warkini.
Travel

Argentina Hadapi Lonjakan Kasus Kekerasan dan Bullying di Sekolah Dasar

Kondisi ruang kelas di tingkat sekolah dasar (SD) kini tidak lagi sepenuhnya menjadi tempat yang tenang untuk belajar. Laporan terbaru dari Fundación La Sa

Argentina Hadapi Lonjakan Kasus Kekerasan dan Bullying di Sekolah Dasar

Kondisi ruang kelas di tingkat sekolah dasar (SD) kini tidak lagi sepenuhnya menjadi tempat yang tenang untuk belajar. Laporan terbaru dari Fundación La Salle Argentina mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai relasi antarsiswa yang kian memanas. Hampir satu dari empat kepala sekolah dasar atau sekitar 23,8 persen pimpinan institusi pendidikan menilai konflik antarmurid sudah masuk dalam kategori masalah serius yang mengganggu proses belajar mengajar.

Kajian yang dirilis oleh Observatorio de Convivencia, Violencias y Conflictividades ini menyoroti bagaimana perkelahian fisik, intimidasi, hingga perundungan siber terus merangkak naik dalam beberapa tahun terakhir pascapandemi.

Kronologi Peningkatan Konflik Siswa Sekolah Dasar

Tren memburuknya iklim kedisiplinan dan relasi antarsiswa di Argentina menunjukkan grafik yang terus menanjak secara konsisten. Berdasarkan data komparatif dari laporan tahunan, eskalasi persoalan ini terangkum dalam linimasa berikut:

  1. Tahun 2021: Sebanyak 11,1 persen kepala sekolah dasar melaporkan adanya masalah relasi dan konflik serius di lingkungan sekolah mereka saat kegiatan tatap muka mulai dibuka kembali.
  2. Tahun 2022: Angka keluhan melonjak menjadi 16,0 persen, seiring adaptasi sosial anak-anak yang memperlihatkan gesekan emosional lebih tinggi di ruang kelas.
  3. Periode Survei Terbaru: Angka tersebut kembali melesat hingga menyentuh 23,8 persen, menandai rekor tertinggi dalam pemantauan konflik primer.

Kondisi ini semakin diperparah dengan temuan internasional. Pada evaluasi PISA terbaru, Argentina tercatat menempati peringkat paling buncit dari total 82 sistem pendidikan global dalam hal indeks iklim kedisiplinan sekolah. Hasil ini menjadi alarm bahaya bagi dunia pendidikan setempat.

Dialog Terbuka Jadi Kunci Meredam Perundungan

Menanggapi fenomena ini, pakar pendidikan sekaligus Koordinator Observatorium Fundación La Salle, Ana Campelo, menjelaskan bahwa fenomena ini memiliki dua sisi yang perlu dicermati secara bijak. Di satu sisi ada potensi kenaikan kasus secara riil, namun di sisi lain terdapat peningkatan kepekaan guru dalam mendeteksi kekerasan sejak dini.

"Sangat sulit memastikan apakah peningkatan ini murni karena kekerasan bertambah atau karena pihak sekolah kini lebih peka dalam mengidentifikasi masalah. Namun data membuktikan, pembuatan kesepakatan bersama dan dialog langsung adalah alat paling efektif untuk menekan kekerasan di kelas," tegas Ana Campelo.

Ana Campelo yang pernah memimpin bidang Convivencia Escolar di Kementerian Pendidikan Nasional Argentina menambahkan, sekolah tidak boleh hanya mengandalkan sanksi hukuman yang kaku. Pendekatan restoratif terbukti jauh lebih berdampak pada pembentukan karakter jangka panjang.

Tantangan Merambah ke Ruang Digital

Kehadiran observatorium baru ini dirancang khusus untuk memetakan dinamika kekerasan yang dialami murid sekolah dasar, baik di dunia nyata maupun ranah virtual. Sejumlah langkah prioritas kini didorong untuk memulihkan atmosfer belajar:

  • Penyusunan Pakta Integritas Kelas: Melibatkan siswa secara aktif dalam merumuskan batasan perilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
  • Mediasi Teman Sebaya: Membangun kebiasaan menyelesaikan perselisihan lewat musyawarah tanpa kekerasan fisik.
  • Literasi Digital Sejak Dini: Mengedukasi murid tingkat dasar tentang etika bermedia sosial demi mencegah cyberbullying di luar jam sekolah.

Menciptakan ruang belajar yang aman dan inklusif bukan hanya tanggung jawab guru di kelas, melainkan kolaborasi penuh antara orang tua dan pemangku kebijakan agar anak-anak terbebas dari trauma kekerasan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS wendy-anwar

Reporter Travel. Menjelajah destinasi Indonesia dan tips wisata.

Comments (0)

User