[BALI] — Easycash, OJK, dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda

Langit Bali pagi itu sedikit berawan, namun semangat yang membuncah di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center, sama sekali tak redup. Ratusan anak muda

Jul 11, 2026 - 15:15
0 0
[BALI] — Easycash, OJK, dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda

Langit Bali pagi itu sedikit berawan, namun semangat yang membuncah di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center, sama sekali tak redup. Ratusan anak muda dari berbagai penjuru Pulau Dewata berkumpul, bukan untuk menikmati ombak Kuta atau instagramable-nya Tegalalang, melainkan untuk satu tujuan: mengubah cara mereka memandang uang. Di era digital yang serba cepat, di mana layanan keuangan hanya sejentik jari, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali menggandeng dua kekuatan besar, Easycash dan AFTECH, untuk menanamkan literasi keuangan digital yang mendalam. Ini bukan seminar bisnis biasa; ini adalah gerakan melindungi generasi muda dari jerat pinjol ilegal, investasi bodong, dan jebakan finansial yang kian canggih.

Kolaborasi Tiga Pilar: Ketika Regulator, Fintech, dan Asosiasi Bersinergi

Di atas panggung, tiga kursi berjajar rapi. Kristianti Andarani, Kepala OJK Provinsi Bali, duduk dengan tenang di tengah, diapit oleh Roy Imanuel, Presiden Direktur Easycash, dan perwakilan AFTECH, asosiasi fintech terbesar di Indonesia. Mereka datang bukan hanya untuk berpidato, tetapi untuk merajut komitmen nyata. OJK Bali mencatat lonjakan pengaduan terkait pinjaman online ilegal sebesar 38% pada tahun 2024, mayoritas korbannya adalah anak muda berusia 19–30 tahun. Data inilah yang menjadi pemicu kolaborasi strategis ini.

"Kami tidak ingin Bali, yang selama ini dikenal sebagai destinasi pariwisata unggulan, justru menjadi ladang subur bagi predator keuangan digital. Literasi bukan sekadar tahu, tapi memahami konsekuensi jangka panjang setiap keputusan. Itu yang kami ajarkan hari ini," ujar Kristanti, suaranya lantang namun penuh keibuan.

Sementara itu, Roy Imanuel dari Easycash menegaskan bahwa fintech memiliki tanggung jawab moral untuk tidak hanya menyalurkan dana, tetapi juga memastikan penggunanya cerdas secara finansial. Mereka datang bukan sebagai penyedia platform, melainkan sebagai pendidik.

Dari Panggung ke Hati: Kisah Nyata yang Menggetarkan

Sesi berikutnya menjadi momen paling emosional. Seorang pemuda asal Gianyar, sebut saja Komang, maju ke depan. Dengan suara bergetar, ia bercerita tentang bagaimana ia nyaris kehilangan tanah warisan neneknya karena terjerat utang dari tiga aplikasi pinjol ilegal. "Saya pikir itu solusi cepat. Ternyata bunga mencekik dan data pribadi saya disebar ke kontak HP. Saya malu setengah mati," kenangnya, matanya berkaca-kaca. Hadirin terdiam, beberapa mengusap sudut mata. Cerita Komang adalah wajah nyata dari bahaya rendahnya literasi keuangan digital, dan menjadi pelecut semangat bagi panitia untuk memperbanyak program serupa.

AFTECH melalui sesi interaktifnya memperkenalkan modul pelatihan yang mudah dipahami: mulai dari cara membedakan pinjaman legal dan ilegal, membaca suku bunga efektif, hingga teknik menyusun anggaran menggunakan aplikasi. "Kami ajarkan berpikir kritis. Apakah benar saya butuh ini? Atau hanya lapar mata?" ujar salah satu mentor AFTECH, disambut tawa kecil peserta.

"Kuncinya adalah sadar sejak dini. Begitu kamu sadar, kamu susah dijebak. Dan kami akan dampingi dengan platform yang transparan," tambah Roy, menekankan bahwa Easycash telah mengintegrasikan fitur perhitungan bunga real-time dan peringatan pengeluaran.

