Cianjur Sahkan Perda Keolahragaan dan Siapkan Rp14 Miliar untuk Infrastruktur
CIANJUR — Dua agenda besar pembangunan merapat bersamaan di Kabupaten Cianjur. Dalam rapat paripurna pada Kamis 16 Juli 2026, Panitia Khusus (Pansus) 4 DPR
CIANJUR — Dua agenda besar pembangunan merapat bersamaan di Kabupaten Cianjur. Dalam rapat paripurna pada Kamis 16 Juli 2026, Panitia Khusus (Pansus) 4 DPRD Kabupaten Cianjur resmi menyelesaikan pembahasan dan pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Keolahragaan. Hampir bersamaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur mengalkulasikan kebutuhan anggaran minimal Rp14 miliar untuk memperbaiki infrastruktur vital di wilayah selatan, mencakup peningkatan jembatan gantung viral di Cikadu dan perbaikan jalan utama penghubung Cibinong–Cikadu sepanjang sembilan kilometer.
Perda Keolahragaan: Dari Payung Hukum hingga OPD Khusus
Penyusunan Perda Keolahragaan ini bukan sekadar formalitas administrasi. Ketua Pansus 4, Lukmanul Hakim, menegaskan bahwa peraturan tersebut menjadi instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola olahraga di daerah sekaligus menyesuaikan diri dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.
“Perda olahraga ini bukan sekadar penyempurnaan aturan, tetapi juga memiliki arti penting karena olahraga bisa dipandang dari berbagai aspek, mulai dari sosial budaya, ekonomi, hingga potensi daerah.”
Lukmanul menambahkan, pengesahan perda ini membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk menyusun desain olahraga daerah secara komprehensif. Dokumen itulah yang kelak menjadi dasar pembentukan dinas atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) khusus yang menangani olahraga secara mandiri.
Ia memberi contoh bahwa sejumlah daerah lain telah memiliki Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang fokus membina atlet dan ekosistem olahraga. Kehadiran OPD serupa di Cianjur diharapkan dapat mengakselerasi pembinaan atlet daerah agar tidak lagi sekadar tumpang tindih di bawah naungan dinas lain.
“Jika ada organisasi khusus yang mengurus olahraga, kami yakin pembinaan akan lebih maksimal. Olahraga ke depan harus terus dibina dan diperkuat oleh pemerintah daerah, salah satunya melalui peningkatan anggaran.”
Tidak berhenti di sana, Lukmanul juga mendorong agar sektor olahraga dikembangkan sebagai daya tarik wisata. Dengan potensi alam dan budaya yang dimiliki Cianjur, event olahraga bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Infrastruktur Selatan: Jembatan Gantung Viral dan Jalan Penghubung
Sementara itu, di sektor infrastruktur, perhatian Pemkab Cianjur tertuju ke wilayah selatan yang mengalami kerusakan parah. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur, Eri Rihardian, menjelaskan bahwa jembatan gantung di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikadu, yang sempat viral karena dilintasi mobil, pada awalnya merupakan jembatan permanen. Namun, bencana banjir menghancurkan struktur tersebut, sehingga Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) atas usulan BPBD memasang jembatan gantung sebagai penanganan darurat.
“Itu penanganannya oleh Dinas Perkim atas usulan BPBD. Untuk mengubahnya kembali menjadi jembatan permanen yang aman dilalui kendaraan roda empat, kami butuh estimasi anggaran sekitar Rp2 miliar.”
Eri memaparkan bahwa estimasi biaya tersebut mengacu pada dimensi sekitar 15 meter panjang dan 4 meter lebar. Meski demikian, nilai itu masih bersifat dinamis dan akan disesuaikan setelah pengukuran presisi di lapangan. Semakin panjang rentangan struktur, semakin besar pula anggaran yang harus disiapkan.
Selain jembatan, Dinas PUTR juga merinci kebutuhan dana untuk perbaikan sisa jalan utama penghubung Desa Cimaskara, Kecamatan Cibinong, dengan Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikadu. Total keseluruhan kebutuhan untuk kedua proyek ini mencapai Rp14 miliar, di mana sebagian besar dialokasikan untuk penanganan jalan sepanjang 9 kilometer yang kondisinya mengkhawatirkan.
Dua Pilar untuk Kualitas Hidup Masyarakat
Gabungan antara penguatan regulasi di sektor olahraga dan perbaikan infrastruktur fisik menunjukkan arah pembangunan Cianjur yang tidak lagi berbasis sektoral sempit. Olahraga dan infrastruktur adalah dua pilar yang saling menguatkan: kualitas jalan dan jembatan menentukan akses masyarakat ke fasilitas olahraga, sementara ekosistem olahraga yang kuat akan melahirkan generasi sehat dan produktif.
Tantangan ke depan tentu ada di meja anggaran. Lukmanul Hakim telah mengingatkan perlunya peningkatan serius alokasi dana untuk olahraga. Di sisi lain, Eri Rihardian membuka kemungkinan revisi angka Rp14 miliar setelah survei teknis mendetail dilakukan. Keterbukaan informasi dan akurasi data lapangan menjadi kunci agar proyek-proyek ini tidak sekadar wacana politik, tetapi benar-benar menyentuh kehidupan warga Cianjur.
[SOCIAL_TWEET]: Cianjur genjot dua sektor sekaligus: sahkan Perda Keolahragaan untuk OPD khusus & siapkan Rp14 miliar perbaiki jalan-jembatan selatan. #Cianjur #Olahraga #Infrastruktur[SOCIAL_TG]: 📍 Cianjur Update: Perda Keolahragaan sah & Rp14 miliar untuk infrastruktur selatan. Jembatan gantung Cikadu akan jadi permanen, jalan 9 km Cibinong–Cikadu segera diperbaiki. Baca selengkapnya di Warkini.com
Comments (0)