Banyak Kasus Pencurian, Turis Australia Diminta Waspada Saat di Bali
Media kami, Warkini.com, menerima laporan tentang peningkatan kasus pencurian yang menyasar turis asing di Bali, khususnya wisatawan asal Australia. Peringatan untuk lebih berhati-hati disampaikan ol
Media kami, Warkini.com, menerima laporan tentang peningkatan kasus pencurian yang menyasar turis asing di Bali, khususnya wisatawan asal Australia. Peringatan untuk lebih berhati-hati disampaikan oleh Samantha, seorang pemandu wisata dan kreator konten yang aktif membagikan informasi tentang Pulau Dewata. Dalam video terbarunya yang diunggah minggu pertama bulan Juli 2026 dan telah dilihat lebih dari 250.000 kali, ia mengungkapkan bahwa aksi pencopetan dan penjambretan semakin marak terjadi di beberapa titik wisata paling populer. Menurutnya, modus yang sering digunakan adalah perampasan ponsel dan perhiasan dengan cara mendekati korban secara mendadak.
Daerah Rawan dan Cara Pelaku Beraksi
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun tim redaksi Warkini.com, kawasan yang paling sering menjadi lokasi pencurian adalah Canggu, Seminyak, Kuta, dan Uluwatu. Pelaku biasanya menggunakan sepeda motor untuk melancarkan aksinya, sehingga mereka dapat melarikan diri dengan cepat. Wisatawan yang sedang berjalan kaki, terutama yang terlihat membawa ponsel di tangan atau mengenakan perhiasan mencolok, menjadi target utama. Dalam beberapa insiden, korban bahkan mengalami luka ringan akibat terkena sabetan atau jatuh saat mencoba mempertahankan barangnya. Kami mencatat bahwa kejadian serupa juga pernah dilaporkan pada tahun-tahun sebelumnya, namun kini frekuensinya dikabarkan meningkat tajam, terutama di musim liburan ini.
Imbauan Resmi dan Langkah Pencegahan
Menanggapi situasi ini, Warkini.com menghubungi beberapa pihak berwenang dan komunitas wisata untuk mendapatkan panduan resmi. Hingga saat ini, belum ada pernyataan langsung dari pihak kepolisian setempat, tetapi banyak pemandu wisata lokal ikut menyuarakan imbauan serupa. Berikut adalah langkah-langkah pencegahan yang disarankan berdasarkan rangkuman redaksi kami: pertama, simpan ponsel dan barang berharga di dalam tas yang selalu berada di posisi depan tubuh; kedua, hindari berjalan sendirian di tempat sepi, terutama pada malam hari; ketiga, jangan ragu untuk berteriak atau meminta pertolongan jika merasa diikuti; dan keempat, catat nomor darurat lokal, termasuk nomor polisi dan konsulat. Kami juga menyarankan untuk mengasuransikan perjalanan guna mengantisipasi kerugian material.
"Saya melihat banyak turis yang lengah, terutama saat asyik memotret atau menggunakan ponsel di pinggir jalan. Pelaku bisa merampas barang hanya dalam hitungan detik," ujar Samantha dalam video tersebut, seperti dikutip oleh Warkini.com.
Selain itu, beberapa warga Australia yang menjadi korban telah membagikan pengalaman mereka di media sosial, yang semakin memperkuat perlunya kewaspadaan. Kami akan terus memantau perkembangan situasi ini dan menyajikan informasi terbaru seputar keamanan wisata di Bali melalui platform kami.
Comments (0)