Bahlil Tetapkan 60 Persen Gas Blok Masela untuk Kebutuhan Dalam Negeri
JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa sebanyak 60 persen produksi gas dari Blok Masela akan dialokasika
JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa sebanyak 60 persen produksi gas dari Blok Masela akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sisanya, 40 persen, diperuntukkan bagi pasar ekspor. Keputusan ini diambil untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan industri domestik.
Kebijakan tersebut disampaikan Bahlil dalam konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, Jumat sore. Ia menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah adalah memastikan pasokan gas untuk industri dalam negeri, terutama sektor pupuk, pembangkit listrik, dan petrokimia. "Kami ingin gas ini benar-benar bermanfaat bagi rakyat Indonesia," ujarnya.
Kebijakan Alokasi Gas yang Berbeda
Blok Masela, yang terletak di Laut Arafura, Maluku, merupakan salah satu proyek gas alam cair (LNG) terbesar di Indonesia dengan cadangan mencapai 10,73 triliun kaki kubik. Selama ini, banyak proyek migas besar hanya mewajibkan pasokan untuk domestik sebesar 25 persen, namun untuk Masela angka itu dinaikkan menjadi 60 persen."Biasanya DMO (Domestic Market Obligation) hanya 25 persen. Tapi untuk Blok Masela, kami tetapkan 60 persen karena pertimbangan strategis. Ini adalah bentuk keberpihakan negara terhadap kepentingan nasional," kata Bahlil.Ia menjelaskan, besarnya alokasi domestik ini sejalan dengan target pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi. Saat ini, Indonesia masih mengimpor LNG untuk memenuhi kebutuhan industri di Jawa dan Sumatra. Dengan masuknya pasokan gas Masela, diperkirakan defisit gas nasional bisa ditekan secara signifikan.
Comments (0)