Gagal Menang, AC Milan Tertahan di Kandang Genoa
Pertarungan sengit terjadi di Luigi Ferraris. AC Milan datang dengan ambisi besar untuk mengamankan tiga poin demi menjaga jarak dari pemuncak klasemen, tapi kenyataannya jauh panggang dari api. Perta...
Pertarungan sengit terjadi di Luigi Ferraris. AC Milan datang dengan ambisi besar untuk mengamankan tiga poin demi menjaga jarak dari pemuncak klasemen, tapi kenyataannya jauh panggang dari api. Pertahanan rapat Genoa sukses bikin frustrasi Rafael Leao dan kawan-kawan sepanjang 90 menit.
Tembok Kokoh ala Pasukan Vieira
Nggak bisa dipungkiri, strategi bertahan total yang diterapkan Genoa benar-benar bikin lini depan Milan mati kutu. Leo Ostigard muncul sebagai jenderal di jantung pertahanan. Setiap kali bola coba diumpankan ke kotak penalti, bek asal Norwegia itu selalu sigap memotong jalur passing atau dengan berani memblok tembakan jarak dekat. Satu momen ikonik terjadi di menit-menit akhir babak pertama, di mana tendangan melengkung Rafael Leao yang biasanya ampuh menjebol gawang lawan harus mentah karena tubuh Ostigard yang rela menjadi tameng hidup.
Bukan cuma Ostigard, kiper Genoa juga tampil gemilang. Beberapa peluang emas dari Tammy Abraham dan Pulisic sukses ditepis dengan refleks luar biasa. Pola serangan Milan yang sepanjang musim dikenal fluid mendadak terlihat monoton. Umpan-umpan silang Theo Hernandez dari sisi kiri terus menerus gagal menemui target karena disiplinnya lini belakang tuan rumah.
Maignan Jadi Penyelamat di Sisi Berlawanan
Meski mendominasi penguasaan bola hingga mencapai angka 65 persen, Milan nyaris pulang dengan tangan hampa setelah serangan balik mematikan Genoa di babak kedua. Beruntung bagi mereka, Mike Maignan masih belum habis pikirannya. Dua kali penyelamatan kelas dunia ia tunjukkan saat berhadapan dengan striker Genoa dalam situasi satu lawan satu. Jika bukan karena ketenangan Maignan, gawang Milan sudah pasti kebobolan lebih dulu.
Rossoneri sebenarnya mencoba meningkatkan intensitas di 15 menit terakhir dengan memasukkan Christian Pulisic yang baru pulih dari cedera ringan. Sayangnya, daya gedor yang diharapkan tak kunjung hadir. Tendangan spekulasi dari luar kotak penalti jadi menu utama, yang tentu saja jadi santapan empuk buat barisan pertahanan lawan.
Pertandingan akhirnya harus berakhir dengan skor kacamata. Hasil ini jelas jadi kerugian ganda buat Milan, sebab mereka gagal memangkas poin dari kompetitor di papan atas. Bagi Genoa, satu poin ini layaknya kemenangan yang membuktikan bahwa mereka bukan tim yang mudah ditaklukkan di kandang sendiri.
Baca juga:
Comments (0)