AS Tolak Pungutan Tarif Iran Atas Hormuz: Bisa Menyebar-Bikin Kacau

Jakarta – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, secara tegas menyatakan penolakan terhadap potensi pungutan tarif atau biaya yang dikenakan Iran terhadap kapal-kapal yang melintasi Sela

Jul 07, 2026 - 23:48
0 0
AS Tolak Pungutan Tarif Iran Atas Hormuz: Bisa Menyebar-Bikin Kacau

Jakarta – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, secara tegas menyatakan penolakan terhadap potensi pungutan tarif atau biaya yang dikenakan Iran terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Penegasan ini disampaikan sebagai respons atas wacana yang dianggap dapat mengancam stabilitas prinsip navigasi internasional.

Dalam pertemuan Dewan Kerja Sama Teluk yang digelar di Bahrain, Menlu Rubio memperingatkan bahwa tindakan sepihak terkait jalur air strategis akan berdampak sistemik. Ia menekankan bahwa jika praktik pemungutan biaya itu dibiarkan, maka hal tersebut akan menjalar ke berbagai perairan strategis lainnya di seluruh dunia, memicu eskalasi yang berujung pada "kekacauan total" dalam tatanan pelayaran global.

Ancaman Efek Domino

Menurut laporan media kami yang diterima Kamis (25/6/2026), Rubio menjelaskan argumentasinya mengenai bahaya preseden buruk dari kebijakan Iran tersebut. Ia menyoroti bahwa pengakuan terhadap hak suatu negara untuk memungut biaya di perairan internasional hanya karena kedekatan geografis merupakan langkah mundur yang serius.

"Jalur air internasional bukan milik negara mana pun. Ini adalah prinsip dasar di dunia saat ini, tanpa itu, dunia akan berada dalam kekacauan total," kata Rubio mengutip laporan media kami, Kamis (25/6/2026).

Lebih lanjut, diplomat tinggi AS itu menggunakan analogi yang kuat untuk menggambarkan potensi penyebaran krisis tersebut. Ia mengibaratkan legitimasi terhadap pungutan sepihak di Hormuz sebagai sebuah "penyakit menular" yang akan dengan cepat menginfeksi jalur perairan vital lainnya di berbagai benua. “Jika kita menerima bahwa Anda dapat memungut biaya untuk menggunakan jalur air internasional karena kebetulan berada di dekat wilayah teritorial Anda, maka ini akan menyebar ke seluruh dunia seperti penyakit menular,” cetusnya.

Penolakan ini mencerminkan komitmen Washington untuk menjaga kebebasan bernavigasi, terutama di Selat Hormuz yang merupakan salah satu arteri perdagangan energi paling vital di planet ini. Sikap AS ini muncul di tengah upaya aliansi Teluk untuk memperkuat kerja sama keamanan maritim guna mencegah gangguan terhadap rantai pasok global yang pada akhirnya dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rangga-pradana

Reporter Lifestyle. Reporter kuliner, travel, dan gaya hidup.

Comments (0)

User