warkini.
Viral

Makassar — Demo BBM Ricuh, Staf DPRD Sulsel Baku Hantam dengan Mahasiswa

Suasana di sekitar Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan mendadak mencekam pada hari ini. Aksi unjuk rasa yang digelar oleh ratusan

Makassar — Demo BBM Ricuh, Staf DPRD Sulsel Baku Hantam dengan Mahasiswa

Suasana di sekitar Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan mendadak mencekam pada hari ini. Aksi unjuk rasa yang digelar oleh ratusan mahasiswa dan elemen masyarakat terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda wilayah Sulsel berakhir ricuh. Kericuhan tersebut semakin memanas ketika terjadi bentrok fisik dan aksi adu jotos antara salah satu staf Ketua DPRD Sulsel dengan para demonstran di tengah kerumunan massa.

Gelombang protes ini sebenarnya merupakan akumulasi dari kejengkelan warga yang harus mengantre hingga berjam-jam di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) demi mendapatkan Pertalite maupun Solar. Kelangkaan BBM yang berkepanjangan ini dinilai sangat melumpuhkan aktivitas ekonomi warga lokal, sehingga para mahasiswa memutuskan untuk mendatangi wakil rakyat mereka guna menuntut solusi konkrit dan tindakan tegas terhadap pihak Pertamina.

Kronologi Kericuhan di Gedung DPRD Sulsel

Berdasarkan pantauan langsung tim reportase di lapangan, alur kejadian yang memicu bentrokan fisik tersebut berlangsung sangat cepat dan diwarnai dengan tensi yang tinggi sejak siang hari:

  1. Massa Berhimpun di Depan Pintu Gerbang: Ratusan demonstran mulai mendatangi Gedung DPRD Sulsel sejak pukul 13.00 WITA dengan membawa spanduk tuntutan serta melakukan orasi secara bergantian di atas mobil komando.
  2. Upaya Menembus Barikade Pengamanan: Karena tidak kunjung diterima oleh pimpinan dewan, massa aksi yang mulai tidak sabar berusaha mendesak masuk dan mendorong pagar utama yang dijaga ketat oleh Pengamanan Dalam (Pamdal) serta aparat kepolisian.
  3. Staf Ketua DPRD Keluar Menemui Massa: Di tengah situasi yang semakin memanas, seorang pria yang dikonfirmasi sebagai staf dari Ketua DPRD Sulsel keluar dari area dalam gedung untuk memberikan penjelasan kepada perwakilan demonstran.
  4. Adu Mulut Berujung Gesekan Fisik: Tensi perdebatan di antara kedua belah pihak meningkat drastis hingga memicu salah paham. Kata-kata bernada tinggi akhirnya memicu kontak fisik yang berujung pada aksi saling pukul dan adu jotos di depan gerbang utama.
  5. Intervensi Aparat Keamanan: Petugas kepolisian bertindak cepat dengan melerai bentrokan, menarik staf dewan kembali ke dalam gedung, serta menenangkan massa aksi yang tersulut emosinya.

Tuntutan Utama Demonstran Soal Krisis Energi Local

Meskipun sempat diwarnai insiden baku hantam yang mencederai jalannya aksi damai, massa mahasiswa menegaskan bahwa poin utama kedatangan mereka adalah untuk menyuarakan ketidakadilan yang dirasakan masyarakat kecil terkait krisis pasokan bahan bakar ini.

"Kami datang bukan untuk berantok, kami datang membawa jeritan sopir angkot, nelayan, dan warga yang waktunya habis hanya untuk mengantre BBM. Sangat disayangkan respons yang kami terima justru tindakan represif dan emosional dari oknum staf dewan," tegas perwakilan koordinator lapangan dalam orasinya.

Berikut adalah poin-poin krusial yang dituntut oleh para demonstran kepada DPRD Sulsel dan pemangku kebijakan setempat:

  • Penambahan Kuota Pasokan BBM: Menuntut DPRD Sulsel segera mendesak Pertamina Patra Niaga untuk menambah kuota BBM jenis Pertalite dan Solar di seluruh SPBU wilayah Sulawesi Selatan.
  • Usut Tuntas Dugaan Penimbunan: Mendorong pihak kepolisian dan dinas terkait untuk melakukan audit menyeluruh serta menindak tegas oknum SPBU atau spekulan yang bermain dalam distribusi BBM bersubsidi.
  • Transparansi Distribusi: Meminta pemerintah daerah membuka data alokasi dan pengiriman BBM secara terbuka agar masyarakat dapat mengawasi alur distribusi dengan jelas.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar area Gedung DPRD Sulsel telah berangsur kondusif setelah pihak aparat kepolisian memediasi perwakilan massa untuk masuk dan melakukan dialog resmi dengan anggota dewan yang berada di lokasi. Sementara itu, insiden pemukulan yang melibatkan staf internal DPRD Sulsel dikabarkan akan diselesaikan melalui mekanisme internal dewan serta penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS wendy-anwar

Reporter Travel. Menjelajah destinasi Indonesia dan tips wisata.

Comments (0)

User