Eltinus Omaleng: Profil dan Kinerja Bupati Mimika

Eltinus Omaleng: Profil dan Kinerja Bupati Mimika Ia adalah satu dari sedikit pemimpin daerah di Papua yang memulai karier politik dari ruang keluarga dan pelataran gereja, bukan dari birokrasi. Eltinus Omaleng, Bupati Mimika periode 2019–2024, adala

Jul 12, 2026 - 03:27
0 0
Eltinus Omaleng: Profil dan Kinerja Bupati Mimika

Eltinus Omaleng: Profil dan Kinerja Bupati Mimika

Ia adalah satu dari sedikit pemimpin daerah di Papua yang memulai karier politik dari ruang keluarga dan pelataran gereja, bukan dari birokrasi. Eltinus Omaleng, Bupati Mimika periode 2019–2024, adalah wajah kepemimpinan lokal yang bersahaja namun sarat kontroversi. Diusung oleh koalisi Partai Golkar, NasDem, dan sejumlah partai lokal, Eltinus memenangkan Pilkada Mimika 2018 dan dilantik pada April 2019. Namanya melekat sebagai “bupati dari kampung” yang berupaya membawa perubahan bagi wilayah pedalaman Papua yang kaya hasil tambang namun timpang secara sosial.

Profil dan Latar Belakang

Eltinus Omaleng lahir di Kampung Iwaka, Mimika, pada 24 Desember 1969. Pendidikan formalnya ditempuh hingga jenjang sekolah menengah atas di Timika, namun ia lebih banyak ditempa oleh pengalaman lapangan sebagai pengusaha lokal. Jauh sebelum menjadi bupati, Eltinus adalah kontraktor kecil yang menggarap proyek-proyek infrastruktur di wilayah pegunungan Mimika. Bisnis konstruksinya tumbuh seiring dengan ekspansi PT Freeport Indonesia, yang memberinya pemahaman tentang betapa kontrasnya kekayaan alam tanahnya dengan minimnya akses pendidikan dan kesehatan warga asli.

Karier politiknya dimulai dari bawah. Ia tercatat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika selama dua periode, yakni 2009–2014 dan 2014–2019. Di DPRD, Eltinus dikenal vokal menyuarakan kepentingan masyarakat asli Papua, terutama soal pembagian dana kemitraan Freeport dan hak ulayat. Keteguhan dan gaya komunikasinya yang langsung membuatnya dipandang sebagai salah satu tokoh berpengaruh di kalangan masyarakat Kamoro dan Amungme—dua suku asli pemilik hak ulayat di wilayah pertambangan Mimika.

Program Unggulan dan Kinerja

Setelah dilantik, Eltinus langsung menggulirkan program strategis yang fokus pada tiga pilar: pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar. Yang paling menonjol adalah Program Bantuan Pendidikan Menyeluruh. Melalui kebijakan ini, Pemkab Mimika mengalokasikan dana sebesar Rp120 miliar per tahun untuk beasiswa penuh bagi lebih dari 4.500 mahasiswa asli Mimika yang menempuh studi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk luar Papua. Beasiswa mencakup biaya kuliah, asrama, dan uang saku bulanan. Angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Mimika dilaporkan naik dari 12% pada 2018 menjadi 19% pada 2023, sebuah lompatan yang signifikan untuk wilayah pegunungan Papua.

Di sektor kesehatan, Eltinus meluncurkan Gerakan Mimika Sehat yang membangun 14 puskesmas baru di distrik-distrik terpencil serta menyediakan layanan ambulans air dan udara untuk merujuk pasien dari kampung-kampung yang sulit dijangkau. Data Dinas Kesehatan mencatat, angka kematian ibu melahirkan turun dari 7,3 per 1.000 kelahiran hidup (2018) menjadi 4,6 (2022). Selain itu, Pemkab juga mempekerjakan 83 tenaga kesehatan kontrak yang ditempatkan khusus di wilayah pegunungan, dengan insentif 50% lebih tinggi dari standar reguler.

Untuk infrastruktur, Eltinus menggenjot pembangunan jalan lingkar trans-distrik sepanjang 127 kilometer yang menghubungkan enam distrik penghasil pangan dengan pusat kota Timika. Proyek ini menyerap lebih dari 70% kontraktor lokal asli Papua, sejalan dengan komitmennya terhadap pemberdayaan ekonomi warga setempat.

Tantangan dan Kontroversi

Namun, kepemimpinan Eltinus tidak lepas dari sorotan tajam. Pada April 2023, ia ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Mimika. Penahanannya menghentikan sementara roda pemerintahan dan menciptakan kevakuman kebijakan. Meski begitu, banyak pendukungnya menilai penetapan tersebut tidak mengurangi capaian-capaian pembangunan yang telah ia rintis.

Tantangan terberatnya tetap klasik: medan geografis yang sangat sulit, minimnya sumber daya manusia lokal yang memadai, serta ekspektasi yang tinggi dari masyarakat adat terhadap pembagian manfaat tambang. Di sisi lain, Eltinus kerap dikritik karena gaya pengelolaan pemerintahan yang cenderung personal dan tertutup, serta belum tuntasnya tata kelola dana otonomi khusus. Seberapa pun tajamnya kontroversi yang melingkupinya, tak dapat dimungkiri bahwa Eltinus Omaleng telah mewarnai secara tegas wajah baru politik lokal Mimika: seorang putra daerah yang berani menjadikan pendidikan dan kesehatan sebagai ujung tombak perubahan, di tanah yang selama setengah abad lebih terpaku pada emas dan tembaga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
wendy-anwar

Reporter Travel. Menjelajah destinasi Indonesia dan tips wisata.

Comments (0)

User