warkini.
Viral

Menteri LH Sebut Teknisi AC Jantung Pergerakan Green Jobs

Di tengah cuaca terik yang kian menyengat di berbagai wilayah Indonesia, deru mesin pendingin ruangan atau Air Conditioner (AC) menjadi penyelamat utama di

Menteri LH Sebut Teknisi AC Jantung Pergerakan Green Jobs

Di tengah cuaca terik yang kian menyengat di berbagai wilayah Indonesia, deru mesin pendingin ruangan atau Air Conditioner (AC) menjadi penyelamat utama di jutaan rumah dan perkantoran. Namun, di balik hembusan udara sejuk yang kita nikmati setiap hari, ada deretan pekerja lapangan yang memegang peranan krusial bagi masa depan planet ini. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Mohammad Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa profesi teknisi AC merupakan jantung dari pergerakan Green Jobs (pekerjaan hijau) di tanah air.

Pernyataan tersebut membawa sudut pandang baru dalam melihat profesi teknis yang selama ini kerap dipandang sebelah mata. Penanganan mesin pendingin bukan lagi sekadar urusan mekanis biasa, melainkan bagian penting dari diplomasi iklim dan aksi nyata penyelamatan lingkungan global.

Menteri LH Mohammad Jumhur Hidayat

Garda Terdepan Penyelamat Lapisan Ozon

Mengapa teknisi AC ditempatkan pada posisi yang begitu vital? Jawabannya terletak pada bahan pendingin atau refrigeran (yang akrab kita sebut freon) di dalam unit AC. Jika tidak ditangani dengan benar saat proses instalasi, perawatan, atau perbaikan, zat kimia ini berisiko terlepas bebas ke udara. Refrigeran konvensional memiliki Potensi Pemanasan Global (GWP) dan Potensi Penurunan Ozon (ODP) yang ribuan kali lebih tinggi ketimbang karbon dioksida.

"Teknisi AC bukan lagi sekadar tukang servis ketika unit pendingin rusak. Mereka adalah benteng pertahanan pertama kita dalam mencegah kebocoran gas refrigeran yang berpotensi merusak ozon dan memperparah pemanasan global," ujar Menteri LH Mohammad Jumhur Hidayat dalam keterangannya.

Dengan keterampilan yang tepat, seorang teknisi dapat memastikan bahwa gas refrigeran didaur ulang (*recovery*) dengan aman, bukan dibuang secara sembarangan ke atmosfer. Hal inilah yang menjadikan mereka aktor kunci dalam program *Green Jobs*.

Transformasi Industri: Konvensional vs Praktik Ramah Lingkungan

Transisi menuju ekonomi hijau menuntut perubahan mendasar pada cara kerja para teknisi di lapangan. Pemerintah terus mendorong standardisasi agar praktik ramah lingkungan menjadi norma baru di industri tata udara (HVAC).

Parameter Praktik Konvensional Praktik Green Jobs (Ramah Lingkungan)
Penanganan Refrigeran Dibuang langsung ke udara saat perbaikan Menggunakan alat penampung (recovery machine) untuk didaur ulang
Penggunaan Freon Masih menggunakan R-22 atau HCFC bernilai GWP tinggi Beralih ke R-32, R-290 (hidrokarbon), atau bahan alami ramah lingkungan
Efisiensi Energi Fokus hanya pada unit dingin kembali Memastikan konsumsi listrik unit tetap optimal dan efisien
Kualifikasi Pekerja Keterampilan otodidak tanpa sertifikasi Tersertifikasi BNSP dan kompeten dalam K3LH

Standardisasi Kompetensi dan Masa Depan Ekonomi Hijau

Untuk mewujudkan ekosistem ini, Kementerian Lingkungan Hidup bersama pemangku kepentingan terkait terus memperluas program pelatihan dan sertifikasi kompetensi. Upaya ini bertujuan agar para teknisi lokal tidak hanya menguasai teknik pendinginan, tetapi juga memahami prinsip-prinsip perlindungan lingkungan dan keselamatan kerja.

Implementasi *Green Jobs* pada sektor ini juga memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan. Teknisi yang tersertifikasi memiliki daya saing lebih tinggi, mampu memberikan efisiensi energi bagi konsumen, serta membuka peluang kerja baru yang berkelanjutan di era transisi energi.

  • Meningkatkan Efisiensi Energi: Perawatan AC yang benar dapat menghemat penggunaan listrik hingga 15-20%.
  • Menurunkan Emisi Karbon: Mencegah kebocoran refrigeran secara langsung menekan pelepasan gas rumah kaca.
  • Meningkatkan Martabat Profesi: Mendorong apresiasi publik yang lebih tinggi terhadap teknisi terampil dan tersertifikasi.

Langkah ini selaras dengan komitmen Indonesia dalam meratifikasi Amandemen Kigali dan Protokol Montreal. Dengan menempatkan teknisi AC sebagai penggerak utama *Green Jobs*, Indonesia menunjukkan bahwa langkah nyata menjaga bumi bisa dimulai dari hal paling dekat dengan keseharian kita: menjaga pendingin ruangan tetap ramah lingkungan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User