Banyak Pikiran, Ingin Marah-marah? Saran Psikolog, Redam dengan Olahraga Ini

Penumpukan stres dan kecemasan yang tidak terkelola kerap bermuara pada ledakan emosi, seperti mudah tersulut amarah atau berperilaku agresif. Kondisi ini, jika dibiarkan, tidak hanya mengganggu hubu

Jul 08, 2026 - 08:54
0 1
Banyak Pikiran, Ingin Marah-marah? Saran Psikolog, Redam dengan Olahraga Ini

Penumpukan stres dan kecemasan yang tidak terkelola kerap bermuara pada ledakan emosi, seperti mudah tersulut amarah atau berperilaku agresif. Kondisi ini, jika dibiarkan, tidak hanya mengganggu hubungan sosial tetapi juga memperburuk kesehatan mental secara keseluruhan. Untuk mengatasinya, psikolog klinis menyarankan sebuah metode sederhana namun efektif: Progressive Muscle Relaxation (PMR), atau relaksasi otot progresif.

Sriana Sihombing, S.Psi, M.M, M.Psi, yang akrab disapa Anna, menjelaskan bahwa teknik PMR dapat menjadi katup pelepas ketegangan fisik dan psikologis yang menumpuk. Metode ini bekerja dengan cara mengencangkan, lalu melepaskan kelompok otot tertentu di tubuh secara sadar. Proses menegangkan dan melemaskan otot secara bergantian ini membantu tubuh mengenali perbedaan antara kondisi tegang dan rileks, sehingga pikiran pun ikut menjadi lebih tenang.

Menurut Anna, sasaran utama latihan ini adalah bagian-bagian tubuh yang paling sering menyimpan ketegangan saat seseorang berada dalam tekanan. Ia menyebut beberapa di antaranya: bahu, lengan, perut, serta otot-otot di sekitar wajah dan rahang. “Itu untuk merilis tension, makanya tadi dia harus mengepalkan tangan, angkat bahu. Karena semua tension itu biasanya di bagian tubuh itu tadi,” ungkapnya.

“Semakin kita sadar ada ketegangan di bahu atau tangan, semakin mudah kita melepasnya. Tubuh yang rileks akan mengirim sinyal ke otak bahwa situasi sedang aman, dan emosi pun ikut mereda.”

Secara teknis, PMR dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, bahkan tanpa memerlukan alat bantu. Langkahnya dimulai dengan mencari posisi duduk atau berbaring yang nyaman. Kemudian, secara berurutan, kelompok otot tertentu dikencangkan selama lima hingga tujuh detik—misalnya dengan mengepalkan tangan sekuat mungkin atau mengangkat bahu ke arah telinga. Setelah itu, otot dilepaskan secara tiba-tiba sambil menghela napas panjang. Proses ini diulangi untuk setiap bagian tubuh, dari kaki, perut, dada, lengan, bahu, hingga wajah.

Keunggulan pendekatan ini, lanjut Anna, adalah kemampuannya meredakan kondisi psikologis yang tidak stabil atau bahkan cenderung meledak-ledak tanpa perlu terapi obat-obatan. Dengan berlatih secara rutin, individu dapat meningkatkan kesadaran terhadap sinyal-sinyal awal stres dalam tubuh, sehingga lebih sigap meredam emosi sebelum meluap. Teknik ini juga sering direkomendasikan bagi mereka yang mengalami gangguan kecemasan, insomnia, serta tekanan darah tinggi yang dipicu oleh stres kronis.

Para ahli kesehatan jiwa telah lama mengakui hubungan dua arah antara tubuh dan pikiran. Ketika tubuh membawa beban ketegangan fisik, pikiran sulit mencapai kondisi damai. Sebaliknya, pikiran yang kalut akan bermanifestasi dalam bentuk otot yang kaku dan nyeri tanpa sebab yang jelas. Dengan memutus siklus itu melalui relaksasi otot, PMR memberi jalan pintas menuju ketenangan yang lebih bertahan lama.

Informasi ini menjadi bagian dari liputan khusus media kami mengenai kesehatan mental dan kebugaran holistik. Temukan ragam inspirasi untuk menjaga keseimbangan batin hanya di Warkini.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sasha-gunawan

Editor Hiburan. Editor film, musik, dan budaya pop.

Comments (0)

User