Jakarta — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi mengesahkan Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Pengesahan dilakukan dalam Rapat Paripurna ke-8 DPR Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027, Kamis (1/10/2026). Keputusan ini menandai pergantian pucuk pimpinan institusi Polri di tengah tuntutan publik agar penegakan hukum berjalan lebih tegas dan profesional.
Jalannya Rapat Paripurna DPR
Rapat paripurna berlangsung dengan agenda tunggal: pengambilan keputusan terhadap calon Kapolri yang telah diajukan Presiden. Sebelum pemungutan suara, proses fit and proper test serta pembahasan di Komisi III DPR menjadi tahap krusial untuk menguji kesiapan Suyudi Ario Seto memimpin korps bhayangkara.
- Pengumuman agenda pengambilan keputusan oleh pimpinan rapat paripurna.
- Paparan rekam jejak dan visi-misi calon Kapolri oleh Komisi III DPR.
- Pernyataan sikap fraksi-fraksi terhadap usulan calon Kapolri.
- Pengambilan keputusan melalui mekanisme persetujuan satu suara.
- Pengesahan resmi dan penandatanganan berita acara rapat paripurna.
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman sempat menyampaikan poin-poin penting hasil kerja komisi sebelum keputusan diambil. Komisi III menempuh serangkaian uji kelayakan dan kepatutan, termasuk mendalami strategi penegakan hukum, penguatan profesionalisme polisi, serta komitmen pemberantasan praktik pungutan liar di lingkungan Polri. Persetujuan diberikan satu suara tanpa penolakan, sehingga proses pengesahan berjalan lancar tanpa pemungutan suara terbuka yang alot.
Sosok Suyudi Ario Seto
Suyudi Ario Seto tercatat berpangkat Komisaris Jenderal Polisi sebelum diusulkan menjadi Kapolri. Dalam berbagai penampilan publik, ia dikenal sebagai perwira yang menekankan pendekatan profesional, disiplin, dan transparansi. Pilihan DPR ini menegaskan bahwa proses seleksi calon Kapolri kini semakin terbuka, dengan mekanisme uji kelayakan yang melibatkan parlemen secara aktif.
"Persetujuan satu suara menunjukkan adanya kesamaan persepsi bahwa calon Kapolri mampu menjawab tantangan penegakan hukum dan menjaga kepercayaan masyarakat," ujar pengamat keamanan.
Perubahan di pucuk Polri ini juga dibaca sebagai sinyal penguatan tata kelola kepolisian. Publik menaruh harapan besar agar Kapolri baru dapat mempercepat penanganan kasus-kasus prioritas, memperbaiki citra institusi, dan memastikan perlindungan hukum bagi warga berjalan adil.
Tabel Perbandingan Pimpinan Polri
| Aspek | Listyo Sigit Prabowo | Suyudi Ario Seto |
|---|---|---|
| Status | Mantan Kapolri | Kapolri terpilih |
| Pangkat terakhir | Jenderal Polisi | Komisaris Jenderal Polisi |
| Proses pengangkatan | Disahkan DPR | Disahkan DPR, 1 suara setuju |
| Fokus utama | Transformasi Polri | Profesionalisme dan kepercayaan publik |
Reaksi dan Harapan Publik
Pengesahan Kapolri baru mendapat sorotan luas di ruang publik. Sebagian kalangan menilai momentum ini sebagai peluang melakukan perbaikan sistemik, khususnya terkait akuntabilitas anggota polisi di lapangan. Sementara itu, masyarakat sipil meminta Kapolri baru agar membuka ruang komunikasi yang lebih sejajar dengan publik dan media.
- Memperkuat profesionalisme penyidikan.
- Menekan pelanggaran hak asasi manusia dalam penegakan hukum.
- Meningkatkan transparansi penanganan kasus besar.
- Memperbaiki kesejahteraan anggota polisi berbasis prestasi.
Dengan dukungan politik yang solid dari DPR, Suyudi Ario Seto kini memegang mandat berat untuk membawa Polri lebih dekat kepada rakyat. Keberhasilannya akan diukur dari kinerja nyata, bukan sekadar janji administratif.
Comments (0)