Jakarta — BRI Genjot CASA, CoF Anjlok 65 bps, Laba Melesat 13,7%

Lo, bank BUMN bisa se-lit ini? Yup, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI lagi unjuk gigi nih. Di tengah drama ekonomi global yang masih penuh pl

Jul 09, 2026 - 12:32
0 0

Lo, bank BUMN bisa se-lit ini? Yup, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI lagi unjuk gigi nih. Di tengah drama ekonomi global yang masih penuh plot twist, BRI justru sukses ngubah struktur dana mereka jadi makin efisien. Kuncinya? Gas pol naikin dana murah (CASA) dan hasilnya bikin banyak pihak melongo—biaya dana (Cost of Fund/CoF) anjlok, laba melesat, dan semuanya terjadi di bawah supervisi Danantara. Ini bukan sekadar glow up, tapi strategi big brain energy yang bikin BRI makin solid.

🕐 Timeline Kejadian: Dari Cuan Receh sampai Jadi Monster Profit

Perjalanan ini nggak instan, Sob. Semua berawal dari transformasi bisnis yang didorong langsung lewat agenda Danantara di lingkungan BUMN. Fokusnya satu: menciptakan nilai (value creation) lewat pondasi dana yang super efisien. Yuk, kita kulik urutan peristiwanya biar kamu nggak kudet!

  1. Fase Penetasan Strategi: BRI mulai getol memperkuat dana murah, alias Current Account Saving Account (CASA). Ini bukan tabungan biasa—CASA itu giro dan tabungan berbunga rendah yang bikin bank hemat biaya dana. Semacam cheat code perbankan.
  2. Maret 2026 – Angka “Wow” Muncul: Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tembus Rp1.555,1 triliun, tumbuh 9,4% year-on-year (yoy). Yang bikin kaget, porsi CASA meroket jadi 68,07% dari total DPK—naik dari 65,77% di periode yang sama tahun lalu. Ini berarti hampir 7 dari 10 rupiah dana yang dihimpun adalah dana murah. Chef’s kiss!
  3. Efek Domino: Biaya Dana Langsung Turun Drastis: Berkat dominasi CASA, cost of fund BRI anjlok dari 2,98% (Q1 2025) menjadi 2,33% (Q1 2026)—atau turun 65 basis poin. Penurunan ini bikin napas bisnis makin lega karena pengeluaran buat bayar bunga jadi lebih ramping.
  4. Mesin Kredit Ngacir: Dengan dana murah melimpah, penyaluran kredit dan pembiayaan BRI melaju 13,7% yoy jadi Rp1.562 triliun. Nggak cuma asal lempar pinjaman, BRI tetap jaga risiko—growth with quality gitu lho.
  5. Klimaks: Laba & Aset Melejit: Performa keseluruhan langsung bereaksi. Total aset BRI Group naik 7,2% yoy mencapai Rp2.250 triliun, sementara laba bersih konsolidasian ikutan naik 13,7% jadi Rp15,5 triliun. Literally stonks!

🗣️ Kata Sang Kapten: Hery Gunardi Buka-bukaan

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, nggak tinggal diam. Ia menegaskan kalau strategi CASA ini adalah jantung dari program transformasi yang dijalankan perseroan.

“Peningkatan CASA memberikan dampak langsung terhadap efisiensi biaya dana dan kualitas struktur pendanaan. Tingginya volume transaksi terjadi di berbagai kanal digital seperti BRImo, QLola by BRI, Business Merchant, dan QRIS BRI. Dengan fondasi yang semakin kuat, BRI bisa jaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, profitabilitas, dan pengelolaan risiko,” beber Hery, penuh percaya diri.

🧠 Di Balik Layar: Peran Danantara yang Nggak Kelihatan Tapi Krusial

Keberhasilan ini bukan cuma hasil jerih payah internal BRI, tapi juga sejalan dengan agenda penguatan fundamental BUMN yang didorong Danantara. Supervisi ini mendorong BRI untuk lebih lincah mengelola biaya dana, menciptakan nilai jangka panjang, dan menjaga daya saing di pasar yang makin ketat. Singkatnya, Danantara jadi semacam personal trainer buat BRI biar makin fit dan atletis di kancah perbankan.

📢 Giliran Kamu, Genks! Voting & Drop Komentar

Habis baca update ini, pasti kamu mikir: Apakah strategi dana murah ini bakal tahan lama atau cuma musiman? Kita bikin seru-seruan, yuk!

Menurutmu, strategi CASA dominasi ini bakal bikin BRI makin moncer di kuartal-kuartal berikutnya?

💬 Pilih emoji reaksi favoritmu: 👍 Yes banget, sustainable! 👎 Nggak, cuma one-time wonder. 🤷‍♂️ Masih wait and see, cuy.

Spill pendapatmu di kolom komentar—siapa tahu jadi insight buat kita semua!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User