Bandung resmi menjadi salah satu gerbang utama perluasan pasar JETOUR di Indonesia. Berdasarkan laporan kontributor Warkini.com di lapangan, PT Jetour Sales Indonesia memperkenalkan SUV terbarunya, JETOUR T1, dalam sebuah acara peluncuran eksklusif di Sawarga Courtyard, Summarecon Mall Bandung, pada Selasa (7/7/2026). Masyarakat yang penasaran dengan sosok Urban Adventure SUV ini pun berkesempatan untuk melihatnya secara langsung karena pameran akan berlangsung hingga 12 Juli 2026.

Peluncuran ini menjadi sorotan lantaran JETOUR T1 hadir dengan dua pendekatan teknologi penggerak yang berbeda. Pabrikan asal Tiongkok ini tidak hanya mena

Jul 08, 2026 - 01:12
0 0
Peluncuran ini menjadi sorotan lantaran JETOUR T1 hadir dengan dua pendekatan teknologi penggerak yang berbeda. Pabrikan asal Tiongkok ini tidak hanya menawarkan varian mesin pembakaran internal (ICE) konvensional, tetapi juga memperkenalkan teknologi hybrid modern bernama Intelligent Dual Mode (i‑DM). Langkah ini diambil untuk menjaring segmen konsumen yang lebih luas, mulai dari mereka yang setia pada mesin bensin hingga para pengemudi yang mulai beralih ke era elektrifikasi.

Strategi Harga Promo untuk 500 Konsumen Pertama

Dalam upaya membangun basis konsumen yang solid di pasar Jawa Barat, JETOUR menerapkan strategi penetrasi yang cukup agresif. Pihak perusahaan mengumumkan banderol harga perkenalan khusus, yakni mulai dari Rp393 juta. Program ini bukanlah harga permanen, melainkan penawaran terbatas yang hanya berlaku bagi 500 konsumen pertama di seluruh Indonesia. Kebijakan ini menegaskan keseriusan JETOUR dalam merebut "kue" pasar otomotif nasional yang semakin ketat. Dengan menempatkan Bandung sebagai kota prioritas peluncuran, JETOUR tampak mencermati karakteristik unik para konsumen di wilayah tersebut.

"Bandung memiliki peran penting dalam ekspansi merek JETOUR di Indonesia. Karena itu, kami menghadirkan JETOUR T1 sebagai SUV yang memadukan desain kokoh, teknologi modern, kenyamanan premium, dan performa yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan," ujar Area Sales Manager PT Jetour Sales Indonesia, Denny Anggono, kepada awak media di sela-sela acara.

Teknologi Hybrid Adaptif yang Andal

Daya tarik terbesar dari JETOUR T1 terletak pada varian i‑DM yang mengusung arsitektur hybrid adaptif. Jantung pacunya adalah mesin bensin ACTECO 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine yang dipadukan dengan motor listrik bertenaga besar. Denny menjelaskan, integrasi antara mesin konvensional dan motor listrik ini diatur secara cerdas melalui Dedicated Hybrid Transmission (DHT) yang terhubung dengan baterai LFP berkapasitas 18,4 kWh. Teknologi ini memungkinkan kendaraan untuk secara otomatis membaca dan menyesuaikan karakter berkendara berdasarkan kebutuhan tenaga dan kondisi medan jalan yang dihadapi. Untuk urusan performa, mesin bensin sanggup menyemburkan tenaga hingga 136 PS dengan torsi puncak 220 Nm. Sementara itu, motor listriknya memberikan kontribusi yang lebih dahsyat, yakni mencapai tenaga 204 PS dan torsi 310 Nm. Tidak hanya bertenaga, efisiensinya juga patut diacungi jempol. Pihak JETOUR mengklaim bahwa mesin ini memiliki efisiensi termal hingga 44,5 persen, menjadikannya salah satu jantung mekanis hybrid paling efisien di kelasnya saat ini. Dari segi pengisian daya, JETOUR T1 i‑DM juga tampil sebagai kendaraan yang praktis. Berbekal dukungan pengisian cepat DC (DC fast charging), pengguna dapat melakukan pengisian daya baterai dari kondisi 30 persen hingga mencapai 80 persen hanya dalam waktu kurang lebih 27 menit. Ini merupakan waktu yang relatif singkat, setara dengan waktu istirahat sejenak di rest area saat melakukan perjalanan luar kota. Keunggulan lain yang ditonjolkan adalah ketangguhan komponennya. Baterai berkapasitas besar itu telah mengantongi sertifikasi standar IP68. Dengan rating tersebut, baterai dirancang untuk memiliki ketahanan tinggi terhadap intrusi debu dan air. Hal ini menjadi nilai jual tambahan bagi konsumen yang memiliki mobilitas tinggi dan kerap dihadapkan pada kondisi cuaca atau medan yang kurang bersahabat. Beralih ke performa jelajah, JETOUR T1 i‑DM diklaim mampu melibas jarak hingga 100 kilometer dalam mode listrik murni, berdasarkan pengujian dengan standar WLTC. Bagi para komuter yang sehari-harinya berkutat di kemacetan perkotaan, mode Pure EV Drive ini mampu memangkas konsumsi bahan bakar secara signifikan. Sistem hybrid pada mobil ini akan bekerja secara adaptif, secara otomatis menentukan kapan harus menggunakan tenaga listrik murni, kapan harus melibatkan mesin bensin, atau kapan memadukan keduanya untuk menghasilkan performa maksimal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User