. Pengetahuan ini disajikan secara interaktif agar siswa memahami keseimbangan ekosistem akuatik sekaligus potensi bisnis rumahannya.

Jenis Ikan Hias Tingkat Perawatan Potensi Pasar Digital
Ikan Cupang (Betta sp.) Mudah Sangat Tinggi (Kontes & Kolektor)
Ikan Guppy Sangat Mudah Tinggi (Pasar Pemula & Edukasi)
Ikan Channa (Gabus Hias) Sedang Tinggi (Komunitas Spesialis)
Ikan Mas Koki Sedang Stabil (Pasar Domestik)

Berdasarkan data industri perikanan, nilai ekspor komoditas ikan hias nasional terus menunjukkan tren positif dengan nilai mencapai jutaan dolar AS per tahun. Angka ini menempatkan Indonesia di jajaran produsen utama dunia. Fakta tersebut menjadi amunisi pendorong semangat bagi para pelajar untuk melihat peluang masa depan dari hobi yang ditekuni dari rumah.

Menanamkan Benih Entrepreneurship dan Digital Literacy

Edukasi interaktif ini tidak berhenti pada pemberian materi teori semata. Para pelajar juga ditantang untuk membuat video ulasan singkat dan mengambil foto produk ikan hias secara langsung di area pameran. Karya kreasi terbaik dari peserta mendapatkan apresiasi khusus dari panitia, sehingga menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat dan menyenangkan.

"Melihat antusiasme anak-anak saat memegang kamera ponsel dan belajar teknik penulisan deskripsi produk sangat membanggakan," ungkap perwakilan APIC dengan nada optimistis. Menurutnya, sinergi lintas profesi ini menumbuhkan harapan baru bahwa pasar ikan hias lokal akan terus relevan dan berkembang mengikuti arus modernisasi.

Melalui program berkelanjutan ini, APIC dan PWI berharap wilayah Cengkareng tidak sekadar dikenal sebagai tempat transaksi fisik ikan hias, melainkan berkembang menjadi pusat edukasi akuakultur dan lahirnya calon wirausahawan muda yang mahir memanfaatkan teknologi digital.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bobby-hartono

Editor Lifestyle. Mantan editor majalah lifestyle. Fokus pada tren, gaya hidup urban, dan budaya pop.

Comments (0)

User