Awas 'Phone Body', Postur Tubuh Berubah Akibat Keseringan Main HP

Jakarta - Di era digital, ponsel pintar telah menjadi perpanjangan tangan bagi banyak orang. Tanpa disadari, kebiasaan menunduk berjam-jam untuk menjelajahi layar, menonton video, atau bermain gim ta

Jul 07, 2026 - 19:57
0 0
Awas 'Phone Body', Postur Tubuh Berubah Akibat Keseringan Main HP

Jakarta - Di era digital, ponsel pintar telah menjadi perpanjangan tangan bagi banyak orang. Tanpa disadari, kebiasaan menunduk berjam-jam untuk menjelajahi layar, menonton video, atau bermain gim tak hanya menyita waktu, tetapi juga perlahan mengubah postur tubuh. Fenomena ini dikenal dengan istilah 'phone body'. Meski bukan diagnosis medis resmi, sejumlah pakar kesehatan mengingatkan bahwa istilah ini nyata dan menggambarkan berbagai perubahan fisik akibat kecanduan gawai. Laporan dari media kami mengungkap, makin banyak orang mengeluhkan bahu yang makin membungkuk, leher kaku, hingga jempol yang terus-terusan pegal.

Gejala yang Muncul Tanpa Disadari

Istilah 'phone body' merujuk pada serangkaian keluhan yang muncul akibat postur buruk saat menggunakan ponsel. Saat seseorang menunduk untuk melihat layar, beban pada leher bisa meningkat hingga 27 kilogram, setara dengan empat hingga lima galon air. Hal ini memicu kondisi yang disebut 'text neck' atau sindrom leher teks, ditandai nyeri dan kekakuan di area leher hingga bahu. Bahu yang cenderung maju dan membungkuk menjadi ciri khas lain. Selain itu, ibu jari yang terus-menerus mengetik atau menggulir layar bisa mengalami sindrom De Quervain, yaitu peradangan pada tendon pergelangan tangan yang menimbulkan rasa nyeri dan bengkak. Keluhan mata lelah, kering, dan tegang pun ikut melengkapi gejala 'phone body' akibat paparan layar yang terlalu lama.

"Postur membungkuk saat menggunakan ponsel memberi tekanan ekstra pada leher dan tulang belakang. Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini bisa menyebabkan nyeri kronis, memicu cedera cakram, dan bahkan perubahan struktur tulang secara permanen," ujar dr. Andini, spesialis ortopedi yang diwawancarai tim Warkini.com, saat ditemui di sela-sela seminar kesehatan digital, Rabu pekan lalu.

Dampak Jangka Panjang dan Cara Mereset Postur

Jika tidak segera diatasi, 'phone body' bisa berujung pada masalah serius seperti bungkuk permanen (hiperkifosis), cakram tulang belakang yang menonjol, hingga sakit kepala tegang yang berkepanjangan. Pada anak dan remaja yang tulangnya masih tumbuh, risiko perubahan postur menjadi lebih besar. Namun, para pakar menekankan bahwa ada langkah sederhana untuk mencegahnya. Mulailah dengan mengangkat ponsel sejajar mata agar leher tetap tegak. Terapkan aturan 20-20-20 untuk mata: setiap 20 menit, alihkan pandangan sejauh 20 kaki selama 20 detik. Lakukan peregangan sederhana setiap 30 menit sekali, seperti menarik bahu ke belakang, memutar leher perlahan, dan merentangkan jari. Batasi waktu main ponsel, terutama sebelum tidur, agar postur tubuh pulih secara alami. Tim Warkini.com mencatat, semakin banyak pusat fisioterapi yang kini menawarkan program "detoks postur digital" untuk membantu mengatasi keluhan ini.

Dengan sedikit kesadaran, 'phone body' bisa dicegah sebelum benar-benar mengubah bentuk tubuh kita. Ingat, gawai seharusnya memudahkan hidup, bukan merusak postur tubuh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
kimberly-sutanto

Reporter Selebriti. Reporter selebriti dan entertainment.

Comments (0)

User