Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Lagi Jumat 19 Juni
Warkini.com, Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis di kawasan Timur Tengah, akan kembali dibuka pada Jumat, 19 Juni mendatang. Pe
Warkini.com, Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis di kawasan Timur Tengah, akan kembali dibuka pada Jumat, 19 Juni mendatang. Pengumuman tersebut disampaikan menyusul tercapainya kesepakatan gencatan senjata bersejarah antara Washington dan Teheran, yang langsung dikonfirmasi oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, pada Minggu waktu setempat. Dengan adanya kesepakatan ini, konfrontasi bersenjata antara kedua negara dipastikan berakhir setelah hampir empat bulan berkecamuk.
Kesepakatan di Hari Bersejarah
Gencatan senjata ini diumumkan bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun Presiden Trump yang ke-80 pada Minggu kemarin. Trump menyebut kesepakatan ini akan membuat lalu lintas kapal di Selat Hormuz kembali normal. Jalur pelayaran vital tersebut sempat lumpuh total sejak perang AS-Israel dengan Iran meletus pada 28 Februari lalu.
“Dengan kesepakatan ini, lalu lintas kapal di Selat Hormuz akan kembali normal. Ini adalah kemenangan bagi perdamaian dan stabilitas kawasan,” kata Trump dalam pernyataannya.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia, karena sekitar seperlima pasokan minyak global melewati perairan tersebut setiap hari. Blokade akibat konflik bersenjata telah memicu krisis energi global dan melonjaknya harga minyak mentah ke level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. Dengan dibukanya kembali jalur ini, tekanan terhadap pasar energi dunia diprediksi akan segera mereda.
Pihak Iran, melalui Wakil Menlu Gharibabadi, mengonfirmasi bahwa gencatan senjata akan berlaku efektif dan penarikan mundur pasukan dilakukan secara bertahap. “Kami menyambut baik kesepakatan ini demi kepentingan rakyat Iran dan stabilitas kawasan. Selat Hormuz akan kembali dibuka untuk pelayaran internasional mulai 19 Juni,” ujar Gharibabadi dalam keterangan pers di Teheran. Media kami mencatat, negosiasi intensif yang difasilitasi pihak ketiga dikabarkan menjadi kunci tercapainya kesepahaman untuk mengakhiri pertempuran.
Selama konflik berlangsung, kawasan Selat Hormuz menjadi medan pertempuran laut yang menghancurkan infrastruktur pelabuhan dan menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar. Pembukaan kembali jalur ini menjadi angin segar bagi pemulihan rantai pasok global dan pelayaran komersial. Para analis memperkirakan harga minyak mentah akan kembali turun secara bertahap begitu kapal tanker kembali melintas tanpa hambatan. Namun, pengamat keamanan maritim mengingatkan perlunya jaminan keamanan berkelanjutan untuk mencegah insiden serupa di masa depan.
Masyarakat internasional menyambut positif langkah damai kedua negara. Sejumlah pemimpin dunia turut menyampaikan harapannya agar stabilitas kawasan Timur Tengah dapat segera pulih, sehingga aktivitas ekonomi dan perdagangan global kembali bergerak normal.
Comments (0)