Wirausaha Lokal Naik Kelas: Digitalisasi UMKM yang Bertanggung Jawab

Tidak hanya generasi muda, gelombang literasi ini juga menyasar para pelaku wirausaha lokal. Di sudut lain ruangan, puluhan pemilik usaha kecil — mulai dari produsen minyak kelapa murni di Tabanan hingga perajin perak Celuk — antusias mengikuti klinik konsultasi. OJK Bali mengungkapkan bahwa 65% UMKM di Bali belum memiliki pencatatan keuangan dasar, sehingga mereka rentan terhadap kredit macet dan kesulitan modal.

Salah satu peserta, Ni Luh Putu Ariani, pemilik usaha sedap-sedapan kuliner tradisional, merasakan langsung manfaatnya. "Selama ini saya hanya mencatat pemasukan di buku tulis. Sekarang saya paham cara menghitung laba bersih dan pentingnya dana darurat. Ini yang saya butuhkan untuk berkembang," katanya. Easycash kemudian memperkenalkan layanan pendanaan mikro berbasis skor kredit digital yang memberikan akses modal tanpa agunan berlebih, dengan syarat pemohon telah mengikuti pelatihan literasi.

Harapan Baru dari Pulau Dewata: Sebuah Gerakan Berkelanjutan

Menjelang sore, ketika acara resmi berakhir, para peserta masih enggan beranjak. Mereka membentuk kelompok diskusi mandiri, bertukar nomor kontak, dan berencana membuat komunitas literasi keuangan di masing-masing desa. Gelora perubahan itu terasa nyata.

Kristanti menutup acara dengan sebuah metafora yang membekas. "Bali punya tradisi gotong royong yang kuat. Kami ingin semangat itu merambah ke dunia digital. Jika satu orang paham, dia bisa melindungi sepuluh orang di sekitarnya." OJK Bali menargetkan indeks literasi keuangan digital di provinsi itu naik dari 49% menjadi 70% pada 2027, dan kolaborasi dengan Easycash serta AFTECH ini menjadi fondasi pertama yang kokoh.

Ke depan, roadshow serupa akan digelar di kabupaten lain, dengan modul yang disesuaikan dengan kearifan lokal. Bali, dengan segala pesonanya, kini siap menjadi laboratorium hidup bagi literasi keuangan digital Indonesia.

[SOCIAL_TWEET]: Antusiasme anak muda Bali membuncah dalam kolaborasi @OJK_ProvBali, #Easycash, dan @AFTECHIndonesia. Bukan seminar biasa—ini gerakan melindungi generasi muda dari jerat pinjol ilegal & investasi bodong. Kurangnya literasi dijawab dengan edukasi nyata. #LiterasiKeuanganDigital #BaliBijakFinansial [SOCIAL_TG]: 🚨 Literasi Keuangan Digital Menguat di Bali: Kolaborasi OJK, Easycash, dan AFTECH - Ratusan pemuda & UMKM berkumpul di Taman Budaya Art Center untuk belajar kelola keuangan. - OJK Bali sebut 65% UMKM belum punya pencatatan keuangan dasar. - Target: indeks literasi keuangan digital Bali naik ke 70% pada 2027. - Kisah nyata Komang jadi tamparan keras bahaya pinjol ilegal. Jangan jadi korban berikutnya. #BaliBijakFinansial 1/5: Kristanti Andarani (Kepala OJK Bali) menekankan bahwa Bali tidak boleh jadi ladang subur predator keuangan digital. Literasi adalah tameng. 2/5: Roy Imanuel (Easycash) hadir bukan hanya sebagai penyedia platform, tetapi sebagai pendidik yang mengajarkan perhitungan bunga real-time dan transparansi. 3/5: Cerita Komang yang nyaris kehilangan warisan akibat pinjol ilegal bikin seluruh ruangan hening. Momen paling emosional hari itu. 4/5: UMKM lokal seperti Ni Luh Putu Ariani mengaku kini paham cara catat keuangan usaha sederhana hingga pentingnya dana darurat. 5/5: OJK targetkan indeks literasi naik drastis pada 2027, dan roadshow ini akan lanjut ke desa-desa lain di Bali. Harapan baru dari pulau dewata.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User