Argentina Incar Rekor Langka 72 Tahun Lawan Swiss di Perempat Final
Argentina bersiap menghadapi Swiss dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 yang digelar Minggu (12/7) pagi WIB di Stadion MetLife, New Jersey. Laga ini
Argentina bersiap menghadapi Swiss dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 yang digelar Minggu (12/7) pagi WIB di Stadion MetLife, New Jersey. Laga ini bukan sekadar tiket semifinal, tetapi juga jendela emas bagi Albiceleste untuk mengukir sebuah pencapaian bersejarah yang sudah 72 tahun tak tersentuh tim mana pun.
Jadwal dan Persiapan Tim
Pertandingan dijadwalkan kick-off pukul 03.00 WIB. Skuad asuhan Lionel Scaloni tiba di New Jersey dua hari lebih awal dan menjalani sesi latihan tertutup di Red Bull Arena. Semua pemain dalam kondisi fit, termasuk Lionel Messi yang tampil penuh pada babak 16 besar melawan Mesir.
“Kami menghormati Swiss, tetapi target kami jelas: terus menulis sejarah,” ujar Scaloni dalam konferensi pers pra-laga.
Rekor Langka yang Diincar
Argentina punya peluang mencatatkan rekor tujuh kemenangan beruntun di fase gugur Piala Dunia tanpa sekalipun kebobolan dalam 90 menit, sebuah capaian yang terakhir direbut Italia pada periode 1934–1954 atau tepat 72 tahun silam. Saat ini, Emiliano Martínez sudah membukukan 434 menit clean sheet di babak knockout, hanya terpaut 36 menit dari rekor legendaris Gianluigi Buffon.
“Kami sadar betul apa yang dipertaruhkan. Tapi ketenangan dan fokus adalah kunci,” kata Martínez.
Swiss Bukan Lawan Ringan
Swiss datang sebagai tim dengan struktur pertahanan paling rapat di turnamen. Granit Xhaka dan Manuel Akanji menjadi poros yang nyaris tak tertembus. Mereka hanya kebobolan dua gol sepanjang babak penyisihan dan 16 besar. Pelatih Murat Yakin menginstruksikan permainan disiplin dan serangan balik cepat untuk membongkar lini belakang Argentina.
Data FIFA menunjukkan akurasi umpan Swiss mencapai 89 persen di sepertiga lapangan sendiri, yang menjadi kunci memutus ritme lawan.
Prediksi Susunan Pemain
Scaloni kemungkinan kembali mengandalkan formasi 4-3-3. Di lini depan, Messi akan ditemani Lautaro Martínez dan Nicolás González. Gelandang Enzo Fernández dan Alexis Mac Allister menjadi motor serangan, sementara Cristian Romero bakal memimpin barisan belakang.
Kapten Swiss, Xhaka, menegaskan timnya tidak gentar. “Tekanan justru ada di Argentina. Kami menikmati peran underdog,” ucapnya.
Statistik dan Sejarah Pertemuan
Kedua tim terakhir bertemu di babak 16 besar Piala Dunia 2014, yang dimenangi Argentina lewat gol Ángel Di María. Namun, Swiss kini memiliki komposisi lebih matang dan sempat menahan imbang Prancis di fase grup.
Argentina memiliki rasio penguasaan bola 62 persen di Piala Dunia ini, sementara Swiss hanya 44 persen. Meski demikian, efisiensi penyelesaian Swiss justru lebih tinggi, yakni 18 persen berbanding 14 persen milik Argentina.
“Kami harus sabar. Gol akan datang kalau kami terus menekan,” tegas Scaloni menutup sesi.
Dengan segala catatan dan misi sejarah, laga ini diyakini bakal berlangsung sengit dan penuh taktik. Pecinta sepak bola dunia menunggu apakah Argentina mampu menyamai legenda Italia, atau Swiss justru menciptakan kejutan besar di Piala Dunia 2026.
[SOCIAL_TWEET]: Misi sejarah Argentina malam ini! Albiceleste bidik rekor 72 tahun tanpa kebobolan di fase gugur, Swiss siap jadi penghalang. Siapa raih semifinal? 🔥⚽ #PialaDunia2026 #ArgentinaVsSwiss #Rekor72Tahun[SOCIAL_TG]: ⚡ *Argentina vs Swiss* – Malam ini Albiceleste incar rekor legendaris yang tercipta 72 tahun silam. Swiss bukan lawan ringan. Simak data dan prediksi lengkapnya di sini.
Comments (0)