FAO Prediksi Produksi Beras Global Turun 1,6% Gara-gara El Nino

Jakarta - Organisasi Pangan Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) merilis proyeksi terbaru yang mengindikasikan adanya kontraksi pada produksi beras global. Dalam laporan yang dipublikasikan

Jul 08, 2026 - 06:18
0 1
FAO Prediksi Produksi Beras Global Turun 1,6% Gara-gara El Nino

Jakarta - Organisasi Pangan Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) merilis proyeksi terbaru yang mengindikasikan adanya kontraksi pada produksi beras global. Dalam laporan yang dipublikasikan pada Juni 2026, FAO memperkirakan total produksi beras dunia untuk musim tanam 2026/2027 hanya akan mencapai 552,4 juta ton. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 1,6% jika dibandingkan dengan rekor tertinggi pada musim 2025/2026 yang mencapai 561,6 juta ton.

Menurut analisis yang dikutip media kami, Warkini.com, dari laporan tersebut, penyebab utama penurunan ini adalah ketidakpastian kondisi cuaca global. Potensi kemunculan fenomena El Nino menjadi variabel kunci yang mengancam stabilitas hasil panen di sejumlah negara penghasil beras utama. Pola curah hujan yang tidak menentu serta potensi kekeringan yang dipicu oleh anomali iklim tersebut berdampak langsung pada estimasi produktivitas lahan pertanian padi dunia.

FAO menekankan bahwa tekanan ini terjadi setelah dunia menikmati rekor produksi pada musim sebelumnya. Kendati demikian, optimisme terhadap volume produksi tinggi kini tergantikan oleh kekhawatiran terhadap ketahanan pangan, khususnya di kawasan yang sangat bergantung pada beras sebagai makanan pokok. Gangguan cuaca seperti El Nino tidak hanya berpotensi menurunkan volume panen, tetapi juga dapat mempengaruhi kualitas gabah yang dihasilkan.

"Akibatnya, produksi beras global diperkirakan turun 1,6 persen dibandingkan rekor tertinggi pada musim 2025/2026, menjadi 552,4 juta ton," demikian bunyi laporan yang dikutip Warkini.com melalui laporan terbaru tersebut.

Fenomena penurunan ini diyakini akan memberikan implikasi luas terhadap dinamika harga pangan di pasar internasional. Dengan suplai yang diperkirakan mengetat, beberapa negara importir beras kemungkinan besar akan menghadapi lonjakan biaya pengadaan. Situasi ini menuntut adanya strategi mitigasi yang lebih solid dari masing-masing pemerintahan, seperti pengelolaan cadangan pangan nasional serta diversifikasi sumber karbohidrat alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada beras impor.

Selain menyoroti penurunan angka produksi, FAO juga memantau pergerakan stok global dan pola konsumsi yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi. Jika proyeksi penurunan ini benar terjadi, maka defisit antara pasokan dan permintaan global berpotensi semakin melebar. Hal ini menjadi sinyal peringatan bagi para pemangku kebijakan untuk segera mengantisipasi dampak lanjutan dari krisis iklim terhadap sektor pertanian.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
wendy-anwar

Reporter Trending. Reporter fenomena internet dan konten viral.

Comments (0)

User