warkini.
Travel

Denpasar — Ribuan Warga Iringi Palebon Ibunda Rai Mantra di Tanjung Bungkak

Suasana haru bercampur khidmat menyelimuti kawasan Renon dan Tanjung Bungkak, Denpasar. Ribuan krama bersama para tokoh masyarakat tumpah ruah ke jalan men

Denpasar — Ribuan Warga Iringi Palebon Ibunda Rai Mantra di Tanjung Bungkak

Suasana haru bercampur khidmat menyelimuti kawasan Renon dan Tanjung Bungkak, Denpasar. Ribuan krama bersama para tokoh masyarakat tumpah ruah ke jalan mengantarkan jenazah ibunda dari mantan Wali Kota Denpasar yang kini menjabat anggota DPD RI, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Setra Tanjung Bungkak.

Rangkaian upacara pelebon agung ini dimulai tepat pukul 12.00 WITA dari rumah duka di Griya Seba Sari, Jalan Cok Agung Tresna, kawasan Niti Mandala, Denpasar. Sebelum jenazah (layon) dinaikkan ke atas padmasari setinggi belasan meter, pihak keluarga besar terlebih dahulu melangsungkan ritual mapegat sebagai simbol pemutusan ikatan duniawi antara almarhumah dengan keluarga yang ditinggalkan.

Iring-Iringan Seni Sakral Menuju Setra

Sepanjang perjalanan menuju Setra Tanjung Bungkak, iring-iringan upacara menyuguhkan panorama tradisi Bali yang begitu kaya dan agung. Tidak sekadar arak-arakan biasa, prosesi ini melibatkan berbagai elemen seni sakral yang didatangkan khusus untuk menghormati almarhumah.

Di barisan depan, tampak barisan pembawa karangan bunga, replika petulangan lembu putih, foto mendiang, hingga tirta suci. Tak ketinggalan, tarian sakral turut mengiringi langkah para pengusung, di antaranya:

  • Tari Baris Kalpa dan Legong Lelana yang sarat nilai filosofis pelepasan jiwa.
  • Tari Kinara Kinari persembahan khusus dari Griya Budakeling, Karangasem, yang dibawakan saat jenazah dinaikkan dan diturunkan dari padmasari.
  • Alunan musik tabuh tradisi berupa perpaduan baleganjur, angklung, dan gambang yang menambah kekhidmatan suasana di sepanjang rute arak-arakan.

Momen Haru Diiringi Lagu Gugur Bunga

Sesampainya di Setra Tanjung Bungkak, jenazah kemudian dipindahkan dari padmasari ke dalam usungan petulangan lembu. Suasana seketika berubah menjadi sangat emosional ketika kelompok paduan suara dari SMK PGRI 3 Denpasar mulai melantunkan lagu Hymne Guru serta Gugur Bunga.

Lantunan melodi perpisahan tersebut membuat tangis sejumlah cucu dan kerabat dekat almarhumah pecah. Momen tersebut menjadi bentuk penghormatan mendalam atas dedikasi dan keteladanan mendiang semasa hidupnya, sebelum api pembakaran akhirnya disulut di dalam wadah lembu.

Dilarung ke Segara Sanur dan Dipuput Empat Sulinggih

Ditemui di sela-sela prosesi, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra menjelaskan bahwa ritual pelebon ini merupakan puncak dari rangkaian upacara panjang yang telah dipersiapkan pihak keluarga secara matang sejak beberapa hari sebelumnya.

“Sebelum pelebon hari ini, kami sekeluarga telah melaksanakan prosesi malelet atau nyiramin pada Rabu lalu, disusul upacara ngajum atau pengaskara memeras. Setelah prosesi pembakaran di setra tuntas, abu jenazah almarhumah akan langsung dilarung menuju Segara Sanur,” tutur Rai Mantra.

Seluruh prosesi suci pemulangan roh menuju Sang Pencipta ini dipuput langsung oleh empat Sulinggih terkemuka di Bali. Tahapan atetangi ngewisik, pralina pering, ngardi tirta pengarep, hingga melaspas pemereman dipuput oleh Ida Pedanda Gede Ketut Peling. Sementara itu, prosesi nedunang layon di griya dipimpin Ida Pedanda Gede Buruan, ritual di setra dipuput Ida Pedanda Gede Suyasa, serta tahapan ngereka puspa dipuput bersama para sulinggih demi kelancaran perjalanan sang atman menuju alam keabadian.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS wendy-anwar

Reporter Travel. Menjelajah destinasi Indonesia dan tips wisata.

Comments (0)

User