Dortmund Hajar Celtic 7-1, Pimpin Klasemen Sementara Liga Champions
SIGNAL IDUNA PARK, DORTMUND — Langit malam Jerman menjadi saksi pesta gol spektakuler Borussia Dortmund saat menjamu wakil Skotlandia, Celtic, dalam laga p
SIGNAL IDUNA PARK, DORTMUND — Langit malam Jerman menjadi saksi pesta gol spektakuler Borussia Dortmund saat menjamu wakil Skotlandia, Celtic, dalam laga perdana Grup F Liga Champions 2024/2025. Die Borussen tampil tanpa ampun dengan menghujani gawang lawan tujuh gol tanpa balas, meski Celtic sempat memperkecil kedudukan menjadi 1-3. Kemenangan telak 7-1 ini membawa Dortmund langsung bertengger di puncak klasemen sementara grup dengan selisih gol +6.
Ini adalah kemenangan dengan margin terbesar Dortmund di kompetisi Eropa sejak musim 2012/2013, sekaligus menjadi alarm keras bagi rival satu grup lainnya, AC Milan dan Young Boys. Sementara bagi Celtic, kekalahan ini menjadi tamparan paling menyakitkan di fase grup Liga Champions dalam satu dekade terakhir.
Kronologi Pesta Gol: Dortmund Sejak Peluit Pertama
Belum genap sepuluh menit, publik tuan rumah sudah bergemuruh. Berikut rangkaian gol yang tercipta sepanjang 90 menit jalannya pertandingan:
- Menit 10 - Karim Adeyemi (1-0): Berawal dari umpan terobosan Julian Brandt, Adeyemi melewati dua bek Celtic sebelum melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dijangkau kiper Joe Hart.
- Menit 22 - Sébastien Haller (2-0): Memanfaatkan bola muntah tendangan Marco Reus, Haller dengan tenang menceploskan bola ke gawang kosong.
- Menit 35 - Julian Brandt (3-0): Sepakan first time dari luar kotak penalti meluncur deras ke pojok kiri atas gawang. Skor 3-0 bertahan hingga turun minum.
- Menit 50 - Kyogo Furuhashi (3-1): Sisi kanan pertahanan Dortmund lengah, umpan tarik diselesaikan oleh striker Jepang itu dengan sontekan cerdik. Harapan Celtic sempat hidup.
- Menit 55 - Marco Reus (4-1): Sang kapten yang baru masuk di babak kedua langsung mencatatkan nama di papan skor melalui tendangan bebas melengkung dari jarak 25 meter.
- Menit 68 - Donyell Malen (5-1): Umpan terobosan Felix Nmecha disambar Malen yang berlari dari sayap kanan sebelum melepaskan tembakan chip memperdaya Hart.
- Menit 79 - Felix Nmecha (6-1): Gelandang energik itu akhirnya mencatatkan namanya sendiri di papan skor lewat skema sepak pojok. Sundulannya tak mampu dihalau pemain Celtic di garis gawang.
- Menit 85 - Youssoufa Moukoko (7-1): Pemain pengganti ini menutup pesta dengan gol dari sudut sempit. Sontekannya membentur tiang sebelum bergulir masuk ke gawang.
Strategi High-Pressing Edin Terzić dan Lemahnya Transisi Celtic
Sejak menit awal, instruksi pelatih Edin Terzić sudah terlihat jelas: pressing tinggi dengan intensitas penuh di sepertiga lapangan Celtic. Strategi itu membuahkan blunder yang berujung dua gol cepat di babak pertama. Celtic yang kehilangan pengatur tempo, Callum McGregor, di menit 12 akibat cedera semakin kehilangan arah. Statistik mencatat penguasaan bola Dortmund mencapai 62 persen dengan total 18 tembakan, 7 di antaranya tepat sasaran. Sebaliknya, Celtic hanya mencatatkan 3 tembakan sepanjang 90 menit.
Penampilan impresif lini tengah Dortmund yang dikomandoi Emre Can dan Felix Nmecha menjadi fondasi dominasi ini. Keduanya memenangi 32 duel dan mencatat akurasi operan di atas 90 persen.
Dampak pada Klasemen Grup dan Rekor Pribadi
Kemenangan ini membawa Dortmund memuncaki Grup F dengan tiga poin dan selisih gol +6 menjelang laga AC Milan vs Young Boys yang akan digelar besok. Jika Milan gagal menang, peluang Die Borussen lolos ke 16 besar bakal semakin terbuka hanya dalam dua matchday awal.
Bagi Celtic, kekalahan ini menjadi yang terburuk kedua di ajang Eropa setelah ditaklukkan Barcelona 0-7 pada 2016. Pelatih Brendan Rodgers mengakui kelemahan anak asuhnya dalam transisi bertahan. Dalam konferensi pers, ia menyampaikan:
"Kami menyulitkan diri sendiri. Melawan tim sekaliber Dortmund, Anda tidak boleh kehilangan bola di area berbahaya seperti itu. Ini malam yang sangat menyakitkan, tapi kami harus segera bangkit di laga kandang melawan Milan."
Dari sisi rekor individu, Julian Brandt kini menjadi pencetak gol terbanyak sementara Dortmund di ajang Eropa musim ini dengan koleksi 3 gol dari 2 laga. Sementara itu, Marco Reus menorehkan penampilan ke-75 di Liga Champions, menambah koleksi assist dan golnya menjadi 44 kontribusi langsung sepanjang karier.
Pesta gol ini sekaligus menjadi pesan tegas bagi seluruh penantang di Grup F: Borussia Dortmund datang dengan ambisi besar untuk tidak sekadar lolos fase grup, melainkan menapak jauh hingga fase akhir kompetisi. Laga selanjutnya, Die Borussen akan bertandang ke markas Young Boys pekan depan, sementara Celtic harus menjamu AC Milan dalam duel hidup mati di Glasgow.
[SOCIAL_TWEET]: Borussia Dortmund menggila! Hantam Celtic 7-1 di matchday pertama Liga Champions. Adeyemi, Brandt, Reus, Haller, Malen, Nmecha, & Moukoko berbagi gol. Die Borussen puncaki Grup F dengan selisih +6! 🔥 #BVBCEL #UCL #BVB[SOCIAL_TG]: ⚽️ PESTA GOL DI JERMAN! Borussia Dortmund 7-1 Celtic . 7 pencetak gol berbeda, 3 poin, puncak klasemen . Laga selanjutnya: tandang ke Young Boys! #UCL
Comments (0)