Demokrat Bantah PDIP: Tak Ada Kalimat AHY Menghasut, Justru Ajaran Bersatu
Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron memberikan respons tegas terhadap pernyataan Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus yang meminta Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono
Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron memberikan respons tegas terhadap pernyataan Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus yang meminta Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak menghasut terkait posisi PDIP di luar pemerintahan. Herman menekankan bahwa tidak ada satu pun ucapan AHY yang bernada menghasut, melainkan justru mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu.
"Tidak ada kalimat Mas AHY menghasut, justru yang disampaikan adalah ajakan kebaikan untuk bangsa dan negara. Hal ini dicontohkan ketika Partai Demokrat juga berada dalam posisi sebagai partai penyeimbang," ujar Herman Khaeron dalam keterangan yang dikutip media kami, Rabu (24/6/2026).
Klaim Hasutan yang Dibantah
Pernyataan Herman ini sekaligus membantah klaim Deddy Sitorus yang menilai AHY sengaja memprovokasi dengan mengomentari posisi PDIP di luar koalisi pemerintahan. Sebelumnya, AHY menyampaikan bahwa berada di luar pemerintahan bukanlah hal yang merugikan, dan Demokrat sendiri telah membuktikan mampu menjadi kekuatan penyeimbang yang konstruktif tanpa harus selalu berada dalam lingkaran kekuasaan.
Menurut laporan Warkini.com, Deddy Sitorus secara terbuka melontarkan sentilan pedas kepada AHY, menuduhnya sebagai "elite yang suka menghasut". Deddy meminta AHY tidak membanding-bandingkan posisi PDIP dengan pengalaman Demokrat karena dinilai dapat memanaskan suasana politik.
Pelajaran dari Sejarah Demokrat
Herman Khaeron lebih lanjut menjelaskan bahwa pernyataan AHY bukanlah bentuk hasutan, melainkan refleksi dari perjalanan panjang Partai Demokrat yang pernah berada di luar pemerintahan pada periode 2014-2019. Saat itu, partai berlambang mercy ini memilih menjadi oposisi yang kritis namun tetap menjunjung tinggi kepentingan nasional.
"Kami memiliki pengalaman menjadi partai penyeimbang. Itu bukan posisi yang buruk. Justru dari sana kami belajar banyak dan terus berkontribusi untuk negeri ini. Jadi tidak ada maksud menghasut," tambah Herman.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media kami, perdebatan ini bermula dari pidato AHY di sebuah acara internal partai yang menyinggung dinamika politik terkini. AHY mengingatkan bahwa menjadi partai di luar kekuasaan tetap bisa menjalankan fungsi pengawasan dan perbaikan bagi negeri.
Ajakan Bersatu, Bukan Memecah
Demokrat melalui Herman Khaeron kembali meneguhkan komitmen partainya untuk terus mengedepankan persatuan nasional di tengah kontestasi politik yang semakin hangat menjelang beberapa agenda besar pemerintahan. Pihaknya meminta agar semua pihak tidak mudah melempar tuduhan yang justru kontraproduktif bagi stabilitas politik.
"Yang kami sampaikan adalah fakta dan pengalaman. Tidak ada niat sedikit pun untuk menghasut atau memecah belah. Kami ingin Indonesia tetap bersatu," pungkas Herman.
Hingga berita ini diturunkan, PDIP belum memberikan tanggapan lanjutan atas klarifikasi dari Partai Demokrat. Namun yang jelas, pernyataan tegas Herman Khaeron ini sekaligus menegaskan bahwa Demokrat tidak akan tinggal diam jika ada pihak yang menyalahartikan ucapan AHY sebagai hasutan di tengah dinamika koalisi yang terus bergerak.
Comments (0)