Delapan Rumah Terbakar di Pulogadung, Satu Keluarga Tewas

JAKARTA TIMUR — Musibah kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di wilayah Pulogadung, Jakarta Timur, pada dini hari tadi. Sebanyak delapan unit

Jul 13, 2026 - 19:28
0 0
Delapan Rumah Terbakar di Pulogadung, Satu Keluarga Tewas

JAKARTA TIMUR — Musibah kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di wilayah Pulogadung, Jakarta Timur, pada dini hari tadi. Sebanyak delapan unit rumah ludes dilalap api, sementara tiga orang dari satu keluarga dinyatakan tewas dalam peristiwa nahas tersebut. Kebakaran yang dipicu oleh korsleting listrik ini kembali menegaskan betapa rentannya kawasan hunian padat terhadap bahaya api yang merambat cepat.

Kronologi Kejadian: Api Berkobar Saat Warga Terlelap

Berdasarkan keterangan saksi mata dan laporan petugas, kebakaran terjadi sekitar pukul 03.15 WIB. Saat itu, sebagian besar warga masih terlelap. Api pertama kali terlihat dari salah satu rumah di bagian tengah gang sempit yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Seorang warga, Suryadi (45), mengaku terbangun oleh suara letupan dan segera melihat kepulan asap tebal dari atap rumah tetangganya.

"Saya langsung teriak kebakaran, kebakaran! Tetangga keluar panik, kami coba ambil air seadanya, tapi api sudah besar sekali," ujar Suryadi di lokasi kejadian. Dalam hitungan menit, api menjalar ke rumah-rumah di kiri dan kanan karena konstruksi bangunan semi-permanen yang didominasi kayu dan tripleks. Kondisi diperparah dengan adanya tabung gas elpiji yang meledak, memicu kepanikan massal.

Petugas pemadam kebakaran dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur menerima laporan pada pukul 03.23 WIB. Sebanyak 15 unit mobil pemadam dengan kekuatan 75 personel dikerahkan ke lokasi. Namun, akses masuk yang sempit dan banyaknya warga yang berhamburan menyulitkan proses pemadaman tahap awal.

Proses Pemadaman Butuh Waktu Dua Jam

Komandan Regu Gulkarmat, Suparno, menyatakan bahwa tim tiba di lokasi hanya delapan menit setelah menerima laporan. "Begitu sampai, kami langsung melakukan pemadaman dari dua sisi. Tapi kondisi gang yang hanya selebar satu meter membuat unit besar tidak bisa masuk. Kami terpaksa menarik selang sepanjang 200 meter dari jalan utama," jelasnya.

Api baru berhasil dikuasai sekitar pukul 05.00 WIB dan dinyatakan padam total pada pukul 05.30 WIB. Selama proses pendinginan, petugas menemukan tiga jasad korban di dalam sebuah kamar mandi rumah yang paling parah terbakar. Diduga korban berusaha menyelamatkan diri namun terjebak asap tebal dan runtuhan bangunan.

Korban Jiwa dan Kerugian Material

Tiga korban tewas diidentifikasi sebagai Mulyadi (40), Sumarti (35), dan anak mereka, Raka (8). Ketiganya merupakan satu keluarga inti yang tinggal di rumah petak yang menjadi titik awal kobaran api. Jenazah korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk keperluan identifikasi lebih lanjut.

Selain korban jiwa, kerugian material ditaksir mencapai Rp2,5 miliar. Delapan rumah hangus total, tiga rumah lain mengalami kerusakan berat, dan belasan warga kehilangan tempat tinggal. Warga yang selamat saat ini ditampung sementara di musala dan tenda darurat yang didirikan oleh Dinas Sosial Jakarta Timur. "Kami kehilangan segalanya, baju, surat-surat penting, semuanya," kata Lestari, salah satu warga terdampak, sambil menahan tangis.

Penyebab Kebakaran: Korsleting Listrik yang Mematikan

Hasil penyelidikan awal yang dilakukan oleh tim Inafis Polres Jakarta Timur dan petugas Gulkarmat menunjuk arus pendek atau korsleting listrik sebagai biang keladi musibah ini. Instalasi listrik di rumah korban pertama diduga sudah tidak memenuhi standar keamanan, dengan kabel-kabel yang usang dan sambungan tidak permanen. Beban listrik berlebih akibat penggunaan alat elektronik di malam hari—seperti kipas angin, televisi, dan pengisi daya ponsel—memperbesar risiko terjadinya percikan api.

Ketua RT setempat, Hasanuddin, mengakui bahwa mayoritas rumah di lingkungan tersebut menggunakan instalasi listrik seadanya. "Memang banyak yang nyambung sendiri, karena biaya kalau pakai tukang listrik resmi cukup mahal. Kami sering imbau, tapi warga kurang peduli," tuturnya. Pihak PLN telah dimintai keterangan dan akan melakukan audit bersama instansi terkait untuk memastikan tidak ada pelanggaran serupa di kawasan tersebut.

Respons Pemerintah dan Imbauan Keselamatan

Wali Kota Jakarta Timur, yang meninjau langsung lokasi kejadian pada pagi harinya, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berjanji akan memberikan bantuan perbaikan rumah serta santunan bagi warga terdampak. Ia juga menekankan pentingnya pengecekan berkala instalasi listrik dan pemasangan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap RT kawasan padat penduduk.

"Ini tragedi yang seharusnya bisa dicegah. Saya minta seluruh lurah dan camat gencarkan edukasi bahaya korsleting dan pastikan setiap rumah punya akses evakuasi yang layak," tegasnya. Pemerintah kota akan berkoordinasi dengan PLN untuk program penggantian kabel tua dan pemasangan sekring otomatis yang dapat memutus aliran listrik saat terjadi gangguan.

Peristiwa ini menambah panjang daftar kebakaran akibat korsleting di Jakarta. Sepanjang tahun 2025, Dinas Gulkarmat DKI Jakarta mencatat lebih dari 60 persen kebakaran permukiman disebabkan oleh masalah kelistrikan. Masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan steker bertumpuk, mengganti kabel yang terkelupas, dan segera melaporkan jika mencium bau gosong dari instalasi listrik.

[SOCIAL_TWEET]: Duka di Pulogadung: Delapan rumah ludes terbakar dini hari tadi, satu keluarga tiga orang tewas. Api diduga berasal dari korsleting listrik. Mari periksa instalasi listrik di rumah demi keselamatan bersama. #Kebakaran #Pulogadung #SafetyFirst[SOCIAL_TG]: 🔥 TRAGEDI PULOGADUNG: 8 rumah terbakar, 1 keluarga tewas. Api diduga dari korsleting listrik. Yuk, cek instalasi listrik di rumah! ⚡️

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User