warkini.
Viral

Basarnas Temukan Bangkai Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa

Upaya pencarian maritim yang dilakukan tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil signifikan. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi men

Basarnas Temukan Bangkai Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa

Upaya pencarian maritim yang dilakukan tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil signifikan. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi mengonfirmasi penemuan titik koordinat bangkai Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang sebelumnya dilaporkan mengalami kecelakaan dan tenggelam di perairan Laut Jawa.

Bangkai kapal kargo tersebut terdeteksi berada di kedalaman yang tergolong cukup dangkal untuk ukuran laut lepas, yakni sekitar 30 meter di bawah permukaan laut. Kedalaman ini memberikan sedikit angin segar bagi tim penyelam, karena proses inspeksi visual dan pencarian korban dapat dilakukan dengan tingkat keselamatan penyelaman yang lebih terukur.

Kronologi Deteksi dan Operasi Pencarian Bawah Air

Operasi pencarian bawah air melibatkan armada kapal survei yang dilengkapi perangkat sonar pendeteksi logam canggih serta unit penyelam khusus Basarnas. Berdasarkan laporan operasional tim di lapangan, berikut adalah tahapan kronologis penemuan bangkai kapal:

  1. Penyisiran Titik Koordinat Terakhir (13/9): Tim SAR gabungan menerima sinyal marabahaya dan langsung menyisir area titik hilang kontak terakhir (last known position) di perairan Laut Jawa.
  2. Pemindaian Sonar Multibeam: Menggunakan sensor sonar dan magnetometer, kapal pencari mendeteksi anomali struktur logam besar di dasar laut pada radius beberapa mil laut dari lokasi awal kecelakaan.
  3. Penyelaman Konfirmasi: Tim penyelam diterjunkan ke kedalaman 30 meter untuk memastikan objek tersebut merupakan lambung kapal Virgo Transport 8.
  4. Verifikasi Identitas Lambung: Penyelam berhasil memverifikasi tanda fisik dan nama kapal yang tertera pada bagian lambung serta anjungan yang telah karam.
"Posisi bangkai kapal sudah terkonfirmasi berada di kedalaman 30 meter. Kondisi ini memungkinkan penyelam teknis kami untuk melakukan penyisiran ke bagian-bagian dalam kapal secara bertahap dengan tetap memperhitungkan faktor arus bawah laut," ungkap perwakilan Basarnas.

Fokus Evakuasi dan Investigasi Penyebab Kecelakaan

Setelah posisi kapal dipastikan, fokus utama tim penyelamat langsung dialihkan pada pemeriksaan ruang akomodasi dan dek kapal guna mencari keberadaan awak kapal yang mungkin masih terjebak di dalam kompartemen. Karakteristik kedalaman 30 meter menuntut kehati-hatian ekstra terkait durasi dekompresi bagi tim penyelam Basarnas Special Group (BSG).

Selain upaya SAR, pihak otoritas pelabuhan dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga mulai mengumpulkan data teknis terkait insiden ini. Beberapa poin penting yang menjadi catatan tim gabungan meliputi:

  • Kondisi Cuaca Saat Insiden: Cuaca buruk dan gelombang tinggi di Laut Jawa saat peristiwa terjadi diduga menjadi faktor pemicu kecelakaan.
  • Kondisi Fisik Bangkai Kapal: Tidak ditemukan tumpahan bahan bakar dalam skala besar di permukaan air, namun pemantauan pencemaran tetap diprioritaskan.
  • Koordinasi Jalur Pelayaran: Pemberian tanda navigasi (notice to mariners) langsung diterbitkan agar kapal niaga lain tidak melintasi zona bangkai kapal yang dangkal demi menghindari benturan bawah air.

Operasi SAR lanjutan akan terus diintensifkan dengan melibatkan unsur TNI AL, Polairud, serta potensi SAR maritim lokal hingga seluruh korban berhasil dievakuasi dan kepastian penyebab tenggelamnya kapal dapat diungkap secara transparan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User