BI Tegal Ganti Uang Rusak Warga Batang Senilai Rp1,51 Miliar
Guys, lo pernah nggak sih ngalamin uang mewek basah kuyup kena banjir, terus galau setengah mampus: “Ini masih bisa dipakai nggak ya?” Nah, kisah viral bar
Guys, lo pernah nggak sih ngalamin uang mewek basah kuyup kena banjir, terus galau setengah mampus: “Ini masih bisa dipakai nggak ya?” Nah, kisah viral baru aja datang dari Kabupaten Batang — literally cash aquatic edition! 🏊♂️💵
Jadi gini, ada seorang warga bernama Ida Murlija yang rumahnya di Jalan Yos Sudarso, Batang, kena terjang banjir rob. Duit tabungannya segepok senilai Rp1,54 miliar ambyar terendam air laut, basah, dan rusak parah. Bukannya pasrah dan nangis bombay, Bu Ida langsung action! Dia daftar layanan penukaran uang rusak lewat aplikasi PINTAR di pintar.bi.go.id — se-simpel booking tiket konser, tapi yang dituker bukan tiket, melainkan lembaran pahlawan nasional yang udah lecek kayak kerupuk kecebur kuah. 😭
Setelah proses verifikasi super teliti ala detektif moneter, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal akhirnya mengonfirmasi: dari total pengajuan Rp1,54 miliar, yang lolos dan layak ganti sebesar Rp1,51 miliar. Sisanya? Gagal test authenticity — mungkin sudah benar-benar hancur tak terselamatkan. Tapi tetap, Bu Ida bisa bernapas lega karena hampir seluruh dananya kembali menjelma jadi Rupiah layak edar. Slay or what? ✨
Kenapa Nggak Semua Uang Bisa Diganti? Ada Syarat Ketatnya, Bro!
Kepala BI Tegal, Bimala, spill the tea soal aturan main penggantian uang rusak. Katanya nggak semua duit yang udah chaotic kondisinya bisa langsung dapet ganti. Ada standar yang harus dipenuhi — basically kayak golden rules-nya kolektor uang kuno. Simak nih:
"Tidak seluruh uang rusak dapat langsung diganti. Penggantian hanya diberikan untuk uang Rupiah asli dan memenuhi persyaratan, antara lain kondisi fisik uang masih tersisa lebih dari dua pertiga ukuran aslinya, ciri-ciri keasliannya masih dapat dikenali, serta merupakan satu kesatuan atau dapat dibuktikan berasal dari satu lembar uang yang sama."
Jadi intinya, walau duit lo kayak abis diremas-remas direndam air laut selama tiga hari, selama masih ada bagian terbesar (lebih dari ⅔) dan ciri-ciri keaslian masih terlihat, kemungkinan besar bisa diselamatkan. Yang udah tinggal remah-remah atom? Sorry, nggak bisa klaim ya, bestie. 🤷♀️
Proses Penukarannya Gampang Banget, Gratis Lagi!
Bimala menegaskan bahwa layanan penukaran uang Rupiah rusak ini rutin setiap Selasa dan Kamis, dan gratis tanpa biaya sepeser pun. Syaratnya cuma satu: harus booking dulu via aplikasi PINTAR. Jadi lo tinggal:
- Masuk ke pintar.bi.go.id
- Pilih lokasi kantor BI terdekat, tanggal, dan jam penukaran yang masih available
- Bawa uang rusak dan dokumen pendukung (KTP + surat keterangan penyebab kerusakan jika diperlukan)
- Dateng tepat waktu, lalu petugas akan melakukan penelitian menyeluruh di depan mata lo — kayak slow-mo reality check, tapi serius.
Bank Indonesia juga ngasih pesan bijak ala financial wellness: jangan simpan duit banyak di rumah! Mending manfaatkan layanan perbankan atau transaksi non-tunai kayak QRIS, transfer bank, dan uang elektronik biar duit lo aman dari banjir, kebakaran, dan musibah lainnya. Secure your bag, literally. 🏦💳
Jadi, have you ever been in a situation di mana uangmu tiba-tiba jadi korban bencana? Atau mungkin kamu malah baru tahu ada layanan keren begini? Spill di kolom komentar cerita paling absurd soal uang rusak yang pernah kamu alami — dan apakah akhirnya berhasil diselamatkan atau justru berakhir tragis di album kenangan? 📸👇
Quick poll: Mana yang lebih relate sama lo? Klik reaksi!
🔥 Uang basah kehujanan masih bisa dipakai
💔 Uang kusut direndam semalam, akhirnya jadi bubur
😎 Tim cashless, no drama
Comments (0)