Singapura/Jakarta — Regulator privasi Australia resmi membuka penyelidikan terhadap sebuah perusahaan perangkat lunak asal Tiongkok yang berada di balik aplikasi HeyCyan pada kacamata pintar bermerek Anko yang dijual ritel Kmart. Langkah ini diambil setelah kehebohan publik mengenai penggunaan perangkat tersebut secara diam-diam untuk merekam video dan mengambil gambar tanpa sepengetahuan orang di sekitarnya.
Komisaris Privasi Australia menyatakan bahwa Shenzhen Qingcheng, perusahaan pengembang aplikasi HeyCyan yang terpasang di kacamata pintar senilai $89 tersebut, tidak merespons serangkaian pertanyaan resmi yang diajukan oleh kantor regulator. Kegagalan kooperatif ini memperkuat dugaan perlunya penyelidikan lebih lanjut, mengingat perangkat tersebut telah beredar luas di masyarakat dan memicu seruan untuk melarang atau membatasi penjualannya.
Tuntutan Awal: Kamera Tersembunyi di Kacamata Murah
Kisah ini bermula pada Agustus 2026, ketika media nasional Australia melaporkan bahwa Kmart kehabisan stok kacamata pintar bermerek Anko, versi diskon dari teknologi kacamata pintar Meta yang mampu menangkap gambar dan merekam video definisi tinggi. Laporan tersebut langsung memicu kekhawatiran masyarakat luas mengenai potensi penyalahgunaan perangkat untuk pengintaian (peeping) di ruang publik.
- Agustus 2026 — Kmart dilaporkan kehabisan stok kacamata pintar Anko bertenaga kamera, memicu respons publik yang masif.
- September 2026 — Muncul seruan dari aktivis privasi dan publik agar penjualan serta penggunaan perangkat diatur lebih ketat.
- Oktober 2026 — Regulator privasi Australia mengumumkan penyelidikan resmi terhadap Shenzhen Qingcheng sebagai pengembang aplikasi HeyCyan.
- Tahap berjalan — Shenzhen Qingcheng belum memberikan tanggapan atas permintaan informasi dari regulator, sehingga penyelidikan dilanjutkan.
Shenzhen Qingcheng Dituding Diam Seribu Bahasa
Dalam pernyataannya, regulator menyoroti bahwa Shenzhen Qingcheng tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dikirimkan kepadanya. Ketidaksigapan ini dianggap serius karena aplikasi HeyCyan merupakan komponen inti yang menghubungkan kacamata pintar dengan perangkat pengguna, termasuk potensi aliran data pihak ketiga. “Ketika sebuah perusahaan yang memegang akses ke data pengguna memilih bungkam saat dimintai penjelasan, itu adalah sinyal merah yang tidak bisa diabaikan,” komentar seorang analis keamanan digital regional.
Pertanyaan besar yang mengemuka: ke mana data yang direkam oleh kacamata pintar tersebut dikirim? Apakah video dan gambar disimpan di server di dalam Tiongkok, dan apakah pengguna lain yang terekam mendapat perlindungan privasi memadai? Regulator disebut berusaha memastikan seluruh rantai pemrosesan data mematuhi standar privasi Australia.
Dampak terhadap Kmart dan Meta
Kmart sebelumnya telah menarik perhatian publik karena menjual kacamata pintar bermerek Anko dengan harga terjangkau, membuat teknologi kamera tersembunyi menjadi semakin terjangkau bagi konsumen biasa. Insiden ini juga membuka kembali diskusi mengenai tanggung jawab ritel dan produsen teknologi dalam mengawasi produk yang berpotensi menyalahi norma privasi.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Produk | Kacamata pintar Anko (versi diskon Meta) |
| Harga | $89 |
| Aplikasi | HeyCyan |
| Developer | Shenzhen Qingcheng (Tiongkok) |
| Status | Penyelidikan regulator privasi berjalan |
Selama penyelidikan berlangsung, publik Australia kini lebih berhati-hati saat berinteraksi di ruang publik. Banyak warga mulai mempertanyakan perangkat sejenis yang mereka temui di sekitar, dan regulator berharap kasus ini menjadi preseden penting bagi pengawasan teknologi konsumen lintas negara di masa depan.
Comments (0)