Bareskrim Tangkap 4 Pengedar Vape Etomidate di Sumut, Sita Tas LV Isi Sabu

Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan peredaran vape berbahaya berisi etomidate di wilayah Deli Serdang, Sumatera Utara. Sebanyak empat tersangka p

Jul 08, 2026 - 05:44
0 1
Bareskrim Tangkap 4 Pengedar Vape Etomidate di Sumut, Sita Tas LV Isi Sabu

Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan peredaran vape berbahaya berisi etomidate di wilayah Deli Serdang, Sumatera Utara. Sebanyak empat tersangka pengedar ditangkap dalam operasi yang juga mengamankan belasan barang bukti mengejutkan, termasuk tas mewah Louis Vuitton yang di dalamnya ternyata tersimpan sabu.

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari keresahan masyarakat yang kian meningkat. Laporan yang masuk ke pihak kepolisian menyebutkan maraknya peredaran vape mengandung etomidate di kawasan Medan dan sekitarnya. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim dari Subdit III langsung bergerak melakukan penyelidikan intensif.

Proses profiling membuahkan hasil ketika petugas berhasil mengidentifikasi seorang target utama berinisial Wiwik. Dari pendalaman, Wiwik diketahui berperan sebagai pengedar aktif narkotika jenis baru yang dikemas dalam bentuk vape. Berdasarkan pantauan tim di lapangan, jaringan ini tidak hanya memasarkan produk berbahaya, tetapi juga menyembunyikan barang bukti lain dengan modus yang tergolong necis.

“Tim Subdit III melakukan penyelidikan dan melakukan profiling terhadap target bernama Wiwik yang teridentifikasi sebagai pengedar narkotika jenis vape mengandung etomidate tersebut,” ujar Brigjen Eko dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).

Dalam operasi penangkapan tersebut, polisi menyita total 114 cartridge vape siap edar. Sejumlah kartrid itu menggunakan merek-merek yang cukup mencolok dan familiar di kalangan anak muda, seperti 'Squid Game' hingga 'Pablo Escobar'. Penggunaan label populer ini diduga kuat sebagai strategi pemasaran untuk menyasar segmen pasar yang lebih luas, terutama kalangan remaja yang mungkin tidak menyadari bahaya kandungan etomidate di dalamnya.

Etomidate sendiri merupakan zat yang sejatinya digunakan dalam dunia medis sebagai anestesi atau obat bius. Namun, penyalahgunaannya sebagai campuran dalam cairan vape dapat menimbulkan efek samping serius, mulai dari kejang, hilang kesadaran, hingga masalah pernapasan yang fatal. Belum ada regulasi ketat yang mengawasi peredaran zat ini di luar lingkungan medis, sehingga para pengedar leluasa memanfaatkannya sebagai alternatif narkotika.

Selain ratusan kartrid vape, penggeledahan yang dilakukan tim Bareskrim juga mengungkap temuan lain yang tak kalah mencengangkan. Di lokasi penangkapan, polisi menyita sebuah tas mewah bermerek Louis Vuitton. Saat diperiksa lebih lanjut, tas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai aksesori fesyen. Di dalamnya tersimpan sabu yang siap untuk diedarkan. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa para tersangka menjalankan bisnis narkotika secara multifaset, menggabungkan modus gaya hidup kelas atas dengan peredaran barang haram.

Keempat tersangka yang kini telah diamankan dijerat dengan Undang-Undang Narkotika. Mereka terancam hukuman berat, mengingat barang bukti yang disita mencakup dua jenis narkotika sekaligus, yaitu etomidate dalam bentuk vape dan sabu-sabu. Brigjen Eko menegaskan bahwa Bareskrim Polri akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat, terutama para orang tua, untuk lebih waspada terhadap peredaran vape dengan merek-merek mencurigakan. Modus penyamaran zat berbahaya dalam kemasan yang terlihat trendi menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda. Warkini.com akan terus memantau perkembangan pengungkapan kasus ini dan menyajikan informasi terbaru kepada pembaca.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
jovan-pratama

Editor Sosial Media. Editor tren TikTok, Instagram, dan X.

Comments (0)

User