Jakarta — Polisi Segel Kafe de'Clan dan Money Changer

Warga Cipete, Jakarta Selatan, mendadak geger bukan karena menu baru atau live music, tapi karena penampakan garis police line kuning di depan kafe de'Clan

Jul 09, 2026 - 06:52
0 1
Jakarta — Polisi Segel Kafe de'Clan dan Money Changer

Warga Cipete, Jakarta Selatan, mendadak geger bukan karena menu baru atau live music, tapi karena penampakan garis police line kuning di depan kafe de'Clan Signature dan sebuah money changer. Bukan razia biasa, Buzztie. Kali ini polisi datang bersenjatakan fakta dan dugaan yang bikin melongo: tempat hits ini diduga terkait langsung dengan tiga mega kasus korupsi di BUMN.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, turun langsung dan kasih pernyataan yang bikin netizen langsung nge-gass di kolom komentar. Singkatnya begini: Lantai dua yang berfungsi sebagai kantor kini dalam status quo (baca: beku, disegel, jangan macam-macam). Sementara lantai satu? Masih aman, manajemen masih bisa operasional seperti biasa. "Chill dulu, yang bawah masih buat ngopi," begitu kira-kira vibe-nya.

Not Just a Cafe: Plot Twist di Balik Meja Kantor

Tim penyidik gabungan melakukan penggeledahan dan penyitaan terhadap barang bukti di dua ruangan. Detailnya masih digali, tapi yang udah bocor ke publik bikin kita bisa mikir: Ini bukan kafe biasa. Dari balik pintu lantai dua itu, aliran dana tiga kasus korupsi besar sedang ditelisik. Bahkan tiga pegawai kafe ini sudah menjalani pemeriksaan intensif. Cozy banget memang kedoknya.

Simak poin-poin utamanya biar kamu gak gagal paham:

  • Dua lokasi disegel: Kafe de'Clan Signature dan sebuah money changer di kawasan Cipete.
  • Status quo di lantai dua: Bagian kantor yang disegel. Lantai satu (area komersial/ngopi) tetap buka sesuai pernyataan manajemen.
  • Tiga kasus besar: Dugaan korupsi di PT PLN (Persero), PT ASABRI, dan PT Krakatau Steel saling terkait dalam pengembangan penyidikan ini.
"Tentang penyitaan ini terkait tentang dua ruangan. Untuk operasional tetap kami kembalikan kepada pihak manajemen untuk operasional di lantai 1. Tapi di lantai 2 itu berupa kantor, itu yang kami lakukan status quo dalam proses penyidikan dugaan korupsi," ujar Kombes Budi Hermanto.

Kata siapa dunia korupsi cuma terjadi di gedung mentereng dan ruang rapat tertutup? Kali ini polisi membuktikan bahwa jalannya uang panas bisa berputar di tempat nongkrong aesthetic yang penuh tanaman gantung dan latte art. Kasus ini serasa reminder bahwa susahnya nyari duit segitu, malah diselewengkan lewat kantor di atas kafe.

Netizen sampai bikin meme: "Kirain ngopi, taunya ngatur proyek fiktif." Dan jujurly, itu relate. Kasus ini masih bergulir, jadi belum ada tersangka baru yang resmi diumumkan, tapi penyegelan ini jelas sinyal bahwa hari-hari tenang di lantai dua itu sudah benar-benar tamat.

Gimana menurutmu? Kaget gak sih kalau tempat chill kayak gini jadi pusat penyidikan mega korupsi? Atau malah udah curiga dari dulu kalau vibe "business meeting" di kafe itu kadang beneran bisnis yang salah? Drop pendapatmu di kolom komentar dan ikut polling singkat kita ya!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User