BGN Buka Suara soal Nasib 21.000 Motor Listrik Senilai Rp1 Triliun

Warkini.com, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) angkat bicara mengenai kelanjutan pengadaan 21.000 unit motor listrik yang menghabiskan anggaran hingga Rp1 triliun. Proyek ambisius ini mencuat set

Jul 08, 2026 - 00:51
0 1
BGN Buka Suara soal Nasib 21.000 Motor Listrik Senilai Rp1 Triliun

Warkini.com, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) angkat bicara mengenai kelanjutan pengadaan 21.000 unit motor listrik yang menghabiskan anggaran hingga Rp1 triliun. Proyek ambisius ini mencuat setelah Dadan Hindayana, yang saat itu menjabat Kepala BGN, terseret kasus korupsi dan diberhentikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Publik pun bertanya-tanya bagaimana nasib ribuan unit motor listrik dan aset lain yang sudah terlanjur dibeli dengan uang negara.

Berdasarkan penelusuran Warkini.com, pengadaan motor listrik itu merupakan bagian dari program besar BGN untuk mendukung distribusi logistik pangan dan gizi ke seluruh pelosok negeri. Namun, pengelolaan anggarannya kini menjadi sorotan setelah lembaga antikorupsi mengusut dugaan penyimpangan dalam sejumlah kontrak di era kepemimpinan Dadan. Pengadaan itu mencakup pula barang-barang penunjang yang tidak kalah nilainya, seperti ribuan laptop, ratusan kamera pengawas (CCTV), dan bahkan pengadaan kaos kaki dalam jumlah besar. Total nilai seluruh kontrak yang dipertanyakan itu ditaksir menembus lebih dari Rp1,5 triliun.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menegaskan bahwa lembaganya tak akan menyia-nyiakan aset yang sudah dibeli. Semua barang, termasuk motor listrik yang belum seluruhnya diserahkan, akan tetap dimanfaatkan untuk operasional BGN.

Semua Aset Wajib Dimanfaatkan

Kepada Warkini.com, Agustina memastikan tidak ada rencana pembatalan atau penjualan aset pengadaan tersebut. Pihaknya akan memaksimalkan fungsi tiap barang demi kelancaran program pemenuhan gizi nasional.

“Fokus kami saat ini seluruh barang yang sudah dibelanjakan akan dimanfaatkan secara maksimal. Tidak hanya motor listrik, sejumlah pengadaan seperti laptop, kaos kaki, hingga kamera pengawas (CCTV) yang sudah terlanjur dibeli, akan dimanfaatkan penggunaannya,” ujar Agustina dalam keterangan tertulis, Kamis (22/5).

Ia menambahkan bahwa BGN sedang melakukan inventarisasi ulang dan penyesuaian fungsi aset agar tetap relevan dengan kebutuhan program di lapangan. Motor listrik yang semula mungkin direncanakan untuk satu tujuan, bisa dialihkan untuk mendukung mobilitas petugas gizi di daerah yang sulit dijangkau. Demikian pula laptop akan dipakai untuk sistem pendataan digital, sementara CCTV untuk pengawasan dapur umum BGN. Bahkan kaos kaki dalam jumlah besar akan disalurkan sebagai bagian dari paket bantuan pemenuhan gizi bagi anak-anak di daerah rawan stunting.

Langkah BGN ini di satu sisi menuai apresiasi karena menghindari pemborosan, namun di sisi lain tetap diawasi ketat oleh publik. Pengamat kebijakan publik menilai pemanfaatan aset hasil pengadaan bermasalah harus dibarengi dengan transparansi dan evaluasi menyeluruh agar tidak menjadi preseden buruk di masa mendatang. BGN diharapkan segera merilis rencana detail penggunaan tiap barang dan memastikan semuanya benar-benar menyasar target program gizi, bukan sekadar formalitas pertanggungjawaban.

Hingga berita ini diturunkan, proses hukum terhadap Dadan Hindayana masih terus bergulir. BGN sendiri menyatakan akan kooperatif dan berkomitmen menjaga integritas program kerja di bawah nakhoda baru. Senilai triliunan rupiah uang rakyat yang sudah terlanjur mengucur itu kini bergantung pada ketepatan eksekusi pemanfaatan aset yang dijanjikan Agustina.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
wendy-anwar

Reporter Trending. Reporter fenomena internet dan konten viral.

Comments (0)

User