Halo sobat Warkini! Di tengah ketegangan geopolitik yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah, aliansi negara-negara BRICS akhirnya mengambil sikap tegas. Dalam Pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang berlangsung di New Delhi, India, blok yang kini beranggotakan 11 negara tersebut secara resmi mengeluarkan deklarasi bersama. Mereka mendesak seluruh pihak yang terlibat konflik untuk menahan diri secara maksimal guna mencegah kehancuran yang lebih parah.
Langkah ini menjadi sorotan dunia internasional mengingat anggota BRICS—termasuk di dalamnya Tiongkok, Rusia, Iran, dan Uni Emirat Arab (UEA)—berhasil mengesampingkan perbedaan pandangan politik yang sempat memicu perdebatan internal selama beberapa bulan terakhir. Sikap bersatu ini muncul tepat ketika gesekan militer antara Amerika Serikat dan Iran belum menunjukkan tanda-tanda mereda, serta eskalasi di berbagai kawasan lain yang terus memicu keprihatinan global.
1. Poin Utama Deklarasi Bersama BRICS di New Delhi
Dalam dokumen resmi yang dirilis pada hari pertama puncak pertemuan, negara-negara BRICS menekankan pentingnya menjaga kestabilan kawasan yang sangat krusial bagi perekonomian global. Para pemimpin negara menyerukan agar tidak ada langkah provokatif yang dapat memperkeruh suasana perang.
Berikut adalah beberapa poin krusial yang ditegaskan dalam deklarasi bersama tersebut:
- Perlindungan Sipil: Menuntut jaminan keselamatan penuh bagi masyarakat sipil dan infrastruktur publik yang sering menjadi korban terdampak.
- Penghormatan Kedaulatan: Mengimbau semua negara untuk menghormati kedaulatan wilayah serta integritas teritorial masing-masing bangsa.
- Keamanan Jalur Perdagangan: Mengamankan arus bebas perdagangan global, rantai pasok energi, serta navigasi pelayaran internasional di perairan strategis Timur Tengah.
Para anggota menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi ketegangan yang terus berlanjut di Asia Barat, seraya mengingatkan posisi nasional masing-masing demi meredakan situasi sebelum terlambat.
2. Kecaman Tegas Terhadap Serangan Fasilitas Nuklir Sipil
Salah satu poin paling keras yang menjadi perhatian dalam deklarasi ini adalah kecaman terhadap aksi militer yang menargetkan fasilitas-fasilitas nuklir. Aliansi ini menilai bahwa tindakan mendegradasi fasilitas energi tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional yang berlaku.
Secara khusus, BRICS mengkritik serangan yang disengaja terhadap infrastruktur sipil serta instalasi nuklir damai yang berada di bawah pengawasan ketat Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
"Kami mengekspresikan keprihatinan serius atas serangan sengaja terhadap infrastruktur sipil dan fasilitas nuklir damai di bawah pengawasan penuh IAEA, yang melanggar hukum internasional dan resolusi IAEA yang relevan," bunyi pernyataan resmi dalam KTT tersebut.
Para anggota menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan nuklir wajib dijaga dalam kondisi apa pun, termasuk di tengah kecamuk konflik bersenjata, guna melindungi masyarakat dan lingkungan dari ancaman radiasi yang membahayakan.
3. Urutan Langkah BRICS Dorong Perdamaian Regional
Tidak hanya berfokus pada gesekan AS-Iran, aliansi ini juga menyoroti krisis kemanian memilu yang terjadi di beberapa wilayah lain yang tengah bergolak. BRICS secara terbuka menyerukan penghentian pertikaian melalui tahapan-tahapan penting berikut:
- Penghentian Kontak Senjata Segera: Mendorong penerapan gencatan senjata yang mengikat di empat titik konflik utama, yaitu Gaza, Lebanon, Sudan, dan Syria.
- Pembukaan Akses Bantuan Kemanusiaan: Membuka koridor bantuan internasional secara luas dan tanpa hambatan untuk menyalurkan kebutuhan pokok bagi warga terdampak krisis.
- Penegakan Diplomasi Multilateral: Menghimbau semua aktor global untuk kembali ke meja perundingan sesuai dengan prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pencapaian konsensus di antara 11 negara anggota ini membuktikan bahwa meskipun ada dinamika internal, ancaman krisis global yang meluas mampu menyatukan suara BRICS demi mendorong terciptanya stabilitas keamanan dunia.
11 negara anggota BRICS menyepakati deklarasi bersama pada KTT New Delhi. Mereka menuntut gencatan senjata di Gaza, Lebanon, Sudan, dan Syria, mengecam serangan fasilitas nuklir, serta mengamankan jalur perdagangan energi dunia. Baca artikel selengkapnya di Warkini.com!
Comments (0)