Elektrifikasi KRL Green Line Ditarget Rampung 2027

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan proyek peningkatan daya listrik aliran atas (LAA) atau elektrifikasi jalur KRL Tanah Abang–Rangkasbitung yang populer disebut Green Line akan rampung pa

Jul 08, 2026 - 08:37
0 1
Elektrifikasi KRL Green Line Ditarget Rampung 2027

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan proyek peningkatan daya listrik aliran atas (LAA) atau elektrifikasi jalur KRL Tanah Abang–Rangkasbitung yang populer disebut Green Line akan rampung pada 2027. Target ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah mengurangi ketergantungan pada kereta rel diesel (KRD) serta mewujudkan layanan kereta api perkotaan yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

Saat ini, jalur sepanjang sekitar 72 kilometer tersebut masih mengandalkan kereta bertenaga diesel untuk beberapa segmen, khususnya di luar wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik aliran atas. Green Line sendiri melayani rute Tanah Abang–Serpong–Parungpanjang–Maja–Rangkasbitung, menghubungkan pusat kota Jakarta dengan kawasan penyangga di barat daya hingga Banten. Tingginya mobilitas warga di koridor ini mendorong Kemenhub untuk mempercepat proses elektrifikasi secara menyeluruh.

Proyek ini tidak sekadar mengganti moda penggerak kereta, melainkan juga meningkatkan keandalan, frekuensi perjalanan, serta kenyamanan penumpang secara signifikan.

Dengan rampungnya elektrifikasi pada 2027, seluruh perjalanan KRL di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung dapat dioperasikan menggunakan rangkaian kereta listrik yang lebih senyap, bebas emisi gas buang, dan memiliki kapasitas angkut lebih besar. Langkah ini sejalan dengan roadmap elektrifikasi perkeretaapian nasional yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Pekerjaan konstruksi mencakup pemasangan tiang dan kabel listrik aliran atas di sepanjang jalur, pembangunan gardu traksi, serta peningkatan persinyalan dan sistem telekomunikasi. Proses ini dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan aspek operasional yang tetap berjalan normal. Sejumlah titik dijadwalkan mulai teraliri listrik lebih awal, namun integrasi penuh baru bisa dinikmati pada 2027 mendatang.

Selain itu, modernisasi prasarana diharapkan mampu memangkas waktu tempuh dan meningkatkan ketepatan jadwal. Saat ini, waktu perjalanan Tanah Abang–Rangkasbitung memakan waktu sekitar 2 jam. Pasca-elektrifikasi, akselerasi dan kecepatan operasional kereta listrik berpotensi memperpendek durasi perjalanan secara berarti.

Proyek ini juga menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi karbon sektor transportasi. Beralih dari diesel ke listrik pada koridor padat penumpang seperti Green Line akan memberikan dampak positif terhadap kualitas udara di sepanjang jalur, terutama di wilayah permukiman padat yang dilalui.

Demikian laporan dari media kami, Warkini.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bobby-hartono

Editor Viral. Editor kurasi konten viral dan trending.

Comments (0)

User