BI Tegal Ganti Uang Rp1,51 Miliar Warga Batang Terdampak Banjir Rob

Bayangin deh, bangun tidur eh duit lo malah pada lompat ke laut. Serius, ini bukan mimpi buruk yang bisa di-skip pakai jari. Warga Batang, tepatnya di Jala

Jul 08, 2026 - 14:23
0 0

Bayangin deh, bangun tidur eh duit lo malah pada lompat ke laut. Serius, ini bukan mimpi buruk yang bisa di-skip pakai jari. Warga Batang, tepatnya di Jalan Yos Sudarso, baru aja ngalamin plot twist hidup: banjir rob ngerendam rumah, bikin tumpukan rupiah berubah jadi seperti kertas bekas bungkus nasi uduk yang lecek. Untungnya, Bank Indonesia siaga kayak superhero, langsung gaspol selamatkan duit yang udah kayak korban kapal pecah itu. Total uang yang diajukan buat ditukar? Rp1,54 miliar. Dan setelah melalui seleksi ala Indonesian Idol, yang lolos dan resmi diganti jadi uang baru mencapai Rp1,51 miliar. Ngenes? Iya. Tapi setidaknya, nggak semua lenyap ditelan garangnya air rob.

Kronologi: Dari Banjir Rob ke Aplikasi PINTAR

Semua berawal dari rob yang nggak kenal ampun. Ida Murlija, si pemilik duit—yang mungkin lagi BT banget—melihat rumahnya berubah jadi kolam air asin. Uang simpanannya yang jumlahnya lebih dari 1,5 M itu basah kuyup. Nggak cuma lusuh sebagian, bahkan beberapa lembar kayak mau cerai-berai. Sad moment. Tapi Ida nggak diam aja, ia langsung merapat ke layanan penukaran uang rusak milik BI—yang ternyata bisa dipesan via aplikasi PINTAR di pintar.bi.go.id. Ibaratnya, kayak booking tiket konser, tapi ini tiket buat nyelametin cuan.

Langkah selanjutnya: petugas BI menyelidiki tiap lembaran uang. Nggak cuma lihat sekilas, ini bener-bener kayak forensik keuangan—dicek keasliannya, diukur sisa ukuran, sambil mengingat bahwa penggantian hanya diberikan kalau uang asli, fisiknya masih ada lebih dari dua pertiga, dan ciri keasliannya bisa dikenali. Maklum, BI bukan mesin fotokopi yang bisa cetak duit seenaknya. Mereka harus memastikan uang yang diganti benar-benar berasal dari lembar yang sama, bukan potongan acak yang dicombain.

Proses Seleksi ala BI: Dari Cuan Lembab Jadi Layak Edar

Setelah panggung drama penelitian selesai, BI memutuskan bahwa hanya Rp1,51 miliar yang berhak naik panggung penukaran. Sisanya? Mungkin terlalu hancur sampai ciri keasliannya abis. Sedih memang, tapi aturan tetap aturan. Kepala BI Tegal, Bimala, menjelaskan dengan lugas:

“Tidak seluruh uang rusak dapat langsung diganti. Penggantian hanya diberikan untuk uang Rupiah asli dan memenuhi persyaratan, antara lain kondisi fisik uang masih tersisa lebih dari dua pertiga ukuran aslinya, ciri-ciri keasliannya masih dapat dikenali, serta merupakan satu kesatuan atau dapat dibuktikan berasal dari satu lembar uang yang sama.”

Jadi kalau duit kamu udah kayak sobekan koran bekas bungkus gorengan, jelas nggak bakal lolos filter. Bukan berarti BI pelit, mereka cuma menjaga agar uang yang beredar tetap sah dan bukan hasil rekayasa.

Tips Anti Boncos dari BI: Jangan Taruh Duit di Bawah Bantal Lagi

Bimala juga ngingetin kita semua: simpan duit dan dokumen penting di tempat aman. Jangan sampai banjir, kebakaran, atau bencana lain bikin rupiah kita rontok. Bahkan BI ngajakin kita buat go digital—pakai transfer bank, e-wallet, dan QRIS. Jadi, daripada uang fisik malah jadi mahasiswa abadi (basah kuyup terus), mending pindahin ke rekening. Selain aman, nggak bakal ada drama “uang sobek kena air”.

Layanan penukaran ini sendiri buka rutin tiap Selasa dan Kamis, dan gratis! Asal kamu pesan dulu lewat aplikasi PINTAR. Jadi nggak perlu nunggu ada bankir yang kebetulan mampir ke gang rumah. Cukup klik, pilih lokasi, jam, terus bawa aja duit yang udah kayak artefak purbakala itu.

“Bank Indonesia menegaskan bahwa layanan penukaran uang Rupiah rusak tersedia secara terbuka, mudah diakses, dan tidak dipungut biaya sepanjang memenuhi persyaratan yang berlaku.”

Jadi, daripada duit rusak jadi pajangan di lemari, mending segera action. Karena, jujur aja, nggak ada yang mau punya cash Rp1,51 M tapi malah mirip tisu bekas mandi, kan?

Ngomongin duit, kita jadi penasaran: Pernah nggak sih kalian punya uang rusak akibat bencana atau kejadian absurd (kecemplung kopi, kemakan rayap, kejepit jok motor)? Terus gimana cara kalian nyelametinnya — panik terus ditukar ke BI atau malah pasrah dijadikan kenangan? Share cerita kalian di kolom komentar, biar kita semua belajar dari pengalaman paling #RIPRupiah!

Polling kilat: Kalau punya tabungan fisik, pilih disimpan di rumah dengan risiko bencana atau cashless sepenuhnya biar tenang?

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User